Jaminan Hidup


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 74:2 Sai marlas ni roha hita
Tuhan Jesus do Rajanta na mangomgom sasude niramotan ni tanganNa do luhut parhosa pe; molo lao hataNa i ndang tarbaen so saut be i; sai na tulus do nidokNa di saluhut manisia.

PEMBACAAN FIRMAN, Gal. 5:2-15

Ayub 17:3
Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi-Mu sendiri! Siapa lagi yang dapat membuat persetujuan bagiku?

Jaminan Hidup

Sebuah film yang berjudul “TITANIC” pernah hits dalam dunia perfilman. Film yang diangkat dari kisah-nyata tersebut memberikan gambaran yang jelas bahwa apapun, siapapun dan di manapun akan tetap menghadapi kematian. Kapal yang dibangun dengan megahnya dan menghabiskan dana yang tidak sedikit, bahkan digembor-gemborkan sebuah kapal yang tidak dapat tenggelam (dikatakan di awal film “bahkan Tuhan pun tidak mampu menenggelamkannya”),

ternyata tenggelam hanya dalam waktu dua jam. Namun film tersebut memberikan pelajaran yang begitu berharga. Tokoh utama dalam film tersebut memberikan pesan “agar setiap detik menjadi berharga”. Ini adalah pesan untuk sebuah kehidupan yang baru. Ketika kapal tersebut diambang karam, seorang pegawai kapal berkata:“Tidak ada yang dapat menjamin kita dapat hidup, tidak juga uang ini”, pesan ini disampaikan sebelum ia menembakkan kepalanya sendiri dan bunuh diri. Situasi manusia yang berada pada dua pintu digambarkan dengan baik, pintu kematian atau pintu kehidupan.

Gambaran yang sama terjadi dalam diri Ayub. Dia diperhadapkan pada dua pintu, pintu kehidupan atau kematian. Namun dalam imannya, ia meminta jaminan kepada Allah, yaitu kasih setia Allah sendiri. Ayub mengetahui melalui imannya, bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang penuh kasih. Ia tidak menjaminkan uangnya, hartanya atau orang-orang terdekat dengannya. Justru ia menjaminkan hidupnya kepada Allah sendiri, sebab Allah adalah Allah yang menepati janjiNya, dan tidak ingkar atas firmanNya. Iman inilah yang meneguhkan Ayub, sehingga sekalipun orang lain berkata bahwa ia bodoh, hartanya habis, bahkan orang-orang meninggalkannya, tetapi dengan penuh keyakinan, Ayub tetap dalam perinsipnya kepada Allah. Firman Tuhan mengajak kita untuk menjaminkan kehidupan kepada Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI : KJ 402:1 Kuperlukan Juruselamat
Kuperlukan Jurus’lamat, agar jangan ‘ku sesat; s’lalu harus kurasakan
bahwa Tuhanku dekat. Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s