Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

SECOND EASTER TIDE


Exaudi
Exaudi adalah sebuah situasi yang menggambarkan pertemuan-pertemuan yang dilangsungkan oleh para Murid Yesus di Yerusalem. Pesan Yesus sendiri kepada para muridNya adalah agar mereka tinggal dan tetap di Yerusalem, menunggu datangnya Roh Kudus. Selama beberapa hari setelah kenaikan persekutuan tetap dijalankan oleh para Apostel. Doa-doa yang dikumandangkan adalah doa-doa Exaudi. Exaudi berasal dari bahasa Latin, seperti yang tertulis dalam Mazmur 27:7 “audi Domine, exaudi me” yang artinya dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan. Sama seperti Daud yang terus menyuarakan permohonannya agar Allah menolongnya dalam menghadapi pergumulan, demikianlah umat percaya hendaknya menyerukan pertolongan kepada Allah untuk menghadapi pergumulan di dunia ini. Tema sentral minggu Exaudi adalah memohon agar tidak ditinggalkan sendiri. Mazmur 27 mengumandangkan hal yang sama, dalam Mazmur 27:10 dikatakan: “sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku namun Tuhan menyambut aku”. Hal yang sama dikatakan oleh Yesus Kristus dalam Yohannes 14:18 yang berkata: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku dating kembali kepadamu”. Sekalipun exaudi adalah sebuah doa, tetapi bukan berarti sama dengan Rogate. Exaudi lebih menitik beratkan doa kepada permohonan agar tidak ditinggalkan.

MENJADI SAKSI KRISTUS


Saat Teduh………………

Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Tesalonika 5:14-23.
Malam : 1 Samuel 24:1-8

Renungan: Kisah Para Rasul 1:8b.

Dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Sedikitnya ada tiga cara Roh Kudus mengajar dan memimpin kita yaitu: 1. Perenungan Firman. Perenungan firman merupakan ujud nyata bahwa kita mau diajar dan pimpin Roh Kudus. 2. Suka bertanya pada Ro Kudus dalam Lukas 8:9-11. Yesus mengajar tentang perumpamaan penabur, karena mereka tidak mengerti makna perumpamaan tersebut lalu mereka bertanya kepada Yesus apa makna perumpamaan tersebut, kemudian Yesus menjawab. Artinya mengapa Roh Kudus tidak mengajar dan memimpin kita? Jawabnya karena kita tidak suka bertanya apa yang kita tidak mengerti kepada Roh Kudus. Karena Roh Kudus itu selalu mengajar kita di luar nalar kita. Semua orang percaya berhak diajar dan dipimpin oleh Roh Kudus. Karena Roh Kudus ada di dalam kita bukan di luar kita. Namun masalahnya kita lebih suka diajar dari luar diri kita dari pada dari dalam diri kita yaitu Roh Kudus. Jika kita mengalami kesulitan dalam memahami firman Tuhan jangan menyerah dan berhenti membaca dan belajar firman, mintalah kuasa Roh Kudus, karena Allah rindu agar kita dipimpin Roh Kudus. 3. Memberi respons kepada Tuhan pada saat Allah menarik perhatian kita. Yesaya 50:4-5. Pada saat Tuhan memanggil Samuel hingga ketiga kali baru Samuel dan Nabi Elia sadar bahwa yang memanggil Sameul adalah Allah, lalu Samuel berkata ini Aku Tuhan berbicaralah aku mendengar. Pada saat kita mendengar suara Roh Kudus mari kita berkata ini aku Tuhan berbicaralah padaku. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

Doa Bapa kami – Amin.

BERITAKANLAH INJIL !


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

Pembacaan Firman
Pagi : Roma 5:8-11.
Malam : Yohanes 4:9-13.

Renungan: Markus 13:10.

Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

Misi dan panggilan memberitakan Injil adalah nafas gereja. Artinya, tanda bahwa gereja hidup adalah ketika ia melaksanakan tugas panggilannya sebagai pemberita Injil. Apabila gereja tidak melaksanakan pekabaran Injil, maka gereja tersebut bukan gereja yang hidup dan benar. Gereja seperti itu hanya sebagai komunitas institusional perkumpulan sosial yang tidak berdasarkan Injil Kristus. Nas ini berpesan agar lebih giat mengabarkan Injil Kristus, sehingga orang berdosa yang belum mengenal Yesus Kristus percaya dan memperoleh keselamatan. Memberitakan Injil ke segala bangsa maksudnya kepada perilaku manusia yang menolak dan tidak percaya kepada Kristus. Kata “semua bangsa” ditujukan kepada manusia berdosa yang tidak mau mengikut Kristus. Pada masa Yesus, dunia selalu dimaksudkan sebagai pelaku-pelaku kejahatan, yang memberontak kepada Allah dan yang tidak mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Amanat Agung ini kita lakukan semata – mata sebagai ungkapan syukur kita yang telah menerima Anugerah keselamatan dari Allah ”Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! (Yes. 12:4). “Beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Ini merupakan tekad dan inisiatif Allah sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Allah selalu berupaya memulihkan dan menyelamatkan ciptaan-Nya, semua bangsa dan segala makhluk agar kembali kepada keadaan semula, sesuai dengan rencana penciptaan yang diinginkan Allah. Tujuan keselamatan ini merupakan pengharapan keselamatan segala bangsa. Karena itu, teruslah memberitakan Injil keselamatan kepada semua oranng ! Amin.

Berdoa

Bernyanyi KJ. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

Doa Bapa kami – Amin.

Ascension Day


Kenaikan Yesus Kristus

Topik: Yesus Ditinggikan
(Dipatimbo Debata Tuhan Jesus)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Filipi 2:5-11
Ep. Kejadian 5:21-24

FIRST EASTER TIDE

Ascention
Ibadah hari kenaikan Tuhan Yesus adalah ibadah penutup dari tiga hari Rogate, sekaligus Introit menuju Minggu Paskah Oktaf. Setiap tahunnya akan dirayakan pada hari Kamis. Pada hari Kenaikan ini adalah skopus dari semua minggu dimulai dari sesudah kebangkitan yaitu Quasimodogeniti sampai kepada Rogate. Puncak dari tiga hari melaksanakan “rogasi minor” adalah perayaan hari kenaikan Yesus Kristus, tetapi perayaan ini juga sebagai introit (pembuka) dalam tema baru yaitu Easter Tide. Easter Tide berarti “Paskah di atas”, yang memiliki arti Paskah yang berlangsung dari dan atau di Surga. Dalam tiga minggu ke depan, kita akan merayakan seluruh peristiwa yang berasal atau menuju surga. Ascension diterjemahkan dengan kenaikan, tetapi yang dimaksud adalah kembali kepada jati diri yang sesungguhnya. Sama seperti Yesus Kristus yang naik menuju kepada kemuliaan-Nya, demikianlah umat percaya akan kembali kepada jati diri yang sesungguhnya, yaitu citra Allah untuk menunjukkan karya keselamatan-Nya kepada seluruh manusia. Pada beberapa gereja, hari kenaikan ini disebut juga dengan hari “Kristus Raja”. Tema umum yang mewarnai seluruh ibadah adalah amanat agung Yesus Kristus, untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Namun tugas utama yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada para murid bukan saja untuk memberitakan Injil kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh yang bernafas. Bahkan Markus sebagai Injil yang tertua menuliskan bahwa tugas penginjilan harus dikabarkan kepada seluruh makhluk.

MATAKU TERTUJU PADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 274:1. “Bila nanti Yesus datang”
Bila nanti Yesus datang menata intanNya
Tiap orang yang percaya, kepunyaanNya
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 13:1-6.
Malam : Kisah Para Rasul 8:30-39.

Renungan: Mazmur 34:16.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang yang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.

Keyakinan yang sering keliru dalam hidup kita, yaitu merasa bahwa Tuhan lebih berpihak kepada mereka yang jahat daripada mereka yang benar. Keyakinan seperti itu terbangun karena mungkin ada orang-orang yang benar tetapi hidupnya justru didalam kesusahan, sedangkan mereka yang hidup jahat justru tampak aman sejahtera. Keyakinan lain yang juga tidak kalah kelirunya yaitu pandangan bahwa ketika orang hidup dengan benar, maka kesusahan akan menjauh dari hidupnya. Jika kedua keyakinan tersebut saling menguatkan satu sama lain, yang terjadi adalah orang-orang benar yang meyakini hidupnya akan aman sejahtera, maka ketika terjadi kesusahan; orang benar akan mempertanyakan kembali tentang pembelaan dan keadilan Tuhan. Keyakinan yang keliru diatas bisa jadi dapat merubah orang benar menjadi jahat karena merasa justru dengan menjadi orang jahat, ia terhindar dari masalah-masalah yang biasanya menimpa orang benar.
Jika ada di antara kita yang bergumul dengan situasi yang mirip dengan itu, mari kita ingat pengalaman Daud dalam nas ini. Tuhan tidak pernah berkompromi dengan orang jahat, karena itu jangan tertipu dengan keberuntungan atau kemujuran hidup orang-orang jahat, karena itu hanya bersifat sementara. Keadaan mereka yang sesungguhnya bukan diukur dari mata manusia, tetapi dari pandangan Tuhan terhadap mereka. Ingatlah saudaraku, “Kesusahan hidup yang kita alami akan menyatakan siapa sebenarnya kita dihadapan Tuhan” Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 730:1. Sai patau ma au Tuhan
Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon HinauliMi Tuhan,
Suru ma tondiMi saor tu rohangki, Lao papatar HolongMu tu donganki.

Doa Bapa kami – Amin.

KASIHNYA ITU FRESH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 253:1. “Majulah. majulah”
Majulah, majulah, maju dalam t’rang permai
dan nyalakanlah pelita menantikan mempelai;
Sumber Hidup hanya Dia, Umat Tuhan, masuk pintuNya.
Majulah, majulah

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 116:1-9.
Malam : Ibrani 13:1-14.

Renungan: Ratapan 3:23.

Selalu baru setiap pagi; besar kesetiaanmu.

Firman Tuhan hari ini, mengingatkan kita akan kasih setia Tuhan kepada umatNYa. Yeremia mengajak Israel untuk tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan. Nas ini mengingatkan, bahwa masa lalu tidak dapat diubah, tetapi masih ada masa yang akan datang. Artinya, kesempatan yang Tuhan berikan tidak berkesudahan. Masih ada waktu untuk berbenah diri. Harapan masih ada bukan dengan mengandalkan kekuatan manusia, tetapi mengandalkan kasih setia Tuhan. Setiap hari baru yang Tuhan berikan adalah tanda dan bukti pengharapan baru yang Tuhan berikan bagi kita. Akan selalu ada pengalaman dan kesempatan yang baru selalu Tuhan anugerahkan kepada kita. Jika demikian halnya, maka kita perlu untuk terbuka kepada Tuhan, merendahkan diri, sebab harapan baru yang akan datang itu hanyalah anugerah Tuhan. Jika kita mengharapkan yang lebih baik, maka bersiaplah untuk mau diperbaharui oleh kuasa Firman Tuhan. Kristus adalah harapan hidup setiap orang yang percaya. Dia yang telah memberikan DiriNya untuk keselamatan, kesembuhan dan kekuatan kita. Demikianlah kita dapat memahami kasih setiaNya yang besar. Harapan kita hanyalah Kristus Yesus, yang olehNya kita beroleh keselamatan dan hidup. Setiap yang telah menerima Kristus, menerima pengampunan dosa dariNya, kasih setia Tuhan akan selalu baru setiap pagi baginya. Ingatlah, “Hidup memang kadangkala sukar, namun kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir.” Amin

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 539:1. Sai hutagam do Tuhanku
Sai hutagam do Tuhanku, sai masihol rohangki
Di haroro ni Tuhanku songon na ni dokNa i.
Sai mardongan olopolop huriaM manangam Ho
Maranata ro, o Tuhan, Amen sai tibu ma ro!

Doa Bapa kami – Amin.

HATI-HATI DENGAN UCAPANMU!


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah di kuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan

Pembacaan Firman
Pagi : Wahyu 3:19-22.
Malam : Lukas 13:6-9.

Renungan: Mazmur 141:3.

Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!

Pengharapan pemazmur ini tidak berlebihan dikala banyaknya godaan dan tantangan. Maka pemazmur mengharapkan kuasa Tuhan agar mampu menjadikan mulutnya sebagai alat menggambarkan Firman dan perkataannya yang dikeluarkan menjadi perkataan berkat dan dapat membangun sesama. Titah ke sembilan dari kesepuluh mengatakan: Jangan engkau berdusta. Setiap orang diminta berkata benar. Tidak bersaksi palsu dan memfitnah. Perkataan yang dikeluarkan adalah perkataan yang berasal dari hati (Luk. 6:45). Maka dari perkataan yang keluar dari mulut dapat menggambarkan situasi hati dan kondisi yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Kitab Yakobus 3:5 mengatakan; lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Satu kata yang menyakiti hati apalagi yang tidak membangun dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Maka sudah seharusnya yang keluar dari mulut kita bukanlagi kata cacian, makian atau kata kata yang membuat sakit hati namun lebih kepada perkataan yang membangun, menguatkan dan penuh dengan tanggungjawab. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 221:1-2. Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au.
Maporus holso-holsongki, sai di Ibana au.
Parmahan Jesuski, birubiruNa au
Ditogutogu tondingki, ndang be marmara au.

Doa Bapa kami – Amin.