Arsip Kategori: Ibadah Harian

MILIKILAH IMAN YANG KUAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 10:40-42.
Malam : 2 Korintus 2:12-17.

03. Renungan: Matius 8:26.
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? “Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Dalam nas ini kita membayangkan bagaimana Yesus membentak angin ribut yang sedang mengamuk di Danau Galilea, dan danau pun menjadi teduh sekali. Sangat luar biasa! Kita dapat membayangkan betapa besarnya kuat-kuasa yang dimiliki oleh Yesus atas alam semesta. Kita juga diingatkan akan makna cerita ini bagi kita sekarang, bahwa Yesus bukan hanya meredakan angin ribut di Danau Galilea, melainkan “di mana saja Yesus berada, maka badai-badai kehidupan menjadi reda/teduh. Artinya, dalam kehadiran Yesus, maka angin badai yang paling hebat pun akan diubah menjadi suasana penuh kedamaian. Manakala angin kencang kedinginan hati, atau angin kesedihan bertiup, maka ada ketenangan dan rasa nyaman dalam kehadiran Yesus Kristus. Ketika angin panas penderitaan sengsara bertiup kencang, maka ada damai-sejahtera dan rasa aman dalam kehadiran Yesus Kristus. Ketika angin badai keragu-raguan berupaya untuk mencabut akar atau fondasi iman-kepercayaan kita, maka ada rasa aman yang tetap dalam kehadiran Yesus Kristus.

Dalam badai kehidupan ada ketenangan dan kedamaian bersama Yesus. Janganlah melupakan pelajaran dari peristiwa ini, yaitu bahwa apabila berbagai badai kehidupan menggoncang jiwa kita, maka Yesus Kristus ada di sana, dengan kuasaNya maka badai akan diubah-Nya menjadi damai-sejahtera. Jangan pernah merasa takut lagi, karena setiap kali badai kehidupan datang mengancam, Tuhan senantiasa hadir. Dia adalah sang Imanuel, Allah yang senantiasa bersama kita. Terpujilah namaNya, sekarang dan selama-lamanya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No.194:2. Mauliate ma di Ho, O Debata
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERDOA DALAM IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Zakaria 2:1-13.
Malam : 2 Korintus 2:5-11.

03. Renungan: 1 Yohanes 5:15.
Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya

Kita berharap saat berbicara kepada Tuhan dalam doa, maka permohonan kita didengar dan dijawab sebagaimana yang Ia janjikan melalui firman-Nya: “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Mat 7:8). Namun ternyata tidak semua doa kita didengar dan dijawab Tuhan. Agar doa kita efektif kita perlu mengoreksi diri dan belajar meminta menurut kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Suatu ketika Filipus berkata kepada Tuhan Yesus, “‘Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?'” (Yoh 14:8-10). Meskipun telah bersama-sama dengan Tuhan Yesus sekian lama, makan sehidangan dengan-Nya, dan melakukan tour pelayanan bersama, Filipus masih belum juga memahami siapa sesungguhnya Tuhan Yesus.

Seringkali kita memiliki iman seperti Filipus, iman yang didasarkan pada hal-hal yang terlihat kasat mata. Iman kita bangkit ketika kita melihat mujizat dinyatakan secara langsung atau melihat cahaya menyinari kita saat sedang berdoa di kamar. Kita selalu ingin melihat sesuatu yang spektakuler untuk menguatkan iman kita. Namun Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan sikap doa yang demikian, sebab jika doa dan iman bergantung pada hal-hal yang terlihat mata jasmani, kita pasti akan kecewa. Percayalah! Bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik bagi kita sesuai keinginanNya bukan keinginan kita, sesuai kehendakNya dan bukan kehendak kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.162:1. O Debata, mansai
O Debata mansai balga, huhut dokdok dosangku
Na so adong di tano on, na tau haporusanku.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN JAMINAN HIDUP


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 4:38-44.
Malam : 2 Korintus 1:12-22.

03. Renungan: 2 Samuel 7:11.
Sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

Janji Tuhan bukan hanya sekedar melepaskan umat-Nya dari tawanan bangsa Babel, melainkan pemulihan disetiap aspek kehidupan umat yang dibebaskan-Nya, yaitu pemulihan dari segi keamanan: tidak akan ada lagi ketakutan dan penindasan; secara ekonomi: dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan bangsa, tanpa ada tekanan; segi politik: rakyat Yehuda akan mendapatkan kembali kedaulatan mereka sebagai bangsa yang merdeka dan jati diri sebagai umat milik Allah; dalam kebudayaan: umat akan melaksanakan kewajiban sebagai bangsa penyembah Allah dan tidak ada lagi ketakutan dan saling curiga seperti waktu di Babel. Semua keindahan janji Tuhan itu akan dialami oleh rakyat Yehuda setelah mereka dididik dan dibentuk Tuhan selama 70 tahun dalam penawanan bangsa Babel.

Jika kita memprioritaskan Allah, dalam kerendahan hati, berkat yang datang pada kitapun akan mengalir terus sampai kepada anak cucu kita. Allah tak pernah dusta. Apapun yang dijanjikan itu pasti akan ditepati. Untuk itu kita harus belajar mempercayai janji-janji Allah. Dan untuk mengetahui janji-janji Allah bagi hidup kita ini, maka kita harus rajin membaca Kitab Suci dan merenungkannya setiap saat. Kita meyakini dengan pasti bahwa semua yang dijanjikan Allah itu pasti ditepati jika kita memiliki iman, memiliki kasih kepada Allah dan memiliki kerendahan hati seperti Daud. Dengan demikian kita belajar untuk tidak khawatir akan apapun dalam kehidupan ini karena Allah berjanji bekerja untuk kebaikan kita, dan akan digenapi. Allah itu setia. Biarlah iman kita kepada Yesus Kristus semakin kokoh. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 127:1. Lam Gogo
Lam gogo, Lam gogo, Lam gogo, mardalan ho,
Sion tu Banua ginjang Nang satongkin unang so,
PalitoM baen marsinondang Di na tiur i mardalan ho Lam Gogo, Lam Gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERBALIKLAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 8:14-17.
Malam : 2 Korintus 1:8-11.

03. Renungan: Zakaria 1:4.
Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Tema utama Pemberitaan Nabi Zakaria adalah: “Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat!” Ada juga suatu istilah yang menarik yang dipakai oleh nabi Yoel tentang panggilan pertobatan, yaitu: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Istilah ini penting agar tidak hanya pertobatan dari kulit luar saja tetapi pertobatan dari dalam hati yang sungguh-sungguh. Jika seorang menyesal dan melihat sesuatu yang tidak dapat di terima dalam hatinya maka seseorang mengoyakkan jubahnya sebagai tanda menyesali keadaan. Itu suatu cara menyesali keadaan dan keadaan serupa takkan terulang lagi. Panggilan pertobatan itu bukan hanya manusia dewasa, tetapi seluruhnya anak-anak, pemuda, kaum bapak dan kaum ibu. Bukan hanya mereka yang dianggap moralitasnya tidak benar seperti preman di pasar dan dijalanan, tetapi panggilan pertobatan juga kepada imam-imam, pelayan-pelayan dan pelayan di altar.

Nabi Zakaria hendak mengumumkan bahwa totalitas kesalahan sudah berjemaah bahkan pada orang yang seharusnya penjaga moral seperti imam dan pelayan justru dipanggil untuk bertobat. Di hari Tuhan tidak ada yang tersembunyi, tiada yang ditutup-tutupi dan manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Apa yang kita baca hari ini adalah mengingat hari Tuhan kita semua menyadari begitu jauhnya hidup kita dari Tuhan. Satu-satunya hal yang dilakukan mengingat hari Tuhan adalah pertobatan. Hukuman segera datang dan akan tiba, berbalik dan bertobat adalah sati-satunya jalan untuk memperoleh pengasihan dan kasih karunia Tuhan. Tinggalkanlah segala perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

YESUS TUHAN SANG MESIAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 9:27-31.
Malam : 2 Korintus 1:1-7.

03. Renungan: Matius 16:16.
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”.

Orang banyak memandang Yesus sebagai inkarnasi dari seorang nabi, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia dan juga Yeremia. Tetapi Petrus memiliki jawaban yang berbeda, jawaban yang merupakan penantian orang Yahudi yaitu “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus menerima pengakuan Petrus dan membenarkannya. Kepada Petrus dan murid-muridNya telah dinyatakan kunci kerajaan sorga sebagaimana pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup. Dari Yesus kita menerima kebenaran ilahi, sehingga yang menjadi dasar ataupun landasan dari kebenaran adalah Yesus Kristus. Firman yang disampaikan oleh Yesus adalah kebenaran sorgawi yang dititpkan pada murid-muridNya, sehingga “Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”.

Inilah hikmat sorgawi yang telah di nyatakan pada kita, bahwa firman Tuhan membawa kita kepada kelepasan dari kuasa dosa. Jika pada kita saat ini di tanya “Siapakah Yesus dalam hidupmu?”, bagaiamana kita mengenal Yesus dalam kehidupan kita? Mungkin kita bisa memberi jawaban yang tepat sebagaimana yang tertulis dalam Injil. Tetapi sudah sejauh mana pengenalan kepada Yesus mempengaruhi kehidupan kita? Tuhan Yesus meminta kita melalui perbuatan bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengenalan yang benar-benar kita alami bersama Dia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MENYERTAI UMATNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagiaku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yakobus 5:13-18.
Malam : Ratapan 5:1-22.

03. Renungan: Yeremia 30:11.
Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

Musa diutus Tuhan untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, sebab Tuhan telah mendengar dan memperhatikan seruan penderitaan umatNya oleh karena kerasnya perbudakan bagi umat Israel di Mesir dan juga yang mengingat akan perjanjianNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Ul 2: 23-24). Sebagai orang percaya, seharusnya kita tidak boleh meragukan penyertaan Tuhan atas kehidupan kita, sebab kita harus tetap menyadari bahwa jikalau kita masih menghirup nafas hidup ini, hal itu telah menjadi bukti bahwa Allah ada bersama-sama dengan kita. Kenapa demikian?, karena nafas hidup yang kita hirup ini bukan miliki kita, tetapi miliknya Allah.

Menyadari bahwa nafas hidup ini milik Allah, lalu apabila kita melihat bahwa orang yang tidak percaya kepada Allahpun masih tetap menghirup nafas hidup yang daripada Allah tersebut, seharusnya kita mampu melihat semuanya itu sebagai suatu bukti bahwa Dia adalah Allah yang setia dan adil. Seringkali kita mempersoalnya kehadiran Tuhan dalam hidup kita, karena kita menuntut bukti sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita inginkan. Lebih ironis lagi, mata hati kita seperti telah tertutup, sehingga kita tidak mampu lagi melihat dan menyadari, bahwa kita tidak bisa menambah satu detik umur hidup ini, kalau sudah waktunya Tuhan. Oleh sebab itu saat ini kita harus menyadari bahwa apapun yang terjadi, Allah selalu ada bersama-sama dengan kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN SETIA AKAN JANJINYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 20:1-11.
Malam : Ratapan 3:34-57.

03. Renungan: 1 Raja-raja 8:24.
Engkau yang tetap berpegang pada janjiMu terhadap hambaMu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tanganMu apa yang Kau firmankan dengan mulutMu, seperti yang terjadi pada hari ini.

Janji Tuhan bagi orang percaya berikan pada para murid juga berlaku untuk kita semua orang Kristen yang percaya pada-Nya sebab kita merupakan pengikut setia Yesus. Akan tetapi, yang terjadi sekarang ini adalah timbulnya keraguan terhadap janji Tuhan tersebut. Kita sebagai manusia seringkali merasa takut dan khawatir akan hukum taurat dan Tuhan selalu mengingatkan jika Ia adalah Emanuel yang akan selalu menyertai kita, Semua kuasa atas surga dan bumi berada di tangan-Nya sehingga tidak perlu lagi kita meragukan kuasa dari Tuhan. Contohnya sebagai berikut: Tuhan Yesus berjanji, “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh. 15:7-8).

Namun, itu adalah janji bahwa Allah akan menanggapi setiap kerinduan kita untuk memperoleh kebajikan yang disebut Rasul Paulus sebagai “buah Roh” (Gal. 5:22-23) dalam diri kita. Apabila kita sungguh-sungguh merindukan kekudusan dan memintanya kepada Allah, Dia akan memuaskan kerinduan itu. Memang dibutuhkan waktu, karena pertumbuhan rohani terjadi secara bertahap, sama seperti pertumbuhan jasmani. Jangan menyerah. Teruslah meminta kepada Allah untuk menguduskan Anda. Pada waktu yang ditentukan-Nya, Anda “akan menerimanya.” Allah tidak menjanjikan apa yang tidak akan digenapi-Nya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1,4. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu
Diparbaga Debata tu na marsaroha da,
Pasupasu na godang ima roha na sonang

06. Doa Bapa kami – Amin.