Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERITA KESELAMATAN


Saat Teduh….…………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 2:19-30.
Malam : 1 Korintus 15:20-28.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 19:17.
Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, Baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyurlah nama Tuhan Yesus.

Dalam nas ini kita menemukan hal-hal yang esensial bagi orang percaya, yaitu Baptisan dan kuasa Roh Kudus. Orang-orang yang telah dibaptislah yang disebut dengan orang Kristen. Paulus dalam pasal ini dipakai Allah untuk membaptiskan orang Efesus. Para rasul memberitakan injil dan menyembuhkan dengan kuasa Roh. Hal itu terjadi bukanlah kuasa dari Paulus, namun itu adalah kuasa Roh Kudus. Orang-orang yang dibaptis juga menerima Roh Kudus yang menjadikan mereka berkuasa untuk mengalahkan Iblis. Pada situasi demikian ada orang yang memanfaatkan situasi untuk mencari simpati, atau untuk mengagungkan diri dengan niat mengusir kuasa iblis. Namun mereka dipermalukan, karena mereka tidak percaya kepada Yesus. Bagaimana dengan kita? Pertanyaan Paulus kepada orang Efesus patut untuk kita renungkan! “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan melihat apa yang dapat kita lakukan dalam kehidupan ini, apakah kita dapat melawan kuasa iblis? Apakah kita mengalahkan kuasa kejahatan, minimal mengarahkan hidup kita kepada perbuatan baik! Apakah pikiran dan niat hati kita lebih banyak hal yang positif atau negatif? Untuk itu kita diajak untuk selalu memohon agar Roh Kudus menuntun kita untuk hidup lebih baik, agar tidak sia-sia bahwa kita telah dibaptis. Selamat mengalahkan kuasa iblis! Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.475:1. Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au.
Tung na so tadingkononku Ho na paluahon au.
Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho.
Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDEKATKAN DIRI DENGAN AIR KEHIDUPAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 1:12-21.
Malam : 1 Korintus 15:12-19.

03. Renungan: Roma 5:3.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan.

Menjadi orang beriman tidak berarti kita terlepas dari tantangan dan bahkan kesengsaraan hidup. Orang percaya bagaikan sebatang pohon yang hidup di tepian sungai yang selalu ditimpa oleh angin yang akan merobohkannya, namun karena dekat dengan sumber air maka pohon tersebut tidak akan mudah tumbang, mengapa? Karena pohon yang dekat dengan sumber air akan tercukupi kebutuhan hidupnya! Sama halnya yang percaya kepada Allah meskipun tantangan hidup atau kesengsaraan datang, namun karena dekat dengan Allah maka tidak akan tumbang.

Paulus mengatakan bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan. Kesengsaraan adalah cara Allah untuk memperkenalkan diri kita yang lemah, oleh karena itu harus semakin mendekatkan diri dengan air kehidupan, yaitu Allah. Semakin banyak tantangan dalam hidup maka kita diundang untuk mendekatkan diri dengan air hidup itu, sehingga kita akan mampu untuk mengalahkan seluruh kesengsaraan itu.

Tantangan atau ujian hidup diizinkan Tuhan hadir dalam kehidupan, namun kita pasti mampu menghadapinya karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang ada. Saudara pada saat ini kita diajak untuk mendekatkan diri dengan air hidup itu, yaitu Allah Sang Pencipta, agar sebesar apa pun tantangan atau kesengsaraan dalam hidup kita, maka kita akan tetap bersukacita. amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:2. Jesus Ho nampuna au
Sai rajai ma matangki manangkasi dalanMi,
Sai patinggil pinggolhi tumangihon hataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PUASA


Minggu IV Setelah Trinitatis
Allah Bapa – Anak dan Roh Kudus

Topik:
Mangolu dibagasan haunduhon tu Debata
(Hidup dalam ketaatan kepada Allah)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na ratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih

Tuhan memberi partumbuhan dan memelihara umatNya
Ev. Ester 5:1-8.
Ep. Markus 12:13-27.

PUASA
Puasa yang dikehendaki Allah adalah “merendahkan diri” dan “mewujudkan keadilan” kepada sesama, mewujudkan “cinta kasih” dan kepedulian kepada sesama terutama kepada mereka yang menderita. Bila hal itu dilakukan maka ada berkat Tuhan yang pasti diterima, yaitu: pengharapan di tengah kesesakan dan pergumulan. Terjalinnya hubungan yang baik dengan Tuhan. Ada pengharapan di dalam Tuhan, pertolongan Tuhan serta jaminan keberhasilan dan keselamatan (Yes 58:6-14). Jadi puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum. Puasa juga bukan sekedar memenuhi Hukum Agama. Namun lebih dari itu semua bahwa Puasa adalah kesediaan untuk bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah yang ditandai dengan mewujudkan keadilan, cinta kasih dan kepeduliaan terhadap sesama manusia.

HARAPAN DAN PUJIAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 300:1. “Andaikan Yesus, Kau bukan milikku”
Andaikan Yesus, Kau bukan milikku
dan tak kau b’rikan darahMu bagiku,
kemana aku, mohon pengampunan dan perlindungan

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 6:11-16.
Malam : 1 Korintus 15:1-11.

03. Renungan: Mazmur 71:14.
Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepadaMu.

Memuji adalah cara yang tepat untuk mendapatkan simpati seseorang. Semua orang senang dipuji dalam hal-hal yang wajar. Demikianlah halnya dengan Tuhan, Ia senang dipuji karena Dialah satu-satunya Tuhan yang berkuasa dan berdaulat. Tuhan yang baik dan penuh kasih sayang. Dengan memuji Tuhan maka kita akan bebas dari rasa kuatir, takut, cemas, panik dan stress, dll. Perbanyaklah memuji Tuhan! Membuka mulut dan menaikkan puji-pujian bagi Tuhan tidak memerlukan biaya mahal, hanya butuh kerelaan dan kemauan. Biasanya jika orang mengalami stres, karena terkurung oleh berbagai masalah, memiliki kecenderungan untuk mengeluh dan mengasihani diri sendiri: “Tuhan, mengapa hal ini terjadi kepadaku? sudah tak sanggup lagi menjalani hidup ini!” Tuhan akan membebaskan jika kita mau bersyukur kepada-Nya dalam segala hal. Semakin banyak kita memuji Tuhan, maka kita akan semakin kuat menjalani hidup. Inilah yang Daud lakukan: “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mzm 34:2). Segala waktu berarti dalam keadaan baik maupun buruk, suka atau duka, di setiap kesempatan. Memuji Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Ketika bangun tengah malam, pujilah Tuhan! Ketika bangun di pagi hari, pujilah Tuhan! Ketika sedang berkendara, berjalan-jalan, melakukan apa pun juga, pujilah Tuhan! “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.” (Mzm 119:164). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.252:2. Paian ma di hami
Ndang hadalanan hami salangka na ture
Dung Ho pe dongannami, tiur ma sasude

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM GENGGAMAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 2:1. “Suci, suci, suci”
Suci, suci, suci Tuhan Mahakuasa!
Di Kau kami puji di pagi yang teduh,
Suci, suci, suci, murah dan perkasa,
Allah Tritunggal, agung nama-Mu!

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Yohanes 2:1-6.
Malam : 1 Korintus 14:13-25.

03. Renungan: Mazmur 10:14.
Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Percaya kepada Allah tidak ditentukan oleh perasaan, melainkan merupakan suatu keputusan yang harus kita ambil. Kita tidak akan selalu mampu mengubah perasaan kita, tetapi kita dapat melatih kemampuan kita”. Apabila kita memandang dunia kita dan menyempatkan diri untuk mengamat-amatinya, percaya kepada Allah pada masa-masa yang seperti ini sungguh tidaklah mudah. Rakyat yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahnya membuat kekacauan di mana-mana, kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah, aksi-aksi kekerasan, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan serta tindakan kriminal lainnya. Memikirkan semuanya ini bisa membuat kita cemas untuk keluar rumah. Orang-orang tampaknya merasa tidak terlalu bersalah untuk melakukan hal itu. Tuntutan hidup yang semakin tinggi, memaksa semua keadaan itu terjadi. “Tetapi berbahagialah engkau yang berlindung kepada Allah” (Mzm 2:21B). Apabila kekhawatiran itu datang, pandanglah ke langit dan lihatlah burung-burung di udara yang tidak bekerja tetapi senantiasa diberi makan oleh Bapamu di Sorga. Percaya kepada Allah berarti me-nomor-duakan perasaan kita dan menganggap rendah kebimbangan kita. Serahkanlah segala masalah, kesusahan, kelemahan, kekhawatiran, sakit hati dan ketakutan saudara kepada Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIAJAR SEPERTI ANAK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 424:1. “Yesus menginginkan daku”
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 5:1-11.
Malam : 1 Korintus 14:1-12.

03. Renungan: Ibrani 12:7.
Jika kamu harus menanggung ganjaran: Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahNya?

Kadang figur seorang ayah di mata anak-anak kelihatan keras, tegas dan disiplin. Kadang karakter ini menimbulkan kebencian dan rasa takut di dalam hati anak-anak. Tetapi seiring pertumbuhan mereka menjadi besar dan dewasa, mereka akhirnya mengerti didikan seorang ayah itu mempunyai tujuan baik. Itu semua dilakukan seorang ayah semata-mata agar semua anak-anaknya memiliki masa depan. Seorang ayah yang baik adalah seorang ayah yang dapat mendidik, menuntun, menasehati bahkan mendisiplin anak-anaknya. Bila saat ini kita adalah seorang ayah, tentu tidaklah mudah untuk menghukum anak yang kita sayangi ketika mereka bersalah. Jauh lebih mudah untuk mengampuni mereka, meski kita mengerti hukuman yang tepat dapat menimbulkan efek jera. Tetapi firman Tuhan mengajarkan ini: Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya (Amsal 13:24). Ayat nas kita menganalogikan kasih Tuhan kepada kita seperti seorang ayah yang menyayangi anaknya. Jadi sama seperti Tuhan memberi ajaran kepada kita dalam bentuk mengajar, menyatakan, memperbaiki kelakuan dan mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Mari bersama kita berupaya menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita. Tuhan pasti memampukan kita! Amin.”

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH SELALU DI PIHAK KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 355:1. “Yesus memanggil”
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa, hati pun tent’ram
bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 4:1-8.
Malam : 1 Korintus 13:8-13.

03. Renungan: Roma 8:31.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika kita mendapati anak kita memecahkan vas bunga kesayangan kita, atau kita mendapati dia merusakkan barang yang bagi kita berharga, menghilangkan data yang kita simpan di komputer, merusakkan dokumen kerja kita yang sangat penting, atau bahkan berbuat sesuatu yang memalukan kita sebagai orang tuanya, memaki gurunya di sekolah, berkelahi dengan temannya, mendapat nilai jelek. Apa yang akan kita lakukan? Akankah kita memberikan dia pelajaran, supaya dia mengerti kesalahannya. Menghukumnya supaya dia tahu kesalahannya, bahwa yang dia lakukan itu tidak benar? Allah memberikan contoh yang lain daripada yang lain di dalam mendemonstrasikan kasih-Nya menghadapi kesalahan manusia. Dia memutuskan untuk tidak menghukum. Allah mempunyai cara yang lain. Tidak seperti cara kita mendidik anak kita jika kita dapati kesalahannya. Allah masuk ke dalam dunia orang berdosa dan menderita. Allah di pihak kita. Dia tidak berdiri jauh-jauh di sana. Menawarkan hidup bersama, gagal bersama, menderita bersama, ditolak, difitnah, dikhianati, ditinggalkan, diolok-olok, dianggap gila, dicurigai, menderita haus dan lapar, miskin, dipandang hina, bergaul dengan orang yang dikucilkan karena mereka sakit kusta, bergaul dengan orang-orang yang dijauhi karena dianggap sampah masyarakat, pemungut cukai, dan orang-orang miskin. Kita dirangkul dengan kasihNya, membisikkan kata-kata baik, menghibur dan menenangkan saat kita ketakutan oleh rasa bersalah, mengampuninya dan menanggung dosa dan segala kesalahan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.