Arsip Kategori: Ibadah Harian

PELAYAN YANG RENDAH HATI


Saat Teduh……….

Nyanyian KJ. No. 235:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 12:35-40.
Malam : 2 Tesalonika 2:1-5.

Renungan: Yohanes 13:9.

Kata Simon Petrus kepadaNya: “ Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku.

Kegiatan membasuh kaki sudah menjadi tradisi bagi orang Yahudi yang dilaksanakan oleh budak kepada tuannya ataupun tamu dari tuannya tersebut. Ini bertujuan agar orang yang berkunjung kerumah dan tuan yang memiliki budak itu merasa dihormati. Itulah yang kemudian dilaksanakan Yesus kepada murid-muridNya. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya bagaimana mengaktualisasikan keteladanan dan kerendahan hati. Dalam nas ini, Petrus memahami bahwa menjadi murid Yesus syaratnya harus menjadi bersih, karena itulah ia meminta kepada Yesus agar ikut dibasuh tangan dan kepalanya. Bukan Yesus tidak mau membersihkan tangan dan kepala Petrus, namun Yesus menegaskan bahwa semua sudah diselamatkan dan telah menjadi milik Kristus, sehingga tidak perlu dibasuh seluruhnya, cukuplah kaki. Ini bertujuan menjelaskan tentang bagaimana Yesus berkorban untuk menebus manusia dari dosa. Perbuatan kasih dilandasi dengan kerendahan hati. Kerendahan hati ini berangkat dari rasa syukur atas anugerah Tuhan. Allah memerintahkan kita untuk menjalani kehidupan ini dengan meneladani Dia dalam perkataan dan perbuatan. Firman Allah menjaga kaki kita agar tidak menyimpang seperti yang dikatakan Pemazmur “FirmanMu itu pelita bagi kaki dan terang bagi jalanku” (Maz. 119:105). Sudahkah kita hidup dalam kuasa Firman? Kalau belum, segeralah hidupi dan jadilah teladan bagi sesama. Amen.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

Doa Bapa kami – Amin.

UMAT YANG RENDAH HATI


Saat Teduh……………

Nyanyian NKB. No. 3:1. “Terpujilah Allah”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar
Sehingga di b’rilah PutraNya kudus, mengangkat manusia serta menebus
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 8:15-22.
Malam : Lukas 12:6-12.

Renungan: Zefanya 3:12.

Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan.

Orang yang rendah hati memiliki sikap bijak, dan memposisikan dirinya tidak lebih penting, lebih tinggi, lebih pintar, lebih benar dari orang lain. Salah satu ciri dari orang yang rendah hati adalah mau mendengarkan pendapat, saran dan juga kritikan dari orang lain. Sikap yang mau diajarkan adalah karakter dasar dari kerendahan hati. Sebaliknya sikap yang angkuh dan sombong cenderung membenarkan diri sendiri, merasa diri benar dan tidak mau diajar. Orang yang rendah hati mencari perlindungan dari Tuhan! Itulah sebabnya Tuhan memanggil orang-orang yang biasa (Kisah 4:13) untuk menjadi alatNya, karena perlu kerendahan hati untuk mengenal dan memahami jalan-jalan Tuhan. Keterbukaan untuk mau belajar adalah salah satu karakteristik paling berharga yang perlu dimiliki seseorang. Sebab itu Allah menunjukkan jalan kepada orang yang rendah hati yang dianggap lemah oleh dunia ini. Tuhan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati karena orang-orang yang demikian adalah orang yang mau diajar, dikoreksi dan diluruskan jalan-jalannya. Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Luk.18:17). “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” (1 Pet 5:5-6). Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 207:3. Sai tiop ma tanganku
Ianggo hasusaan godang do i, alai panghilalaan sonang do i.
Na tiur do rohanku nangpe holom, ni ida ni matangku di tano on.

Doa Bapa kami – Amin.

JIWAKU BERHARAP KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

Pembacaan Firman
Pagi : Matius 7:24-29.
Malam : Amsal 30:7-10.

Renungan: Mazmur 42:7.

Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepadaMu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon dari gunung Mizar.

Setiap orang tidak luput dari persoalan hidup. Masalah dan penderitaan itu datang bukan karena dicari, bahkan ia begitu saja datang tanpa diundang; sekalipun kita berusaha untuk lari menghindarinya pada  akhirnya ia menghampiri hidup kita. Ketika merasakan tekanan hidup, rasa kuatir dan rasa takut maka setiap orang berusaha mencari jalan keluar. Mulai dari cara yang wajar hingga yang tidak wajar; mulai dari yang manusiawi hingga korbankan sesama manusia. Ternyata, pengalaman ini juga dirasakan oleh pemazmur. Masalah dan  tekanan datang sehingga ia merasa jiwanya menjadi gelisah dan tertekan. Tetapi Pemazmur memberikan contoh bagi kita. Di saat ia sedang  mengalami tekanan yang luar biasa kuat dalam dirinya ( ay.7), ia justru teringat kepada Tuhan. Fokus  pemazmur bukan pada masalah itu, tetapi sebaliknya kepada Tuhanlah ia mohon pertolongan. Pemazmur sadar bahwa satu-satunya tempat yang tepat untuk berkeluh kesah dan memohon perlindungan hanyalah kepada Tuhan. Belajar dari pemazmur, marilah kita mengingat dan berharap hanya kepada Tuhan ketika menghadapi persoalan hidup. Dengan mengingat dan berharap kepada Tuhan kita akan mendapat kekuatan untuk menjalani kehidupan. Kita memiliki Allah yang penuh kuasa dan berdaulat yang mampu menjawab setiap pergumulan kita. Ia setia menolong dan menopang kehidupan yang kita, dan Yesus sendiri berkata “Marilah kepadaKu, Semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN SANG GEMBALA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

Pembacaan Firman
Pagi : Matius 25:1-13.
Malam : Wahyu 21:9-27.

Renungan: Yehezkiel 34:22.

Maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.

Setiap manusia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya sesuai dengan keberadaan dirinya . Setiap tugas yang dilakukannya baik sebagai seorang anak , pelajar, orangtua, guru, pekerja, hamba Tuhan dan sebagainya, kelak kita harus mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan seperti tertulis dalam Roma 14:12 “ Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah”. Betapa malunya kita di hadapan Tuhan bila selama hidup di dunia kita tidak melakukan apa-apa bagi Tuhan , padahal Tuhan telah memperlengkapi kita dengan karunia dan talenta yang bermacam –macam. Godaan duniawi sering membawa kita jauh dari Tuhan sehingga setiap perkataan , perbuatan , sikap dan bahkan pikiran kita justru tidak menjadi berkat bagi orang lain terutama untuk Menjadi Kemuliaan Tuhan. Semua itu yang haruslah kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Kalau hari ini kita tergerak untuk berbuat kebaikan bagi orang lain , entah melalui senyum, ucapan, kasih yang menolong, lakukanlah dan jangan tunda sampai besok, karena setiap hari ada berkatnya sendiri dari Tuhan. Rasul Petrus berkata: “ Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya”. (1 Pet 5: 10). Siapkah kita untuk mempertanggungjawabkan semua tugas kita di dunia di hadapan Tuhan kalau hari ini kita meninggal ? Jangan tunda lagi apapun yang kita lakukan dengan dasar untuk Kemuliaan Tuhan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 197:1-2. Na marmahani hita
Na marmahani hita parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan na lilu do sude, na lilu do sude.

Doa Bapa kami – Amin.

PENGAMPUNAN YANG TIDAK TERBATAS


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 19:15-29.
Malam : 2 Tesalonika 1:3-12.

Renungan: Yehezkiel 20:44.

Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Berbicara mengenai pengampunan tentunya tidak pernah terlepas dari kehidupan ini, karena setiap kita pasti pernah merasakan disakiti ataupun dilukai oleh orang lain. Saat diri kita dikecewakan atau disakiti oleh orang lain, tentunya ada keinginan untuk membalas, namun firman Tuhan mengatakan bahwa pembalasan itu adalah hak Tuhan. Tuhan juga memerintahkan supaya kita dapat mengampuni 70×7 kali. Artinya, pengampunan itu tidak pernah terbatas oleh apapun juga. Walau memang tidak mudah untuk mengampuni, namun kita harus belajar untuk dapat memberikan pengampunan sebab jika kita tidak mengampuni maka Bapa di Surga juga tidak akan mengampuni kita. Kalau Tuhan saja tidak lagi mengingat-ingat kesalahan kita, masakan kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain? “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat 6:14-15). John F. Kennedy (Presiden ke-35 AS) pernah mengatakan, “Ampunilah musuh-musuhmu, tetapi jangan lupakan nama mereka.” Musuh-musuh yang dimaksud adalah orang yang menyakiti, namun kita harus mengampuni dan tetap mengingatnya sebagai teman, bukan melupakan mereka. Jika Tuhan mengampuni dan tidak membalaskan kejahatan kita, maka marilah kita saling mengampuni! Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 194:3. Aut so asi rohaM
Anggiat ma holong, rohangku sai tongtong, burju tu Ho
Sai dongananMu au manang tu dia lao, sonang tutu.

Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 19:1-7
Malam : Kisah P Rasul 20:17-28.

Renungan: Hakim-hakim 6:23-24.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati. “Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

Tuhan memanggil Gideon untuk menjadi alat-Nya, untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan bangsa Midian. Tapi Gideon merasa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tugas itu. Dia merasa bahwa dia berasal dari kaum yang tidak punya pengaruh di kalangan umat Israel, dan juga dia merasa masih terlalu muda. Tetapi Tuhan tidak membutuhkan orang yang punya kemampuan tinggi atau punya latar belakang yang hebat. Tuhan hanya membutuhkan seorang yang siap untuk dipakai-Nya. Gideon berjuang meruntuhkan mezbah Baal sehingga dia disebut dengan Yerubaal. Di saat orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan pada masa itu maka hukuman dari Tuhan tidak terelakkan. Mereka ditawan orang Midian, dan mengalami kemelaratan (6:1-6). Hal itu menjadikan mereka berteriak minta tolong kepadaNya. Tuhan itu Mahabaik, karena dia mau memberikan pertolongan kembali kepada bangsa Israel. Kemauan untuk mengharap pertolonganNya menjadikan bangsa Israel terselamatkan, dan itu diberikan-Nya melalui kehadiran Gideon. Ada pemahaman bahwa orang yang berjumpa dan melihat Tuhan akan mati oleh karena kekudusan Tuhan. Namun, itu tidak berlaku bagi orang pilihan Tuhan, karena Dia adalah keselamatan. Orang yang berjumpa dengan Tuhan tidak akan mati, namun sebaliknya akan hidup dan terselamatkan. Dengan demikian kita juga diajak untuk mencari Tuhan di dalam kehidupan kita sehingga kita terselamatkan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

SETIALAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 364:1. “Berserah kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku
Ku kasihi, ‘ku percaya, ‘ku ikuti Dia t’rus
Aku berserah, aku berserah
KepadaMu Jurus’lamat aku berserah.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 2:19-25.
Malam : Kisah P Rasul 13:1-15.

Renungan: Yeremia 8:4.

Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

Setiap manusia pasti menginginkan hasil yang terbaik dalam hidupnya, karena itu setiap manusia yang gagal akan kembali berusaha untuk memperbaiki kegagalannya dan mengusahakan keberhasilan. Sama halnya dengan seorang anak yang belajar merangkak, akan terus berusaha sampai bisa, bahkan sampai berjalan meskipun dalam prosesnya banyak waktu terjatuh hingga merasa kesakitan. Namun rasa sakit itu akan terbayar jika sudah berhasil, dan rasa sakit itu tidak akan dirasakan kembali. Setia dalam proses adalah kunci dari keberhasilan itu, meskipun banyak tantangan yang menghalangi sampai kepada tujuan. Dalam nats ini, TUHAN juga mengingatkan bangsa Israel agar setia dalam proses kehidupan, setia kepada TUHAN. Kesetiaan itu harus ditunjukkan dari ibadah yang dilakukan dan dampak dari ibadah itu dalam kehidupan sehari-hari, namun nyatanya mereka beribadah kepada TUHAN tetapi menindas orang disekitarnya (Yer .7:3, 7, 13, 15). Bukan hanya itu mereka juga percaya akan tahayul (Yer.7:16-20) sehingga ibadah mereka tidak diterima oleh TUHAN bahkan hukuman menjadi bagian hidup bagi mereka. Mereka dikalahkan oleh kerajaan Babel sehingga Yerusalem diporakporandakan. Oleh sebab itu TUHAN akan tetap menghukum mereka apabila tidak memperbaiki tingkah lakunya, namun apabila mereka kembali kepada Tuhan, maka TUHAN sendiri akan kembali mengangkat mereka. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 171:1. Tandai ma au
Tandai ma au, sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku. Olo ditanda Ho au Debata

Doa Bapa kami – Amin.