Kesatuan Orang Beriman


Minggu Rogate, 10 Mei 2015
Rogate artinya: Berdoa (Mazmur 66:20)

Bahan Renungan: Kisah Para Rasul 10:44-48
Petrus memiliki pandangan yang hampir sama dengan orang-orang Yahudi pada umumnya, yaitu keselamatan yang Allah berikan hanya dianugerahkan bagi orang Yahudi semata. Ia menguasai hukum orang Yahudi, ia setia kepada hukum dan pemahaman tersebut, sampai datangnya Roh kudus, ia masih memiliki pandangan yang sama. Namun peristiwa dipanggilnya Petrus agar ikut perjamuan dengan Kornelius telah merubah pandangannya tentang Ekslusifismenya terhadap Yahudi.

Ia mulai menyadari bahwa pekerjaan Allah melalui Roh Kudus tidak dapat dikurung hanya kepada satu bangsa saja. Peristiwa ini dimulai ketika Kornelius memberitahukan mimpinya kepada Petrus. Petrus memahami dengan baik, bahwa mimpinya bukanlah mimpi biasa, tetapi penyataan dari Allah terhadap Kornelius untuk menjadi percaya. Peristiwa turunnya Roh Kudus terhadap orang-orang di luar Yahudi ini membuat orang yang hadir pada saat itu tercengang. Hal ini menimbulkan banyak pemahaman baru, mungkinkah orang Yahudi bergaul dengan bangsa lain di luar Yahudi? Sedang mereka dilarang bergaul dengan bangsa diluar dari bangsa Allah. Tetapi bagaimana jika bangsa lain itu adalah orang yang percaya kepada Kristus dan Roh Kudus.

Hal yang sama juga sering terjadi di tengah-tengah Gereja. Kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak Gereja lahir dari Gereja kesukuan, atau tercipta di tengah-tengah adat dan tradisi yang berbeda. HKBP sebagai contohnya. Gereja yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah tradisi Batak. Sekalipun demikian, tidak ada satu Gereja pun yang mengklaim bahwa Gereja tersebut adalah Gereja suku. Konfessi HKBP sendiri mengatakan bahwa HKBP bukanlah Gereja suku, tetapi perkumpulan orang-orang percaya dari segala suku dan bangsa. Hal ini membuktikan, sekalipun ada adat dan istiadat yang berbeda di tengah-tengah manusia, tetapi karya Allah adalah universal yang terbuka kepada seluruh manusia tanpa memandang suku, ras dan antar golongan. Justru kehadiran Gereja harus membawa dampak persatuan kepada orang yang percaya, siapapun dia dan bagaimana pun dia. Setiap orang yang percaya haruslah memahami bahwa kita telah di panggil Allah untuk mengikut Dia, dan kita telah diangkat menjadi Anak-Nya. Selaku anak, tidak ada pembedaan di dalamnya, karena setiap orang yang percaya sekalipun berbeda suku, ras dan antargolongan, tetapi kita satu di dalam doa, yaitu dimampukan untuk memanggil ABBA (Bapa). Amin. (Pdt. Kadir Manullang- HKBP Taman Adyasa)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s