Kau buat aku bersukacita dengan pekerjaan-Mu


Minggu II Setelah Trinitatis, 14 Juni 2015
Mazmur 92:2-5+13-16

Pekerjaan Tuhan Allah begitu banyak dan dahsyat. Pemazmur menuliskan di Maz. 104:24, Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Semua dijadikan-Nya (creatio ex nihilo) dan Dia memandangnya baik.

Tuhan mengingatkan bahwa dunia ciptaan tidak boleh diperilah. Dan, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka duni ciptaan tercemar dosa. Kemudian Tuhan bekerja merancangkan keselamatan dalam diri Yesus Kristus. Karya terbesar Yesus di sepanjang hidup-Nya hingga salib mendatangkan kepastian keselamatan bagi seluruh ciptaan-Nya. Sekali lagi, Tuhan bekerja dengan mengutus Roh-Nya menolong setiap orang untuk bersaksi dan menjalani hidupnya di jalan Tuhan dengan setia.

Pemberitaan di Makus 4:26-29, kita bekerja sebagai penabur, perawat, dan penuai, telah melakukan pekerjaan sesuai dengan bagiannya. Kita bekerja sungguh-sungguh, mencucurkan air mata, bahkan sampai berkorban jiwa dan raga. Meskipun demikian, kita diajak untuk melihat bahwa sebenarnya Tuhan juga berkarya dengan menolong, memberkati, dan menjadikannya berhasil (Mrk. 4:27 dan 1 Kor. 3:6-7). Dia layak untuk disembah dan dimuliakan karena Dialah sesungguhnya yang memanggil, mengutus, dan memperlengkapi kita dalam melakukan setiap pekerjaan tersebut. Bahkan kesaksian Yohanes dapat ditiru yang mengatakan: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh. 3:30).
Saudara, Firman Tuhan minggu ini mengajak kita untuk melihat kebesaran Tuhan yang telah melakukan pekerjaan besar bagi dunia ini bahkan dalam hidup kita masing-masing. Kita diajak untuk bekerja siang dan malam untuk memberitakan kasih setia-Nya.

Nyanyian Sabat Tuhan ini mengundang kita menghargai Sabat Tuhan tidak hanya sekedar dalam ritus dan di hari Sabat saja, namun setiap hari undangan Tuhan untuk memberitakan kasih setia Tuhan. Pesta Gotilon telah kita rayakan bersama, terlihat bahwa Tuhan berkarya dalam setiap pekerjaan kita. Kita mohonkan agar semakin berlimpah kasih karunia-Nya atas kita semua. Dan semoga setiap jemaat dan keluarga bertumbuh menjadi orang benar, seperti pohon korma yang terus berbuah hingga masa tuanya, menyaksikan bahwa Tuhan itu baik, benar dan terus berkarya atas kita. Amin (Pdt. Rudi SM Pardede).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s