Daun pohon yang menyembuhkan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-10 : 1, Hupuji hupasangap Ho
Hupuji hupasangap Ho, Amang Pardenggan-basa!
Ai jadi-jadianMu do sude angka na masa.
Ditompa Ho do sasude dagingku ro di tondi pe, pinuji ma goarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 2 : 6-10 (Pagi)
Kel. 25 : 1-22 (Malam)

RENUNGAN
Wahyu 22 : 2 – Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

DAUN POHON YANG MENYEMBUHKAN

Hari ini adalah Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Perlu diperhatikan bahwa bumi ini sedang sakit. Suhunya memanas. Kita menyebutnya dengan global warming (pemanasan global). Akibat pemanasan global, banyak bencana terjadi.

Salah satunya ialah perubahan iklim: musim hujan dan musim kemarau tidak seteratur dulu. Ketika musim hujan tiba, sebagian daerah justru kekeringan. Begitu pula sebaliknya. Negara agraris maritim seperti Indonesia sangat bergantung pada iklim. Tanpa iklim yang baik, usaha pertanian tak akan mendatangkan hasil yang baik. Tahukah kita penyebab utama pemanasan global? Penggunaan bahan bakar fosil secara masif di seluruh dunia! Sisa pembuangan bahan bakar itu naik ke atmosfir bumi dan membentuk “selimut” sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi terperangkap di dalam “selimut” tersebut. Akibatnya, suhu bumi makin tahun makin naik. Hal ini diperburuk dengan tingginya laju deforestasi. Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia justru dimusnahkan demi memuaskan hasrat ekonomi manusia.

Isu lingkungan hidup itu adalah isu gereja, isu kekristenan. Kita tidak dapat dan tidak boleh mengabaikannya. Wahyu 22:2 ini sungguh menarik sekali. Ia berbicara tentang pohon kehidupan. Pohon yang berbuah. Pohon yang daun-daunnya bermanfaat untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Kita harus lebih banyak menanam dan memelihara pohon. Tanpa pohon kita akan kesulitan mendapatkan oksigen. Di sisi lain, kita pun harus bersuara untuk menentang pihak-pihak yang menghancurkan hutan, termasuk hutan di sekitar Danau Toba. Hutan adalah sumber kehidupan dan kesembuhan.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-64:1, Bila kulihat bintang
Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar. Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaan-Mu yang besar.
Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memuji-Mu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi,
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s