TUHAN SANG GEMBALA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

Pembacaan Firman
Pagi : Matius 25:1-13.
Malam : Wahyu 21:9-27.

Renungan: Yehezkiel 34:22.

Maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.

Setiap manusia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya sesuai dengan keberadaan dirinya . Setiap tugas yang dilakukannya baik sebagai seorang anak , pelajar, orangtua, guru, pekerja, hamba Tuhan dan sebagainya, kelak kita harus mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan seperti tertulis dalam Roma 14:12 “ Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah”. Betapa malunya kita di hadapan Tuhan bila selama hidup di dunia kita tidak melakukan apa-apa bagi Tuhan , padahal Tuhan telah memperlengkapi kita dengan karunia dan talenta yang bermacam –macam. Godaan duniawi sering membawa kita jauh dari Tuhan sehingga setiap perkataan , perbuatan , sikap dan bahkan pikiran kita justru tidak menjadi berkat bagi orang lain terutama untuk Menjadi Kemuliaan Tuhan. Semua itu yang haruslah kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Kalau hari ini kita tergerak untuk berbuat kebaikan bagi orang lain , entah melalui senyum, ucapan, kasih yang menolong, lakukanlah dan jangan tunda sampai besok, karena setiap hari ada berkatnya sendiri dari Tuhan. Rasul Petrus berkata: “ Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya”. (1 Pet 5: 10). Siapkah kita untuk mempertanggungjawabkan semua tugas kita di dunia di hadapan Tuhan kalau hari ini kita meninggal ? Jangan tunda lagi apapun yang kita lakukan dengan dasar untuk Kemuliaan Tuhan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 197:1-2. Na marmahani hita
Na marmahani hita parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan na lilu do sude, na lilu do sude.

Doa Bapa kami – Amin.

PENGAMPUNAN YANG TIDAK TERBATAS


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 19:15-29.
Malam : 2 Tesalonika 1:3-12.

Renungan: Yehezkiel 20:44.

Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Berbicara mengenai pengampunan tentunya tidak pernah terlepas dari kehidupan ini, karena setiap kita pasti pernah merasakan disakiti ataupun dilukai oleh orang lain. Saat diri kita dikecewakan atau disakiti oleh orang lain, tentunya ada keinginan untuk membalas, namun firman Tuhan mengatakan bahwa pembalasan itu adalah hak Tuhan. Tuhan juga memerintahkan supaya kita dapat mengampuni 70×7 kali. Artinya, pengampunan itu tidak pernah terbatas oleh apapun juga. Walau memang tidak mudah untuk mengampuni, namun kita harus belajar untuk dapat memberikan pengampunan sebab jika kita tidak mengampuni maka Bapa di Surga juga tidak akan mengampuni kita. Kalau Tuhan saja tidak lagi mengingat-ingat kesalahan kita, masakan kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain? “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat 6:14-15). John F. Kennedy (Presiden ke-35 AS) pernah mengatakan, “Ampunilah musuh-musuhmu, tetapi jangan lupakan nama mereka.” Musuh-musuh yang dimaksud adalah orang yang menyakiti, namun kita harus mengampuni dan tetap mengingatnya sebagai teman, bukan melupakan mereka. Jika Tuhan mengampuni dan tidak membalaskan kejahatan kita, maka marilah kita saling mengampuni! Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 194:3. Aut so asi rohaM
Anggiat ma holong, rohangku sai tongtong, burju tu Ho
Sai dongananMu au manang tu dia lao, sonang tutu.

Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 19:1-7
Malam : Kisah P Rasul 20:17-28.

Renungan: Hakim-hakim 6:23-24.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati. “Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

Tuhan memanggil Gideon untuk menjadi alat-Nya, untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan bangsa Midian. Tapi Gideon merasa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tugas itu. Dia merasa bahwa dia berasal dari kaum yang tidak punya pengaruh di kalangan umat Israel, dan juga dia merasa masih terlalu muda. Tetapi Tuhan tidak membutuhkan orang yang punya kemampuan tinggi atau punya latar belakang yang hebat. Tuhan hanya membutuhkan seorang yang siap untuk dipakai-Nya. Gideon berjuang meruntuhkan mezbah Baal sehingga dia disebut dengan Yerubaal. Di saat orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan pada masa itu maka hukuman dari Tuhan tidak terelakkan. Mereka ditawan orang Midian, dan mengalami kemelaratan (6:1-6). Hal itu menjadikan mereka berteriak minta tolong kepadaNya. Tuhan itu Mahabaik, karena dia mau memberikan pertolongan kembali kepada bangsa Israel. Kemauan untuk mengharap pertolonganNya menjadikan bangsa Israel terselamatkan, dan itu diberikan-Nya melalui kehadiran Gideon. Ada pemahaman bahwa orang yang berjumpa dan melihat Tuhan akan mati oleh karena kekudusan Tuhan. Namun, itu tidak berlaku bagi orang pilihan Tuhan, karena Dia adalah keselamatan. Orang yang berjumpa dengan Tuhan tidak akan mati, namun sebaliknya akan hidup dan terselamatkan. Dengan demikian kita juga diajak untuk mencari Tuhan di dalam kehidupan kita sehingga kita terselamatkan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

Kantate


Nyanyikanlah Nyanyian Baru Bagi Tuhan (Mazmur 98:1)

Topik: Beribadah Kepada Tuhan Dengan Setia
(Marsomba tu Jahowa dibagasan Hasatiaon)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Esra 6:13-18
Ep. 2 Timoteus 2:1-7

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Kedua: “Kantate”
“Canticum Cantate Domino Canticum” ini adalah seruan kedua yang berarti “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan”. Seperti yang ditegaskan dalam minggu sebelumnya, bahwa hak ini tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Perubahan pola kehidupan harus terjadi, baik sikap, perkataan dan perbuatan, seluruhnya harus ada perubahan. Itu sebabnya dalam Minggu ini diserukan: “nyanyian baru”. Pernyataan nyanyian baru ini bukan bermaksud menciptakan lagu, tetapi lebih merujuk kepada pola kehidupan yang baru. Dalam liturgi HKBP, nyanyian persembahan yang sering di kumandangkan adalah sebuah cantata yang merujuk kepada jiwa dan tempo. Sebagai nyanyian yang bertempo cantata, tentunya BE. No. 204:2 ini harus dinyanyikan dengan semangat dan hentakan kegirangan, bahwa seluruh sendi kehidupan harus menjadi baru sebab karya dan berkat Allah telah diberikan kepada manusia. Demikian juga dengan jiwa yang tertuang dalam nyanyian persembahan tersebut, bahwa apa yang ada pada hidup kita, yaitu seluruh segi kehidupan adalah milik Allah semata, dan semua itu diserahkan kembali kepada Allah. Artinya, ketika Tuhan yang mengatur hidup kita, maka setiap hari, kita hidup dalam kehidupan yang baru. Kehidupan baru ini diungkapkan dalam bentuk nyanyian. Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20).

SETIALAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 364:1. “Berserah kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku
Ku kasihi, ‘ku percaya, ‘ku ikuti Dia t’rus
Aku berserah, aku berserah
KepadaMu Jurus’lamat aku berserah.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 2:19-25.
Malam : Kisah P Rasul 13:1-15.

Renungan: Yeremia 8:4.

Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

Setiap manusia pasti menginginkan hasil yang terbaik dalam hidupnya, karena itu setiap manusia yang gagal akan kembali berusaha untuk memperbaiki kegagalannya dan mengusahakan keberhasilan. Sama halnya dengan seorang anak yang belajar merangkak, akan terus berusaha sampai bisa, bahkan sampai berjalan meskipun dalam prosesnya banyak waktu terjatuh hingga merasa kesakitan. Namun rasa sakit itu akan terbayar jika sudah berhasil, dan rasa sakit itu tidak akan dirasakan kembali. Setia dalam proses adalah kunci dari keberhasilan itu, meskipun banyak tantangan yang menghalangi sampai kepada tujuan. Dalam nats ini, TUHAN juga mengingatkan bangsa Israel agar setia dalam proses kehidupan, setia kepada TUHAN. Kesetiaan itu harus ditunjukkan dari ibadah yang dilakukan dan dampak dari ibadah itu dalam kehidupan sehari-hari, namun nyatanya mereka beribadah kepada TUHAN tetapi menindas orang disekitarnya (Yer .7:3, 7, 13, 15). Bukan hanya itu mereka juga percaya akan tahayul (Yer.7:16-20) sehingga ibadah mereka tidak diterima oleh TUHAN bahkan hukuman menjadi bagian hidup bagi mereka. Mereka dikalahkan oleh kerajaan Babel sehingga Yerusalem diporakporandakan. Oleh sebab itu TUHAN akan tetap menghukum mereka apabila tidak memperbaiki tingkah lakunya, namun apabila mereka kembali kepada Tuhan, maka TUHAN sendiri akan kembali mengangkat mereka. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 171:1. Tandai ma au
Tandai ma au, sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku. Olo ditanda Ho au Debata

Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA DI DALAM TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 299:1. “Bersyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 3:15-18.
Malam : Kisah P Rasul 10:9-20.

Renungan: Mazmur 4:8.

Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

Dalam nats ini Pemazmur sedang menghadapi suatu masalah, Pemazmur berseru kepada Allah sebab pemazmur telah mengalami, merasakan dan tetap mengingat bagaimana Allah telah menolong dia. Allah memberikan kelegaan ketika dia mengalami kesesakan. Allah memberi sukacita melebihi kelimpahan gandum dan anggur. Pengalaman iman pemazmur ini menuntun kita dalam menyikapi masalah kehidupan. Walaupun pemazmur mengalami tekanan dan masalah atas perbuatan musuh namun ia tidak menghadapinya dengan amarah atau membalas dengan tindakan kejam. Justru sepertinya pemazmur menasehati agar mereka bisa menguasai diri. Walaupun ada kesukaran, tantangan dan penderitaan hidup namun pemazmur memiliki ketenangan hati, kedamaian jiwa, kegembiraan karena pemazmur percaya dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Bagi pemazmur, Tuhan adalah perisainya sebagaimana dinyatakan dalam invocatio : Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Bersama Tuhan ia tenang. Dalam kehidupan kita sehari-hari seringkali kita sibuk memikirkan perilaku orang lain yang tidak berkenan di hati, akibatnya kita sulit tidur dan badan menjadi kurus kering bahkan meluapkan emosi kearah yang tidak benar. Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa orang percaya harus mampu mengendalikan diri. Siapakah yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Pemazmur menyerahkan kekhawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya selain yang berkuasa atas kehidupan. Sukacita yang sejati hanyalah didalam Tuhan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolua au
Na basa do rohaM di au, o Jesus Tuhanki,
di ihuthon Ho au tu na dao mambuat rohangki

Doa Bapa kami – Amin.

DILENGKAPI OLEH ROH ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya,
aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar.
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus
aman pelukanNya, dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 2:1-14.
Malam : Kisah Para Rasul 8:34-40.

Renungan: Mazmur 51:14.

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Nas ini menceritakan dosa yang dilakukan Daud yaitu melakukan perzinahan dengan merancangkan pembunuhan Uria, karena Daud menginginkan Betsyeba isteri Uria. Nabi Natan menegur Daud dengan menggunakan kisah orang kaya dan orang miskin (2 Sam 12:1-7). Orang kaya ini merampas satu-satunya anak domba yang dimiliki oleh si miskin. Kisah yang menggambarkan ketidakadilan ini membuat Daud sangat marah! Secara spontan ia mengatakan bahwa orang kaya ini harus dihukum mati. Orang kaya ini juga harus mengganti anak domba itu empat kali lipat! Pada saat itulah nabi Natan mengatakan: Engkaulah orang itu! Nabi Natan membongkar dosa Daud yang selama ini berusaha ia tutupi. Lalu apa respons Daud? Aku telah berdosa kepada Tuhan. Daud sungguh-sungguh memohon pengampunan Allah dan ada juga keinginan yang kuat untuk meminta agar dibangkitkannya kembali kegirangan yang selama itu telah hilang akibat kesedihan dari rasa bersalah Daud kepada Tuhan. Dan satu hal yang menarik, di puncak pertobatannya tesebut, ia memohon agar Tuhan memperlengkapi dirinya dengan roh yang rela atau hati. Apakah kita juga berani mengakui dengan jujur segala kesalahan yang telah kita lakukan? Atau berpura-pura hidup benar? Pengakuan dosa ini menjadi langkah awal bagi kita untuk dipulihkan oleh Allah, pengakuan yang jujur di hadapan Tuhan, sebab tangan Tuhan selalu terbuka untuk memberikan pengampunan dan pemulihan bagi kita. Janganlah merencanakan kejahatan dengan berusaha menutupinya, sebab di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

Doa Bapa kami – Amin.