Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERHARAP KEPADA ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 150:1-6.
Malam : Lukas 18:9-14.

Renungan: Roma 5:5.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Apa yang membuat seseorang dapat bertahan ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan dalam hidup? Pengharapan, ya pengharapanlah yang membuat seseorang mampu bertahan. Tentu pengharapan bahwa masalah akan berlalu dan hal baru akan datang dan menyenangkan. Tetapi apakah itu pasti terjadi? Tentu tidak. Karena itu pengharapan dalam kehidupan di dunia masih dapat mengecewakan. Bagaimana dengan orang percaya ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah dalam hidupnya? Nas hari ini mengajarkan sekaligus meneguhkan iman setiap orang percaya bahwa meskipun diperhadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan hidup, tetaplah berharap kepada Allah. Ada beberapa alasan mengapa harus tetap berharap kepada Allah :

1. Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa dan maut.

2. Kristus telah mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga untuk memperdamaikan manusia yang berdosa dengan Allah yang Mahakudus.

3. Allah telah mengarunikan Roh Kudus untuk memimpin hidup kita setiap saat.

4. Tuhan memanggil kita bukan saja untuk percaya kepada-Nya, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Selama kita hidup di dunia ini, Tuhan mau membentuk kita termasuk melalui penderitaan supaya kita semakin bertekun, tahan uji dan berpengharapan kepada-Nya. Karena itu, tetaplah berserah dan berharap kepada Tuhan dan hiduplah dalam pengharapan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 277:1. Las situtu rohangku
Marsada roha hita, sitanda Jesus i. Tatiop tong jamita, pasonang roha i
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

Doa Bapa kami – Amin.

DIPIMPIN OLEH ROH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

Pembacaan Firman
Pagi : Amos 3:1-8.
Malam : Yesaya 45:18-25.

Renungan: 1 Yohanes 4:2.
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.

Bagaimana kita melihat perubahan dan perkembangan kehidupan saat ini? Perkembangan ilmu pengetahuan membawa manusia untuk menemukan hal-hal baru dalam berbagai bidang kehidupan Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat pasti mempengaruhi hidup kita bahkan dapat juga mempengaruhi iman orang percaya. Perkembangan atau perubahan tersebut dapat juga merubah tatanan di dalam gereja termasuk pengajaran iman kepada Yesus Kristus. Jika perubahan dan perkembangan tersebut mendukung kepatuhan dan ketaatan kita kepada Tuhan tentu sangat baik. Namun bagaimana jika sebaliknya, perkembangan dan perubahan tersebut membuat iman orang percaya menjadi mundur? Melalui nas hari ini, setiap orang percaya diingatkan untuk lebih waspada menyikapi setiap perubahan dan perkembangan termasuk dalam pengajaran iman kepada Yesus Kristus. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada gereja atau hamba Tuhan yang mengajarkan iman yang menyimpang dari Firman Tuhan. Sebagai contoh :

1. Teologi kemakmuran (prosperity theology), sering juga disebut teologi sukses, yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses : kaya, berhasil dan sehat adalah tanda-tanda kehadiran Allah. Padahal, firman Tuhan tidak mengajarkan demikian.

2. Berpegang teguh kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang memimpin perjalanan hidup kita. Hendaklah kita menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa Allah memelihara hidup kita. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.267:1. O, Tuhan sulingkit
O Tuhan sulingkit ma au! Sondangi rohangku tangkas
Gogongku soada di au! Tu Ho au paringgas, tu Ho au padonok,
Di Ho na ma au. Gogongku soada di au!:

Doa Bapa kami – Amin.

ROH PENOLONG


Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 383:1. “Sungguh indah kabar mulia”
Sungguh indah kabar mulia hai percayalah!
Yesus Kristus tak berubah s’lama-lamanya!
darahNya tetap menghapus dosa dan cela.
Ia hibur yang berduka puji namaNya.
Baik kemarin hari ini, s’lama-lamanya.
Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya
Puji namaNya! Puji namaNya!
Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 94:12-23.
Malam : Matius 15:32-39.

Renungan: Roma 8:26a.
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa.

Dalam nas ini Paulus menekankan jemaat di Roma supaya tetap berpengharapan sekalipun banyak penderitaan dan kesusahan. Paulus mengingatkan bahwa Allah tetap membantu kita dalam segala kelemahan kita, bahkan Roh mampu berdoa untuk kita. Doa adalah sarana kita berkomunikasi, semakin baik doa kita maka semakin baiklah komunikasi kita dengan Tuhan. Doa diucapkan dari hati yang tulus, dengan permintaan yang bukan hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita sendiri, tapi untuk mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan sesama manusia. Dan diakhir doa tetap memuji Tuhan dan mengutamakan kehendak Tuhan. Dalam proses berdoa itu terkadang kita masih harus dibantu oleh Roh Kudus, karena sebagian kita masih belum dapat berdoa dengan baik dan benar. Kita percaya kepada Tuhan, namun dalam doa tersebut kita masih memaksakan kehendak atau keinginan kita yang dipenuhi oleh Tuhan. Dalam Yakobus 4:3 kita diingatkan jangan sampai salah berdoa karena akibatnya doa kita tidak pernah dikabulkan oleh Tuhan. Mulai saat ini mari kita koreksi diri, apakah doa kita yang belum terjawab selama ini dikibatkan oleh kesalahan kita dalam berdoa. Mari jaga Roh Kudus agar tetap ada didalam diri kita, sehingga Dia dapat memperbaiki doa kita bahkan Dia dapat berdoa yang benar untuk menolong kita. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.440:1. Sai puji ma
Sai puji ma, Tuhanta Jesus Kristus.
Pasangapma, lomoNa ma patulus Pinujima, goarNa da.

Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM ROH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

Pembacaan Firman
Pagi : Roma 12:1-8.
Malam : Mazmur 119:105-110.

Renungan: 2 Korintus 3:17.
Sebab Tuhan adalah Roh: dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Nas ini merupakan surat Pengembalaan Paulus kepada jemaat Korintus supaya mereka tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus. Hidup dalam Roh, karena Tuhan itu sendiri adalah Roh dan dimana Roh Allah ada maka disitu pasti ada kemerdekaan. Nas ini sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bagi orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus tentunya sangat merasakan pertolongan Tuhan dalam perjalanan kehidupannya. Walaupun berbagai masalah kehidupan dating menghampiri, tetapi selama berdoa dan percaya kepada Tuhan, maka selalu ada jalan keluar yang didapat.

Namun bagi sebagian orang yang masih mengandalkan kekuatan dan pikiran sendiri dalam menghadapi permasalahan hidup pasti akan mendapatkan kekecewaan dan penderitaan serta kerugian. Mereka menjadi tersandera oleh permasalahan yang mereka hadapi, segala sesuatu usahanya selalu berakhir di jalan buntu. Dan yang paling parahnya adalah ketika mereka mencoba memahami solusi yang diajarkan dalam Firman Tuhan, mereka tidak mampu mendapatkannya, seakan ada penghalang yang menutupi jalan keluar tersebut. Oleh karena itu berupayalah tetap berjalan di jalan yang Tuhan telah tunjukkan dalam FirmanNya. Percayalah selalu kepada Tuhan dan biarkan diri kita ditempati Roh Allah, sehingga kita menjadi umat yang merdeka, umat yang mampu keluar dari segala permasalahan hidup ini. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

Doa Bapa kami – Amin.

PENTAKOST


Senin, 10 Juni 2019

Topik: Mengenal Roh yang Berasal dari Allah
(Mananda Tondi na sian Debata)

Warna Tutup Altar : Merah (Na Rara)
Warna simbol darah dan api, lambang semangat dalam memuji dan bersyukur kepada Tuhan.

Ev. 1 Yohanes 4:1-6
Ep. Zefanya 3:9-13

PENTAKOST
Burung Merpati dan Lidah Api

Kita semua mengetahui bahwa simbol burung merpati adalah simbol dari Roh Kudus. Namun banyak yang belum mengetahui mengapa harus burung merpati? Dalam Kejadian 1:2 jelas dikatakan bahwa “Roh Allah melayang-layang…” Gereja mula-mula menggambarkan “melayang-layang” tersebut dalam bentuk burung. Namun semua menjadi jelas ketika peristiwa pembaptisan Yesus terjadi di sungai Yordan, di mana Roh Allah menampakkan diri dalam bentuk Burung Merpati (Matius 3:16). Sedangkan 12 lidah api adalah gambaran dari ke-12 murid Yesus yang menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mengapa 12? pada saat itu Matias telah diangkat untuk menggantikan Yudas Iskariot yang mati bunuh diri. Lidah api memiliki banyak pengertian, dapat diartikan sebagai semangat yang berkobar, atau dapat juga diartikan dengan pemberitaan Firman yang berapi-api, atau mungkin juga dapat diartikan sebagai “pemurni emas dengan cara dibakar”. Tetapi semuanya itu menunjukkan kepada Roh Kudus.

THIRD EASTER TIDE


Pentakost
Pada Minggu ketiga dalam Easter Tide ini, kita sampai kepada pencurahan Roh Kudus. Setelah seluruh doa Exaudi dikumandangkan, pada akhirnya Allah mengutus RohNya untuk terus mendampingi umat yang percaya dalam perjalanan hidupnya. Kata Pentakosta bukanlah berarti “kedatangan Roh Kudus”, namun Pentakosta adalah kata bilangan dalam bahasa Latin. Pentakosta sendiri memiliki arti “Lima Puluh”. Karena itu, Pentakosta berarti hari yang ke lima puluh terhitung sejak Paskah. Sebenarnya tradisi hari ke lima puluh sudah ada sebelum Yesus Kristus lahir. Ini adalah tradisi Yahudi untuk merayakan hasil panen. Perayaan itu sendiri dilaksanakan selama tujuh Minggu terhitung sejak paskah, dan minggu yang ke tujuh dirayakan pesta Shavout (Ulangan 16:10). Berbeda dengan tradisi Yahudi, umat Kristen lebih memfokuskan makna kepada turunnya Roh Kudus. Sebab pada hari inilah janji Yesus Kristus untuk memberikan Roh penghibur itu benar-benar digenapkan (Lukas 24:49). Peristiwa turunnya Roh Kudus terjadi pada hari yang sama dimana orang-orang Yahudi merayakan Shavout, itulah sebabnya dalam Kisah Para Rasul diterangkan banyak orang yang berbeda suku dan bangsa datang kepasar, sedang para murid Yesus menerima Roh Kudus pada sebuah gedung di ruangan atas. Dan disanalah pewartaan Firman terjadi (khotbah Petrus) dimana 3.000 jiwa bertobat (Kis. 2:41). Itulah sebabnya, ketika Pesta Pentakosta, kita juga merayakan hari lahirnya Pekabaran Injil (Zending).

MENJAGA SIKAP


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 15:11-24.
Malam : Amsal 22:22-29.

Renungan: Pengkhotbah 4:17a.
Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah

Raja Salomo melihat banyak orang datang ke bait suci untuk mempersembahkan korban dan beribadah kepada Allah. Ibadah bukanlah hanya sekedar mempersembahkan kurban atau hanya bernyanyi dan berdoa, tapi yang lebih utama adalah untuk bertemu dengan Allah. Pengkotbah menyerukan kepada umat tentang bagaimana menghampiri Allah atau bagaimana seharusnya kita datang beribadah kerumahNya. Pengkotbah mengatakan Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah. Jagalah, mengandung pengertian bahwa setiap orang harus menjaga sikap dan kekudusan ketika sudah memasuki ibadah sebab Allah yang kita sembah adalah kudus. Jagalah langkahmu, ini merupakan suatu perintah yang harus kita taati, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum masuk kerumah ibadah seperti berdoa dirumah, persiapkan hati dan pikiran, berdamai dengan orang berseteru dan persiapkan waktu yang benar janganlah terlambat, ada orang datang beribadah dengan tergesa-gesa sehingga tidak bisa mengikuti acara ibadah mulai dari awal dimana itu mempunyai arti yang sangat penting dari setiap kebaktian. Tujuan kita beribadah ialah pertemuan pribadi antara kita dengan sang pencipta, pertemuan antara kita manusia berdosa dengan Allah Mahasuci. Karena Tuhan ada dibaitNya yang kudus ( Mzm 11;4a). Allah menghendaki ibadah kita didasarkan rasa takut akan Allah berarti memiliki rasa hormat padaNya, mengasihi Dia dengan segenap hati dan mentaati firmanNya. Ibadah adalah panggilan atau respons orang percaya atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Oleh karena itu jagalah langkahmu dan rasakan bahwa Allah hadir di saat ibadah. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

Doa Bapa kami – Amin.