Arsip Kategori: Ibadah Harian

SYARAT DAN KETENTUAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Mazmur 19:2-10.
Malam : Filipi 4:4-9.

03. Renungan: Lukas 11:9.
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Meskipun Tuhan mengetahui apa kebutuhan kita, tapi kita harus terlebih dahulu berusaha untuk mendapatkannya. Usaha itu merupakan bentuk penghargaan kita kepada Tuhan, bahwasanya Dia telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang mampu dan mau untuk berusaha. Apakah nats ini adalah bualan semata? Kerana kok mudah dan enak sekali. Tidak, memang mudah dan buakn bualan! Akan tetapi ada syarat dan ketentuannya. Pertama, kita harus tunduk berserah pada Tuhan dan jangan ragu-ragu. Kedua, mintalah yang kita butuhkan. Apa artinya? isi Doa Bapa Kami dan banyak kisah lainnya di Alkitab yang mengajarkan agar kita meminta yang kita butuhkan atau secukupnya. Banyak permintaan kita itu berlebihan hanya supaya dunia ini memuji kita. Kita juga suka meminta lebih untuk menjadi warisan bagi anak cucu kita. Ingatlah banyak fakta yang menunjukkan bahwa harta warisan malah memicu pertikaian kepada anak cucu kita dan akhirnya malah menyengsarakan. Ketiga, pertolongan Tuhan harus seturut kehendakNya bukan kehendak kita.

Tuhan tahu segala pergumulan dan kebutuhan kita. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, makanan, rumah, jodoh, dan lain-lain. Ingatlah, Tuhan tahu apa yang kita perlukan jauh lebih detil dari yang kita bayangkan, Tuhan juga tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi bantuan, dan pasti akan terus memelihara kita karena kita adalah ciptaanNya yang serupa dan segambar dengan Dia (Kej 1:26). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam Gogo, Lam Gogo, Lam Gogo mardalan ho,
Sion tu banuaginjang Nang Satongkin unang so,
PalitoM baen marsinondang, di na tiur i mardalan ho lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM PENGHARAPAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 33:1. “Suaramu kudengar”
Suaramu kudengar memanggil diriku, supaya ku digolgota dibasuh darahmu !
Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 10:19-25.
Malam : Filipi 3:17-21.

03. Renungan: Roma 8:28.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bentuk kebaikan yang diberikan Tuhan kepada kita di dunia ini ada yang berwujud (tangible) dan ada juga yang tidak berwujud (intangible). Kekayaan, jabatan, kesehatan dan kepintaran adalah beberapa contoh dari kebaikan Tuhan yang tangible. Apa pula kebaikan Tuhan yang intangible? Itu adalah Harapan. Sebenarnya kebaikan-kebaikan Tuhan yang tangible adalah untuk semakin meningkatkan derajat harapan kita. Apakah itu harapan? Harapan itu adalah anugerah Tuhan berupa keselamatan kelak dan kehidupan yang kekal. Jadi, harapan inilah kebaikan Tuhan yang terpenting bagi kita untuk melalui kehidupan di dunia ini. Tanpa harapan ini, orang akan merasa tidak ada gunanya hidup di dunia yang fana ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi tercanggih di dunia inipun hanya mampu membuat rata-rata usia harapan hidup manusia selama 70 tahun. Dengan demikian, kita harus menjaga harapan itu, karena tidak sedikit orang yang mengabaikan bahkan menolak harapan akan keselamatan kelak dan kehidupan yang kekal.

Tidak ada yang salah dengan kebaikan-kebaikan yang ditawarkan dunia ini, seperti harta/kekayaan, jabatan dan popularitas, karena itu juga merupakan berkat dan kebaikan dari Tuhan. Akan tetapi janganlah kehidupan kita di dunia ini semata-mata untuk mengejar kenikmatan duniawi, lalu kita menjadi mabuk dan menjadikannya sebagai tuhan. Untuk itu kita harus tetap sadar bahwa kebaikan yang diberikan dunia itu sifatnya semu. Tetaplah hidup dalam pengharapan akan keselamatan kelak dan hidup yang kekal dari Tuhan, karena itu adalah penyemangat kehidupan ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1 “Namarmahani hita”
Namarmahani hita Parholong roha i
Ima Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA ATAS PERTOBATAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walau pun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Tesalonika 4:1-6.
Malam : 1 Tesalonika 1:1-10.

03. Renungan: Lukas 15:7.
Aku berkata kepadamu: “Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena Sembilan puluh Sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan

Di awal perikop dituliskan tentang Yesus bersama dengan sekelompok pemungut pajak dan orang berdosa, namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat meributkan tentang mengapa Yesus menyambut mereka dan makan bersama mereka. Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa untuk menjaga kemurnian mereka, seseorang tidak boleh bergaul dengan orang-orang berdosa agar tidak tercemar. Yesus tidak takut tercemar dan Pribadi yang sangat murah hati dan tidak pernah tinggi hati. Ia tidak memilih hanya mau berhubungan dengan orang-orang kelas atas saja, setiap orang Kristen seharusnya berlaku seperti ini. Apakah kita memiliki hati seperti Yesus? Pada saat diejek dan ditolak, Yesus menceritakan Perumpamaan dengan kisah Domba yang hilang.

Sekarang kita sudah melihat dari perumpamaan ini, di satu sisi tentang indahnya kebaikan dan kasih Allah, dan di sisi lain tentang perlunya suatu pertobatan. Dan sebenarnya, seluruh perumpamaan ini dapat kita rangkum dalam kalimat seperti yang tertulis di dalam Roma 2:4, “Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?“. Demikianlah kita sebagai orang berdosa selalu dicari dan Tuhan temukan supaya orang pendosa itu kembali kejalan yang benar dan mengikut Tuhan. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

GEMBALA YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 5:1-5.
Malam : Filipi 2:12-14.

03. Renungan: Yohanes 10:2.
Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba

Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yesus adalah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Gereja adalah seumpama kandang, dan satu-satunya pintu yang harus dilalui ialah Kristus. Kawanan domba dapat diganggu melalui kekuasaan yang disalahgunakan. Pintu hanya terbuka bagi para gembala domba, sedangkan yang tidak masuk melalui pintu disebut sebagai pencuri dan perampok. “Siapakah gembala yang baik? Ia yang masuk melalui pintu, yaitu pintu kesetiaan kepada ajaran Gereja yang mengikuti Teladan Yesus yang sejatinya adalah Gembala yang Baik itu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MULIAKAN ALLAH KARENA RAHMATNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 322:1. “Terang Matahari”
Terang matahari telah menyinari segala neg’ri
dan gunung dan padang dan sawah dan ladang senang berseri.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kolose 2:6-15.
Malam : Filipi 2:1-11.

03. Renungan: Roma 15:11.
Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

Phenomena bahwa orang Kristen yang lemah membuat dia menjadi malu terhadap yang kuat, sama seperti kesombongan orang Kristen yang kuat membuat dia menjauh dari yang lemah. Kedua hal ini semestinya tidak terjadi dan inilah yang menjadi perhatian rasul Paulus dan mengingatkan agar orang yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan janganlah mencari kesenangan sendiri. Sebagai orang Kristen kita sudah menerima dan percaya bahwa Allah telah menyatakan Kasih dan Keadilan Nya melalui pengorbanan dirinya dalam diri Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menebus kita dari hukuman dan kematian akibat dosa-dosa kita. Kita memperoleh keselamatan dari Tuhan dan sewajarnyalah kita mau menuruti FirmanNya untuk hidup saling mengasihi. Lebih jauh lagi kita diingatkan, bahwa oleh karena KebenaranNya, Yesus Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang bangsa Israel dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa lain dapat memuliakan Allah karena rahmatNya (Ro.15:8-9). Rahmat atau Karunia Allah ini jugalah yang membawa kita suku Batak dan terkhusus HKBP mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Atas rahmatNya ini maka kita bersukacita, bermazmur, memuji, menyembah dan memuliakan Allah. Kiranya Allah yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kita sehingga dengan satu hati kita memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 198:1. Aut uang ho
Aut unang Ho jambarhu ale Jesus. Aut so mudarMu mangondihon au
Tung na tudia, na ma au pardosa, marhaporusan.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ROH KUDUS, ROH PENOLONG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah di kuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 124:1-8.
Malam : Filipi 1:12-18.

03. Renungan: Galatia 3:14b.
Sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Secara etnik, suku Gaul yang suka perang mendominasi kehidupan bangsa Galatia. Dibawah pemerintahan Kaisar Romawi mereka sangat mendambakan kebebasan dan memperoleh Keselamatan. Hal ini terlihat dari banyaknya mereka bertobat karena pekerjaan pekabaran Injil dari rasul Paulus. Tapi, ternyata mereka segera berubah dan meragukan kerasulan Paulus oleh karena pemberitaan Ahli Taurat bangsa Jahudi yang mengajarkan Injil lain dengan keharusan sunat dan memenuhi peraturan-peraturan dalam Hukum Taurat. Dalam perikop ini Paulus menekankan dan mengingatkan bahwa diwaktu mereka bertobat, mereka telah menerima Roh bukan karena melakukan Hukum Taurat tetapi semata-mata karena percaya kepada pemberitaan Injil, yakni hanya karena Iman (Gal.3:2). Didalam Yesus Kristus ,kita beroleh berkat bapa Abraham yang dibenarkan karena percaya kepada janji Tuhan (Kej.15:6). Melalui pengorbanan Yesus diatas kayu salib, kita berhak untuk setiap berkat yang pernah Tuhan ucapkan kepada Abraham.

Bahwa kita dibenarkan dan diberkati Tuhan bukan karena apa yang kita lakukan melainkan apa yang kita percaya. ”Orang yang benar akan hidup oleh iman”. (Gal.3:11 b). Bukan berarti berbuat baik, hormat pada orangtua, beramal, bekerja keras, rajin beribadah atau melayani itu salah. Tapi, bukanlah itu dasar dari Abraham mendapatkan berkat Tuhan, melainkan karena percaya kepada Tuhan. Percaya dan andalkanlah Yesus Kristus saja sebagai Tuhan dan Juruselamat satusatunya, maka kita beroleh Roh Kudus roh penolong yang telah dijanjikanNya.Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 221:1 Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au.
Maporus holso-holsongki, sai di Ibana au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSERU KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 274:1. “Bila nanti Yesus datang”
Bila nanti Yesus datang menata intanNya
Tiap orang yang percaya kepunyaanNya
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Tesalonika 4:7-12.
Malam : Galatia 4:1-11.

03. Renungan: Lukas 6:46.
Mengapa kamu berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, pada hal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Seorang murid sekolah menengah ke atas datang dengan sopan kepada Gurunya meminta maaf karena dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya karena dia tertidur malamnya dan pagi-pagi sudah buru-buru harus berangkat ke sekolah. Beberapa hari berikutnya si anak kembali datang kepada sang Guru sembari meminta maaf tidak bisa mengumpulkan pekerjaan rumah karena bukunya tertinggal di Sekolah. Karena kesalnya si Guru bilang begini, pulang saja kau ke rumah tak ada gunanya kau ke sekolah ini dengan tidak membuat pekerjaan rumah, tidak usah kau panggil aku gurumu. Si Anak terbengong-bengong karena dia merasa sudah memberi hormat kepada Guru dan minta maaf atas kesalahannya. Sang Guru berkeyakinan, tanpa membuat pekerjaan rumah atas pelajaran yang diajarkan seorang guru pasti murid tersebut tidak akan pernah menjadi pintar. Ada banyak orang kelihatan saleh dan sopan, rajin ke Gereja dan merasa dekat dengan Tuhan namun perilaku hidupnya sehari-hari dia banyak melakukan penipuan, kecurangan, membenci, berkata-kata kasar, pemarah, tidak mengurusi keluarganya dengan baik dan lain sebagainya. Mungkin kita banyak mendengar berita tentang seorang Pendeta, tapi dalam hidupnya sehari-hari tidak melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Sekarang dia meninggalkan keyakinannya sebagai orang percaya dan menjadi pembawa berita-berita palsu. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Maka jalanilah hidup dengan iman dan ketaatan kepada Yesus Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i.
Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i.

06. Doa Bapa kami – Amin.