Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN PENOLONG YANG SETIA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 8:1-9.
Malam : Amsal 22:17-21.

Renungan: Yesaya 43:16.

Beginilah firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat.

Dalam sejarah perjalanan umat Israel, Tuhan menuntun umatNya keluar dari perbudakan Mesir dan membuat mujizat sehingga umatNya dapat berjalan melalui laut. Jika Tuhan menghukum umatNya, itu bukan berarti bahwa Tuhan telah melupakan mereka tetapi begitulah cara Tuhan mendidik umatNya supaya taat dan kembali ke jalan yang benar. Keselamatan yang dilakukan oleh Tuhan kepada umatNya tidak hanya sebatas kelepasan dari penderitaan jasmani dari pembuangan saja, tetapi jauh lebih besar dari situ bahwa keselamatan itu akan berdampak pada keselamatan bagi seluruh bangsa. Jalan yang akan di buat oleh Tuhan di padang gurun itu bukan hanya untuk umatNya, tetapi bangsa-bangsa yang lain juga akan ikut berjalan disitu. Namun, kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana Tuhan bekerja dan berbuat sesuatu dalam kehidupan ini tetapi yang pasti bahwa Tuhan punya banyak jalan dan cara menyelamatkan kita, sebab Dia berdaulat atas kehidupan ini. Tuhan ada dan bekerja dalam kehidupan ini untuk menyatakan keadilanNya yang penuh dengan pengampunan dan kasih setia. Dengan mengingat segala perbuatanNya maka tidak ada keragu-raguan bagi kita untuk menjalani kehidupan ini. Sebab bagi Tuhan Tidak ada yang mustahil, sebab Dia dapat berbuat apapun untuk menyelamatkan umatNya. Maka seperti apapun pergumulan hidup yang kita hadapi saat ini, Firman Tuhan meneguhkan hati kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan, sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Hanya sepatah kata Tuhan ucapkan, maka segalanya terjadi. Jangan takut, percayalah! Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.470:2. Jesus Ho nampuna au
Sai rajai ma matangki manangkasi dalanMi,
Sai patinggil pinggolhi tumangihon hataMi.

Doa Bapa kami – Amin.

Jubilate


Bersorak-sorailah Bagi Allah, Hai Seluruh Bumi (Mazmur 66:1)

Topik: Tinggal dan Berbuah di Dalam Yesus
(Mian Jala Marparbue Dibagasan Jesus)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Yohanes 15:1-8
Ep. Amsal 15:1-9

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Pertama: “Jubilate”
Jubilate adalah nyanyian pertama yang di angkat dalam tiga minggu ini. Itu sebabnya dalam tiga minggu ini kita akan berbicara mengenai “Madah” yaitu suatu nyanyian yang di angkat oleh umat percaya menuju kehadirat Allah. Itu sebabnya dalam tiga Minggu ini, kita merayakan middle easter (paskah tengah) sebuah perjuangan kehidupan antara dunia dan surga. Mazmur sendiri menekankan bahwa pujian kepada Tuhan adalah pujian yang universal. Bukan hanya nyanyian dan lagu tetapi seluruh sendi kehidupan, itu sebabnya Mazmur sering menggunakan istilah “kepadaMu ya Tuhan, ‘ku angkat jiwaku.” Kata Jubilate sendiri sering dipergunakan untuk merujuk kepada jiwa sebuah musik. Nyanyian yang berjiwakan Jubilate harus dinyanyikan dari sukacita pernuh, terlepas dari tempo yang telah ditentukan. Baik nyanyian lambat atau cepat, nyanyian Jubilate harus diungkapkan dengan sorak-sorai dan teriakan gemuruh kemeriahan. Nyanyian sorak-sorai di atas bumi ini pada dasarnya tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Ketiga hal ini yang mendasari ungkapan syukur dalam kehidupan manusia. Iubilate Deo Onmis Terra, kata ini mengisyaratkan bahwa tema keutuhan ciptaan Allah kembali di kumandangkan. Kemenangan dan kasih karunia tersebut bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi seluruh alam ciptaan Tuhan. Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan (Mzm 150:6).

TUHAN MEMELIHARA HIDUP KITA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang
Lihatlah fajar menyala

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 19:15-19.
Malam : Titus 1:1-4

Renungan: Yesaya 41:17.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.

Suatu hari ada seorang ibu yang ingin berangkat ke suatu daerah. Sang ibu berpesan kepada suaminya agar tak lupa memberi makan anak mereka. Semua makanan sudah disiapkan di lemari es. Esok harinya si bapak memanaskan makanan dan sembari mengeluarkan pudding ke atas meja makan. Lalu si anak bangun dan mengambil langsung pudding tersebut. Tetapi si bapak mengambil pudding itu dan menyimpannya kembali ke dalam lemari es. Lalu si ayah berkata…nak..kamu makan nasi dulu, setelahnya baru papa kasih pudding yah..tetapi si anak terus menerus merengek rengek dan menangis. Tetapi si ayah tetap tidak memberikannya. Saudara, betapa kita sering meminta kepada Tuhan seolah-olah permintaan kita itu sudah baik adanya padahal Tuhan yang lebih tahu apa yang jadi makanan pokok kita. Kita sering merasa kesal, menangis, kecewa, cengeng, bahkan ada yang putus asa karena doa dan keinginannya tidak terkabul.
Di dalam ayat ini Tuhan memberikan janji kepada umatnya bahwa bagaimana pun keadaannya Tuhan akan menolong, menyertai dan menopang hidup kita. Penderitaan yang menyedihkan atau menghadapi masa-masa penuh bahaya paling suram pun. Tuhan akan melimpahkan semua kebutuhan umatnya, menyegarkan jiwa dengan makanan dan minuman, menyediakan taman taman rindang yang indah dan hutan hutan kecil bagi kesenangan rohani kita, Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

Doa Bapa kami – Amin.

BERJALAN BERSAMA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 424:1. “Yesus menginginkan daku”
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 51:1-8.
Malam : Lukas 20:1-8.

Renungan: Mazmur 25:5.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Ada dua orang petani mempunyai ladang bersebelahan.Petani yang satu adalah seorang Kristen yang taat sedangkan petani yang satu adalah seorang ateis yang selalu menghina dan mengejek orang Kristen itu. Petani ateis menantang petani Kristen, “Mari kita tanam benih seperti biasanya di ladang kita masing-masing. Lalu engkau berdoa kepada Tuhanmu, dan aku akan mengutuk Dia. Nanti di bulan Oktober, kita lihat tanaman siapa yang lebih subur. ”Di bulan Oktober, petani ateis sangat gembira karena rupanya tanaman di ladangnya lebih subur dan lebih tinggi. “Nah, kau lihat, bodoh,” ejeknya kepada petani Kristen, “Apa yang harus engkau katakan tentang Tuhanmu sekarang?! ”Petani Kristen itu menjawab, “Jangan segera ambil kesimpulan karena ini belum final.” Tuhan tidak segera bertindak tidak berarti Dia tidak ada dan tidak akan bertindak apa-apa. Mata kita tidak boleh hanya memandang kepada yang sekarang ini karena semua belum selesai. Mata kita memandang kepada apa yang kelak akan Tuhan genapkan sesuai dengan janji dan perkataanNya yang tidak pernah lalai dan salah. Setelah kita mengenal kebenaran yang mutlak itu yaitu firman Tuhan dan pribadi Yesus Kristus, maka kini kita harus percaya dan hidup dalam kebenaran firmanNya. Kita dibenarkan oleh karya penebusan Kristus, tetapi proses menjalani hidup dalam kebenaran tetap harus kita lakukan sebagai bentuk ketaatan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA ORANG YANG MENCARI TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 355:1. “Yesus memanggil”
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa, hati pun tent’ram
bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 15:10-17.
Malam : Mazmur 147:1-7.

Renungan: Mazmur 40:17.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “Tuhan itu besar!”

Dalam sejarah hidupnya Pemazmur menyimpulkan kebesaran Tuhan atas umatNya sungguh nyata. Mereka benar-benar merasakan campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya mereka dapat bergembira dan bersukacita. Mazmur ini juga memaknai bahwa perjalanan Israel adalah mencari Tuhan. Tuhan telah berfirman untuk keluar dari Mesir dan berjalan ke negeri yang dijanjikan Tuhan kepada leluhur mereka: tanah subur, penuh susu dan madu. Mereka berjalan seturut dengan kehendak Tuhan: capek, letih lesu dan melelahkan, tak jarang umat itu mengeluh bahkan bersungut-sungut. Tantangan setiap detik mengancam baik oleh alam, baik oleh bangsa sekitar dan kebutuhan yang ingin sana-sini seluruh dinamika yang luar biasa mereka lalui dengan penuh ketegangan. Namun lihatlah sekalipun dinamika perjalanan yang melelahkan mereka akhirnya menemukan suka cita. Kadang mereka takut dan gentar atas musuh-musuh sekitar, namun Tuhan selalu melindungi umatNya. Perjalanan mereka tidak sia-sia, pencarian mereka tidak hampa namun mereka penuh dengan suka cita karena mereka sampai di tanah Kanaan, mewarisi janji Tuhan: tanah yang dijanjikan sejak leluhur mereka. Berbahagialah orang yang mencari Tuhan karena mereka menemukan apa yang mereka cari, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Inilah janji Tuhan yang indah bagi kita menambah semangat untuk senantiasa berpengharapan padaNya. Carilah Tuhan selama Ia berkenan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT, TENANGKAN HATIMU!


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, kar’na setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 3:1-11.
Malam : Roma 3:1-8.

Renungan: Kejadian 50:21.

Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga. Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Dalam nas ini, kita diajak untuk yakin dan percaya betapa Tuhan sangat peduli dan perhatian terhadap keluarga kita. Seperti pengakuan raja Daud, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mzm 23:1). Kata ‘takkan kekurangan aku‘ berarti tak hanya dipelihara, tetapi Tuhan memenuhi dan mencukupkan segala keperluan kita. Adapun bukti terbesar pemeliharaan, perhatian dan kepedulian Allah kepada kita adalah pengorbanan melalui PuteraNya, Yesus Kristus. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Tidak ada yang harus kita kuatirkan! Tuhan Yesus berkata, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Mat 6:25). Burung-burung di udara saja Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang didandaniNya begitu indah, tidakkah Ia akan memelihara dan mendandani kita begitu rupa? Bapa di sorga tahu benar apa yang kita butuhkan. Asal kita mengutamakan Tuhan, “semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Stres, tentunya merupakan salah satu masalah utama pada zaman kita sekarang ini. Media dan para dokter sangat sering membicarakan tentang hal ini, Tetapi di samping itu kita harus lebih yakin kepada Tuhan sebab Pertolongan Tuhan tak terselami oleh pikiran atau logika kita. Percayalah pada Tuhan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho nama diringku, ro di nasa langkaki.

Doa Bapa kami – Amin.

TEGURAN BERMUATAN KASIH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan didalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 50:4-11
Malam : 2 Timotius 4:1-8.

Renungan: Yeremia 2:19.

Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan Tuhan, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan Allah semesta alam.”
Yeremia diutus Tuhan untuk menegur umat Israel yang telah berpaling kepada allah lain. Ia dibenci oleh raja karena ia dengan terang-terangan mengecam dan menelanjangi dosa-dosa umat Israel. Walau nyawanya terancam dan jiwanya tertekan, ia tidak menyerah, tetapi Ia tetap menyampaikan firman Tuhan. Ia mencucurkan air mata, berduka karena kejahatan umatNya. Akhir-akhir ini banyak faktor yang mengakibatkan seseorang tidak lagi setia kepada Tuhan, bahkan ada yang meninggalkan Tuhan dan secara terang-terangan, dan telah menjual imannya. Salah satunya adalah karena masalah ekonomi, jabatan dan cinta. Karena sudah memiliki jabatan yang tinggi dan bergelimangan harta, seseorang tidak lagi mengutamakan perkara-perkara rohani dan lebih mencintai jabatan dan hartanya itu daripada Tuhan. Nas ini sangat jelas menyatakan bahwa umat Tuhan sudah lupa diri; karena merasa sudah sejatera. Karena sudah merasa kuat, kaya, dan berkuasa ia pun meninggalkan Tuhan. Sebaiknya orang Kristen harus lebih mencintai Tuhan dari dunia ini, karena Dialah sumber kehidupan. Mencintai dunia berarti mencintai segala sesuatu yang duniawi yang meliputi: keinginan daging, keinginan mata dan juga keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Arahkanlah hatimu kepada Abaraham hamba Allah yang setia itu! Ia lebih mencintai Tuhan diatas segalanya. Ia setia dan lebih takut kepada Tuhan bahkan mempersembahkan hidup dan keluarganya untuk Tuhan, Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 361:1. Na denggan situtu
Na denggan situtu do mamuji Debata, Jahowa natumimbo
na sai tongtong basa. Denggan do paboahon, manogot asiMi.
Bodari mangendehon burjuM nang sintongMi.

Doa Bapa kami – Amin.