Perkataanmu adalah hidup yang kekal


Yohanes 6:66-68
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 361:1 Na Denggan Situtu Do
Na denggan situtu do mamuji Debata, Jahowa na sun timbo na sai tongtong basa
Denggan do paboahon manogot asiMi, bodari mangendehon burjuM nang sintongMi.

PEMBACAAN FIRMAN : 1 Petrus 1:1-12

PERKATAANMU ADALAH HIDUP YANG KEKAL

“Mari, ikutlah Aku.” Perkataan inilah yang diucapkan oleh Yesus memanggil para muridNya. Yesus tidak memakai sikap otoriter, intimidasi untuk memanggil para muridNya dan tidak memberikan janji-janji muluk tentang kebahagiaan mengikutiNya.
Dalam ajaranNya Yesus berterus terang memberitahukan penderitaan dan syarat untuk mengikuti Yesus, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, ditolak dan dibunuh namun akan bangkit sesudah tiga hari. Yesus menegaskan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” ‘Mau” berarti: rela dan bersedia untuk menyangkal diri, buka mempertahankan diri atau menyelamatkan, mencintai diri dan menyangkal Yesus. Pengikut Yesus harus siap memikul salibnya, menderita karena Yesus.

Yesus membongkar rahasia kebenaran hidup yang kekal melalui tanda mujizat itu secara berulang-ulang. “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, roti yang Kuberikan ialah dagingKu untuk hidup dunia” (bnd. Yoh. 2:19). Perkataan Yesus tidak dimengerti orang banyak, karena mereka hanya memikirkan hal sia-sia, duniawi, kenikmatan, kebahagiaan sesaat. “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal…” Perkataan Yesus dinilai sangat keras karena yang dikatakan Yesus adalah tentang roh dan hidup. Karena Rohlah yang memberi hidup dan daging sama sekali tidak berguna. Orang banyak mengundurkan diri, bahkan iman para murid tergoncang. Bagaimana dengan kita? Mana prioritas hidup kita, firman hidup atau jabatan, harta, kenikmatan, kebahagiaan sesaat? Apakah kita akan tetap mengikut Yesus dengan terus bersaksi? FirmanNya adalah hidup yang kekal. “Akulah roti hidup, Akulah air kehidupan, Akulah Gembala yang baik, Akulah jalan, kebenaran dan hidup…” Amin!

BERDOA

BERNYANYI KJ. 49:5 FIRMAN ALLAH JAYALAH
Firman Hidup yang kudus, berkuasalah terus
Hingga dunia yang gelap lihat fajar gemerlap.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s