FIRMAN TUHAN TAK PERNAH BOHONG


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-28 : 1, Hata ni Jahowa
Hata ni Jahowa si padame jolma, hangoluan i.
Halalas ni roha siapuli roha, ni na marsak i.
Gogo ni Debatangki paluahon na porsea sian nasa jea.

PEMBACAAN FIRMAN
Yos. 22 : 21-34 (Pagi)
Luk. 11 : 5-13 (Malam)

RENUNGAN
2 Tawarikh 18 : 4 – Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: “Baiklah tanyakan dahulu Firman Tuhan”.

FIRMAN TUHAN TAK PERNAH BOHONG

Ahab, raja Israel mengajak Yosafat, raja Yehuda untuk memerangi Ramot-Gilead. Tetapi Yosafat mengatakan agar terlebih dahulu menanyakan firman Allah terlebih dahulu. Kemudian Ahab mengumpulkan 400 orang nabi dan semua nabi itu mengatakan agar maju berperang dan kemenangan akan mereka raih. Tapi Yosafat mengatakan agar ditanyakan lagi kepada nabi yang lain. dan tinggal seorang lagi nabi yang belum ditanya, nabi yang dibenci raja Ahab, yaitu Mikha bin Yimla.

Mikha selalu menubuatkan yang tidak disukai raja Ahab. Sekali lagi, dia pun menubuatkan bahwa jika maju berperang maka sesungguhnya dia akan mati di dalam peperangan tersebut. Dan benarlah terjadi raja itu mati di dalam pertempuran tersebut.

Yosafat sepertinya meragukan apa yang telah didengarkan dari 400 orang para nabi palsu tersebut. Setelah dibawa Mikha dan didengarkan, nama Yosafat sudah tidak disebutkan kembali. Dapat dibayangkan keadaan begitu menegangkan karena nabi Mikha ditangkap dan dimasukkan ke penjara dan dikurangi jumlah makanannya diberikan. Memang sangat berbahaya jika melawan perintah kaisar.
Melalui kisah ini, kita belajar pertama, bahwa sangat baik jika kita mau melakukan sesuatu pekerjaan, hendaknya dibawakan dalam doa dan bertanya kepada firman Tuhan. Cerita ini termuat larangan agar firman Tuhan itu jangan dikendalikan untuk kepentingan pribadi atau manusia. Justru, firman Tuhanlah yang mengendalikan diri dan setiap rancangan kita. Kedua, jadilah alat Tuhan yang memberitakan kebenaran firman Tuhan dengan takut kepada Tuhan Allah. Janganlah firman Tuhan itu direkayasa untuk kepentingan dan menyenangkan manusia, justru sebenarnya Tuhanlah yang dipuji dan dimuliakan. Dengan demikian, Firman Tuhan menjadi kegemaran setiap orang percaya untuk menjadi pedoman hidup dan sumber damai sejahtera. Amin.

BERDOA
BERNYANYI, KJ-49 : 1, Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia.
Kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s