Dasar yang kuat


1 Korintus 3:11
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI KJ. 332:2 KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmatNya tiap jam. DiangkatNya bila aku jatuh, dihalauNya
musuhku kejam. Yang namaNya Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi
mengimbangi duka dengan suka dan menghibur yang sedih.

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 45:18-25

DASAR YANG KUAT

Kita mungkin bertanya-tanya dari sekian banyak simbol Kristen yang sering kita lihat, mengapa ada simbol jangkar. Simbol jangkar ini sering diartikan sebagai “pengharapan”. Sepintas kita akan berkata: “ya, saya mengerti”. Tetapi jika kita meneliti lebih dalam lagi, mengapa jangkar itu memiliki arti pengharapan, tentu kita sulit untuk memahaminya. Namun hal ini tidaklah sulit, ketika badai di laut datang, para nahkoda akan mematikan mesin kapalnya, lalu diwaktu yang sama mereka akan melepaskan jangkarnya ke dasar laut.
Artinya, kapal tersebut akan diam, hanya akan mengikuti gelombang yang datang, namun posisi kapal akan tetap, karena jangkar hanya dilepaskan ke dasar laut, sebab di dasar laut ada pegangan yang kokoh, sambil berharap akan keselamatan. Namun jika kita simak lebih dalam, kehidupan manusia juga memiliki hal yang sama. Tetapi sering sekali ketika gelombang kehidupan datang, kita tidak melepaskan jangkar kita. Alhasil, kita terombang-ambing diatas gelombang kehidupan. Lalu ketika badai itu berlalu, kita menyadari, bahwa kita telah terlempar jauh dari posisi semula, karena kita tidak mempautkan jangkar kita untuk berpegang kepada dasar kehidupan yaitu Kristus.

Kita mengetahui serta memahami, bahwa Kristus adalah sumber dari kehidupan, sebab kita yang seharusnya sudah mati karena dosa, tetapi telah memperoleh hidup melalui penebusanNya di kayu salib. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kita adalah manusia yang logis, maka ketika kita mengalami pergumulan, kita sering mengandalkan logika kita dalam menyelesaikan pergumulan. Saat ini, Firman Tuhan menyadarkan kita, bahwa sebagai orang yang percaya sesungguhnya kita telah menemukan dasar yang tetap itu. Tetapi Ia menantikan jangkar kehidupan kita untuk berpegang kepadaNya. Sebab di dalam Dia ada pengharapan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI BE. 736:5 JESUS HAPOSANKU
Jesus do Tuhanku, parsigantunganku, Jesus do ojahan ni haporseaon
Ndada au tahutan nang di parmaraan, Jesus do Tuhanku parsigantunganku.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s