DIKELILINGI RANTAI MAUT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Korintus 11:23-32
 Malam : Keluaran 12:24-28

03. Renungan: Mazmur 116:3.
Tali-tali maut telah melilit aku dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan kasih pemazmur kepada Tuhan. Penulis mazmur ini memiliki pengalaman lepas dari maut. Itulah yang dia tuangkan dalam mazmur syukur ini.. Kasih yang merupakan respons pemazmur terhadap pertolongan Tuhan yang nyata pada waktunya. Dua kali pemazmur menyebut dirinya dalam keadaan terancam maut. Pemazmur ketakutan, merasa sangat lemah dan tertindas. Pemazmur pun berseru minta tolong. Tuhan mendengar jeritannya dan menolong dia lepas dari situasi yang sangat mengerikan tersebut. Pertolongan Tuhan membuat hati pemazmur menjadi teduh. Dunia jaman sekarang ini dipenuhi berbagai rantai maut yang kapan saja bisa mencengkeram kekuatan iman orang percaya, apalagi dengan pesatnya perkembangan jaman oleh berbagai tehnologi canggih yang juga dengan mudah dapat membentuk rantai maut hingga dapat menggoyahkan penerapan iman dalam menjalani hidup. Untuk itulah dalam belenggu kesesakan hidup kita marilah selalu berseru kepada Tuhan saja, hanya kepada Tuhan sajalah yang menjadi kekuatan dan padaNya ada harapan sehingga apapun permasalahan, kesulitan dan keadaan yang menghimpit hidup kita, marilah kita datang kepada Tuhan saja yag menjadi landasan iman hingga kita tidak lagi berkutat dalam belenggu maut, melainkan memperoleh kehidupan yang pasti. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERTOLONGAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 50:4-9a
 Malam : Yohanes 13:1-17

03. Renungan: Mazmur 70:6
Tetapi aku ini sengsara dan miskin ya Allah, segeralah datang ! Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang!

Mazmur ini tergolong dalam salah satu mazmur ratapan karena di dalamnya ada seruan meminta pertolongan Allah, yang oleh Daud meminta Allah segera menolong dan menyelamatkannya dari maut. Landasan kegembiraan Daud adalah Allah. Sebab, Allah tidak mengecewakan orang yang sungguh-sungguh mencari dan berharap kepada-Nya. Karena karya Allah hadir dalam kehidupan mereka. Dalam sukacitanya, Daud merendahkan diri di hadapan Allah. Ia mengungkapkan dirinya sebagai manusia fana dan miskin. Kefanaan Daud membuat dirinya memusatkan hidup dan keselamatannya pada Allah. Tanpa arogansi dan pemaksaan kehendak, Daud menyerahkan semua keputusan kepada Allah. Ia percaya bahwa pertolongan Allah tepat pada waktunya. Nats ini mengingatkan kita agar selalu berpengharapan akan pertolongan Tuhan saja, Allah kita adalah segalanya. Ia tahu segala yang ada pada kita. Bahkan di dalam Lukas 12:7 dikatakan “bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya”. Tidak ada yang terlepas dari pandangan Tuhan kepada kita. Belum lagi jika kita melihat kasih yang tak terhingga dari Allah kita. Ia rela menebus kesalahan dan dosa kita dengan karya Yesus di kayu salib. Adakah kasih yang lebih besar dari kasih Allah kita di dunia ini? Oleh karena itu jangan pernah lagi meragukan kebesaran dan keagungan Allah, intinya berpengharapan yang penuh terhadap pertolongan Tuhan saja. Sebab pertolongan Tuhan adalah yang terbaik dan jangan pernah meragukannya.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SALIB LAMBANG KEKUATAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 49:1-7
 Malam : Yohanes 12:20-36

03. Renungan: 1 Korintus 1:18.
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah

Setiap malam, Howard dan Mel sering mengunjungi bar-bar murahan di wilayah Grand Rapids, Michigan untuk melewatkan satu hari lagi yang menyedihkan. Akhirnya, karena terlalu kecewa oleh hidupnya yang sia-sia, Mel naik kereta ke Chicago, tempat yang diharapkannya dapat mengakhiri semua itu. Akan tetapi, saat ia berjalan dengan bertelanjang kaki di tengah badai salju di Chicago tahun 1897 untuk bunuh diri di Danau Michigan, ia dihentikan oleh seorang pekerja dari Pacific Garden Mission. Mel masuk ke dalam gedung, mendengarkan Injil, dan menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya. Kemudian, Mel kembali ke Grand Rapids untuk merintis sebuah misi. Howard mendengar bahwa Mel diselamatkan dan tidak mabuk-mabukan lagi. Namun, bukannya percaya kepada Yesus, Howard justru hanya menertawakan “Mel Tua”. Baginya, “pemberitaan tentang salib … adalah kebodohan” (1 Korintus 1:18). Akhirnya, Howard menelan akibat dari kebiasaannya mabuk-mabukan, dan ia pun bunuh diri.
Lebih dari seratus tahun kemudian, Lembaga Misi Mel Trotter masih menyambut orang-orang yang memerlukan tempat tinggal dan yang membutuhkan Yesus. Dan seratus tahun kemudian, keluarga kami masih berduka atas kematian Howard. Ia adalah kakek dari istri saya. Seperti Mel dan Howard, kita pun mempunyai pilihan. “Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya” (Yoh 3:36. Jalan salib adalah jalan yang dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia. Kematian Kristus di kayu salib menjadi korban penghapusan dosa yang sekali untuk selamanya demi menyelamatkan manusia. Manusia berdosa adalah budak dosa dan manusia diperhamba dosa, karena itu Kristus telah menebus kita dari perhambaan dosa dan kita menjadi milik Kristus. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paian ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIPANGGIL MENJADI TERANG


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 285:1. “Tuhankulah Gembalaku”
Tuhankulah Gembalaku; olehNya ‘ku ten’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 36:5-11
 Malam : Ibrani 9:11-15

03. Renungan: Yesaya 42:6.
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa

“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkan-nya kepadamu.” Yesaya 42:6 menegaskan panggilan Allah bagi Israel, yang tentu juga berlaku bagi gereja, “Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.” Undangan untuk menjadi terang ini paralel dengan Yesaya 49:6, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Hendaklah kita yang percaya kepada Yesus Kristus membawa terang dalam kondisi dunia yang berubah-ubah. Maka segala bangsa akan melihat terang itu, seperti perkataan nabi Yesaya “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” (Yes 9:2). Tugas kita sekarang adalah menjadi pemberita-pemberita kabar baik. Hanya melalui Sang Hamba semua manusia dapat datang dan menyembah Allah satu-satunya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 231 Ida hinadenggan ni
On ma na di rohangki. Jesus ima Tuhanki
Mago pe portibi on, tu Ibana rohangkon

06. Doa Bapa kami – Amin.