DARI KEMATIAN MENUJU KEHIDUPAN KEKAL


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-162 : 1, O Debata mansai
O Debata, mansai balga, huhut dokdok dosangku.

RENUNGAN
Efesus 2 : 2 – Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

DARI KEMATIAN MENUJU KEHIDUPAN KEKAL
Orang disebut sudah mati secara rohani, meskipun jasmaninya masih hidup, ketika dia sudah sepenuhnya dikuasai dosa. Analogi untuk menerangkan ini banyak, di antaranya, ketika seseorang tidak lagi menghidupi doa dan merindukan untuk ikut dalam persekutuan memuji nama Tuhan. Orang yang sudah mati secara rohani tentu tidak bisa bangkit atau beroleh kehidupan dari dirinya sendiri, kecuali dari luar dirinya sendiri, yaitu Tuhan Allah. Hanya saja, dibutuhkan kesadaran dan niat untuk mau menerima Yesus sebagai Mesias baginya.

Dosa membuat kita semakin terhisap jauh, ibarat orang masuk ke dalam lumpur hidup, semakin bergerak semakin tenggelam. Ketika seseorang memilih jalan dunia, jalan orang-orang durhaka, maka dia akan semakin jauh dari anugerah Tuhan. Meskipun demikian, pengampunan itu telah tersedia lewat karya Yesus di kayu salib. Seharusnya, bagian orang yang berdosa itu adalah maut atau neraka. Namun sungguh suatu kebahagiaan bagi kita, di dalam Yesus Kristus kematian kekal itu dirubah menjadi kehidupan kekal. Firman Tuhan di Efesus 2:2, jelas mengatakan bahwa orang yang mengikuti jalan dunia ini, dengan dikuasai oleh roh dunia, maka dia akan beroleh kematian kekal. Sebaliknya, siapa yang mau berbalik untuk percaya dan ikut jalan Tuhan, maka dia akan beroleh keselamatan. Apakah semudah itu kita beroleh keselamatan itu? Ya dan tidak. Ya artinya memang hanya berjalan di jalan Tuhanlah kita beroleh keselamatan kekal. Tidak karena jalan Tuhan itu ternyata tidak mudah karena harus memikul salib. Salib setiap orang berbeda-beda, seturut dengan pemberian Tuhan kepadanya. Hanya saja, setiap salib yang kita pikul selalu ada banyak anugerah di dalamnya, yang menguatkan dan memudahkan kita untuk memikulnya. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-27 : 1, Meski tak layak diriku
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu. Dan kar’na kau memanggilku, ‘ku datang, Yesus, pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Na so adong di tano on, na tau haporusanku.

PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 33:1-6 (Pagi)
Rom. 4:1-12 (Malam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s