Bertobat menghasilkan perubahan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-481 : 1, Godang dope
Godang dope siguruhonon mi, asa tudos ho dohot Tuhan mi.
Sai tong na hurang hatigoran mi, so tuk dope haporseaon mi.
Dirim sambing dihaholongi ho, donganmu laos di halupahon ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Bil. 6 : 22-27 (Pagi)
Mar. 4 : 21-25 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 3 : 11 – Jawabnya : “Barang siapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barang siapa mempunyai makanan, hen-daklah ia berbuat juga demikian”.

BERTOBAT MENGHASILKAN PERUBAHAN

Bertobat, satu kata yang sering kita dengar. Mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Kata “bertobat” harus diikuti dengan perubahan atau pembaharuan dalam hidup: dari yang lama menjadi yang baru, baik dalam pikiran, perkataan dan tindakan.

Bagaimana pertobatan mempengaruhi pemahaman kita dalam hal memberi atau berbagi?

Secara iman Kristen, jika seorang telah bertobat, maka Roh Kudus akan menolongnya untuk menghasilkan buah-buah pertobatan (Gal 5:22-23). Nas hari ini mengajarkan bahwa salah satu buah pertobatan, yaitu: kemurahan. Kemurahan yang murni tidak lagi dibatasi oleh kesamaan, misalnya suku, bahasa, daerah dan lain-lain. Setiap orang yang bertobat orientasi hidupnya bukan hanya untuk menerima berkat Tuhan bagi dirinya sendiri, tapi juga membagikannya bagi sesama.

Pengalaman, pengakuan dan kesadaran akan kasih Tuhan yang mengampuni dosa-dosa kita, memberikan berkat dan keselamatan akan memampukan kita untuk lebih suka memberi dari pada menerima (Kis. 20:35). Roh Kudus akan menuntun setiap orang percaya untuk menggunakan dan mengelola setiap berkat dengan benar dan bertanggung-jawab terhadap Tuhan. Dengan demikian, setiap orang percaya dapat memberi dengan sukacita kepada sesama yang membutuhkan atau kekurangan tanpa merasa khawatir bahwa miliknya akan berkurang. Selain itu, setiap orang percaya yang memberi atau berbagi dengan tulus tidak akan mengharapkan balasan dari orang yang menerima. Percayalah bahwa ketika kita dapat memberi atau berbagi dengan sesama, Tuhan sedang memakai kita menjadi alat bagi-Nya sekaligus menuntun kita untuk semakin mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya. Sudahkah kita memiliki kemurahan atau keperdulian terhadap sesama? Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-256, Kita satu di dalam Tuhan
Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi,
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s