Bila engkau jatuh, bangunlah!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-17:4, Raja na tumimbul
Nasa na tumanda Tuhan Jesus Kristus sai endehon ma goarNa. Nasa na posea sai ringgas patulus na sinangkap ni Tuhanta .
Sai tongtong ingoton tongtong pujionta sogot Debatanta.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Sam. 16 : 14-18 (Pagi)
Yud. 1 : 17-25 (Malam)

RENUNGAN
Matius 26 : 75 – Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

BILA ENGKAU JATUH, BANGUNLAH!

Saudara-saudara, semua kita mengenal siapa Petrus. Dia salah satu murid Yesus yang paling dekat, tentu juga lebih menge-nal Yesus. Dalam beberapa kesempatan kedekatan itu ditunjukkan Petrus di depan umum. Istilah populer sekarang, Petrus berada dalam “ring satu” murid terdekat pada Yesus. Namun siapa sangka kalau pada akhirnya, Petrus yang katanya dekat dengan Yesus, orang yang kenal Yesus itu, dengan gampangnya mengatakan tidak kenal Yesus? Petrus dengan lantangnya mengatakan tidak kenal Yesus.

Apa yang mau kita renungkan dari kesaksian Kitab Suci ini, tentang pribadi Petrus ini?

Pertama: Orang yang dekat dan mengenal Yesus pun ternyata masih tetap menghadapi godaan dan dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit. Semua orang berpeluang bisa jatuh dan berdosa bila berhadapan dengan problema seperti ini. Petrus jatuh. Untuk itu, tetaplah terjaga, waspada, selalu siaga, jangan sepele, anggap remeh, dan merasa lebih beriman, dekat dengan Yesus, akhirnya jatuh juga. Situasi hidup kita pasti berubah-ubah, tapi iman harus tetap kokoh.

Kedua: Jika kita menyadari telah berdosa dan melakukan kejahatan, segerahlah datang kepada Tuhan mohon pengampunan, sebab Allah itu baik bagi semua orang. Seperti Petrus, dia menyesal dan mohon ampun kepada Tuhan. Kemudian, jangan pernah lagi melakukan dosa dan kejahatan, supaya jangan datang hukuman yang lebih berat lagi.

Ketiga: Penyesalan yang tulus akan mengubahkan hidup orang percaya, seperti Petrus. Tuhan tidak menutup pintu maaf padanya, Tuhan tidak membuangnya, justru Yesus menerimanya dengan kelemah-lembutan dan menyerahkan tugas mulia bagi yang bertobat.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-387 : 3, ‘Ku heran Allah mau memb’ri
‘Ku heran, oleh Roh Kudus ‘ku sadar dosaku,
dan dalam Firman kukenal siapa Penebus.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasa-Nya, Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hari-Nya kelak!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s