Amin itu Pasti


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-471 Hupillit Jesus Donganki
Hupilit Jesus donganki lao mangoloi Ibana.
Nang muruk pe torop didi labangku do Ibana.
Di Ho ngolungku ro diajalhu Jesus di Ho au, mate, mangolu.
Di Ho ngolungku ro diajalhu Jesus di Ho au, mate, mangolu.

PEMBACAAN FIRMAN, Imamat 13:1-17

Yudas 1:22
Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.

Amin itu Pasti

Seorang yang percaya mendengar bahwa ada temannya masuk rumah sakit karena sakit keras. Dokter telah berusaha, tetapi dokter tiba pada ungkapan: “semua berserah kepada Allah saja”. Mendengarkan berita itu, ia bersama teman-temannya berniat untuk mengunjunginya ke rumah sakit. Mereka bersama-sama berdoa dan di dalam doanya, dia memohon: “Tuhan, kami yakin Engkau memberikan kesembuhan kepada saudara kami ini.

Karena itu tanpa ragu kami datang kepada-Mu untuk meminta kesembuhan”. Setelah selesai berdoa, mereka beranjak hendak pulang ke rumah masing-masing. Dalam perjalanan, seorang dari rombongan tadi bertanya: “menurutmu bagaimana sakit teman kita itu?” Menurut saya: “Sepertinya sudah tidak ada harapan, ia tidak akan sembuh!”

Hal yang sama sering sekali terjadi dalam kehidupan kita, terkadang dalam doa kita berkata dengan pasti bahwa Allah akan mengabulkan doa kita, tetapi selesai berdoa, kita justru orang pertama sekali yang ragu akan hal tersebut. Sebagai orang-orang percaya, Firman Tuhan mengajak kita untuk tidak sekalipun meragukan karya Allah. Orang yang berkata “amin” namun masih ragu, dialah orang yang perlu untuk “dikasihani”. Bahkan dalam sikap manusia pun, Allah tidak meminta orang percaya untuk ragu sedikitpun. Artinya, sekali berserah kepada Allah, maka jangan ragu dan beralih kepada ilah lain. Why. 3:16 berkata dengan keras, bahwa orang yang ragu dan tidak memiliki pendirian yang tetap tidak akan mendapatkan tempat di hati Allah. “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. Allah menginginkan setiap orang yang percaya harus memiliki sikap, pendirian dan pemikiran yang pasti. Dengan kepastian itulah, maka kita dimampukan untuk memberikan kepastian kepada orang lain. Dengan demikian kita mampu untuk mengasihani orang yang hidupnya dalam keraguan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI : KJ-410:1 Tenanglah kini Hatiku
Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku. Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tangan-Nya.Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s