Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

KUASA DAN KEMURAHAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 253:1. “Majulah. majulah”
Majulah, majulah, maju dalam t’rang permai
dan nyalakanlah pelita menantikan mempelai;
Sumber Hidup hanya Dia, Umat Tuhan, masuk pintuNya.
Majulah, majulah

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 10:34-48.
Malam : Yeremia 8:4-9.

03. Renungan: Mazmur 147:8.
Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.

Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika melihat langit dan awan-awan, turun hujan yang membuat tanah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang berguna bagi kehidupan manusia dan hewan? Apakah semua itu terjadi begitu saja? Adakah hal-hal tersebut membawa kita kepada pengakuan dan syukur atas kebesaran, kekuasaan dan kemurahan TUHAN? Dialah Allah pencipta langit dan bumi. Dia juga pemberi hidup bagi segala makhluk ciptaan-Nya. Nas ini mengajak kita untuk terus berusaha menyenangkan hati Tuhan dengan : 1. Mengakui bahwa Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Pengakuan ini akan menuntun kita untuk memelihara ciptaan-Nya dan tidak merusaknya. 2. Mengakui dan bersyukur bahwa TUHAN-lah pemberi hidup bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya, termasuk kita. Itu berarti tidak ada alasan bagi kita untuk hidup dalam kesombongan, melainkan harus hidup selalu dalam kerendahan hati dan bersyukur. 3. Takut akan Dia. Ini didasarkan pengakuan bahwa Tuhan itu Mahakuasa, Mahamulia, Mahabesar, Mahahadir, Mahakudus dan Mahaadil sehingga kita taat dan hidup sesuai firman-Nya. 4. Setia melakukan kehendak-Nya. Ini tidak mudah, tetapi kita harus terus belajar dan melatih diri untuk melakukannya setiap hari. 5. Berharap akan kasih setia-Nya. Ini didasarkan atas pengakuan bahwa kita terbatas, dengan diri sendiri dan tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok. Karena itu, kita harus senantiasa bergantung dan berharap pada kasih setiaNya. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 539:1. Sai hutagam do Tuhanku
Sai hutagam do Tuhanku, sai masihol rohangki
Di haroro ni Tuhanku songon na ni dokNa i.
Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho
Maranata ro, o Tuhan, Amen sai tibu ma ro!

06. Doa Bapa kami – Amin.

TETAPLAH BERDOA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah di kuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Titus 3:8-11.
Malam : Roma 3:25-31.

03. Renungan: Matius 7:7.
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Pada mulanya Tuhan telah menyediakan segala sesuatu untuk kebutuhan hidup manusia. Tinggal memetik dan memakan berlangsunglah kehidupan sebagaimana adanya. Namun apa daya setelah menusia berdosa, Tuhan berfirman antara lain dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu. Artinya manusia akan berusaha untuk membekalinya guna melanjutkan hidupnya. Berpangku tangan sesuatu yang diharamkan oleh kehidupan. Demikian juga Paulus berkata, jika seseorang tidak mau bekerja janganlah ia makan. Jadi segala sesuatu didapatkan dengan berusaha sekalipun segala sesuatu sudah tersedia. Makanan untuk kehidupan. Kristus untuk kehidupan ketika suatu saat Dia berdiri di depan pintu hati kita dan mengetok. Kita akan berusaha berdiri dan bergerak ke arah pintu itu dan membukanya sehingga Dia masuk dan makan bersama kita. Dua hal melalui nas ini mengajar kita. Hal yang pertama adalah sekalipun segala sesuatu telah tersedia untuk kita nikmati, namun harus ada upaya, meminta = memohon sehingga diberi, mencari sehingga mendapat, mengetok maka pintu dibuka. Hal kedua, apakah jaminannya semua yang tersedia itu kita dapatkan setelah upaya kita lakukan? Jaminan hanya satu, yaitu Dia yang adalah Tuhan yang mengatakannya pastilah memberikannya seturut kehendak-Nya. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 221:1-2. Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au.
Maporus holso-holsongki, sai di Ibana au.
Parmahan Jesuski, birubiruNa au
Ditogutogu tondingki, ndang be marmara au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Kemenangan bersama Tuhan


Minggu VI Setelah Trinitatis
Allah Bapa- Anak dan Roh Kudus

Topik:
Kemenangan bersama Tuhan
(Marhamonangan raphon Tuhan i)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na rata-rata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih
Kristus memberi pertumbuhan dan memelihara umatNya

Ev. Hakim-hakim 7:2-9.
Ep. Efesus 6:10-20.

SOTERIOLOGI

Pengajaran tentang keselamatan (Yun: Soteriologi) berasal dari kata soteria (= pembebasan, kelepasan, keselamatan) dan logos (=kebenaran, Firman, ajaran). Ini adalah pokok yang paling luas dibahas di dalam Alkitab karena keselamatan merupakan tema pokok Alkitab. Soteriologi berasal dari kata kerja: sozo, yang arti dasarnya ialah: menjadi sehat, menyembuhkan, menyelamatkan, mengawetkan. Dalam kaitannya dengan manusia berarti: menyelamatkan dari kematian. Pemahaman di atas pararel dengan kata Ibrani yang digunakan untuk keselamatan, yaitu: yasa (= kemerdekaan dari ikatan), syaloom (= damai, sehat), salem (= persembahan syukur atas kebebasan) yang pada intinya menunjuk pada pembebasan oleh Tuhan.

Firman Tuhan bagi kita saat ini mengingatkan kita bahwa pusat dan sumber kehidupan itu adalah Tuhan Yesus saja. Ketika kita hidup dan bekerja di luar dari keselamatan Tuhan, maka kita sedang menjalani hidup yang sia-sia yang menuju kepada kebinasaan. Seperti perkataan Tuhan Yesus: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Banyak manusia yang berlelah mencari kehidupan untuk mencari roti yang tidak mengenyangkan. Namun Tuhan memanggil kita kepada keselamatanNya agar kita hidup dan bekerja menerima roti dan air hidup dari sorga yaitu mendengar dan melakukan FirmanNya.

YESUS PENUNTUN HIDUP KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”

Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Titus 3:3-7.
Malam : Roma 3:22-24.

03. Renungan: Kolose 1:18.
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Dua hal filosofi Batak dari banyak hal adalah : satu, “Sala mandasor sega luhutan”, artinya keliru membuat dasar tumpukan berbentuk bundar hasil sabitan padi pada saat panen. Tumpukan itu terjaga kuat tidak rubuh sampai tiba untuk diambil bulir padi dan ditaruh di lumbung. Dan yang kedua adalah anak sulung senantiasa menjadi andalan untuk menentukan adik-adiknya berhasil di kemudian hari. Pertama dan utama dasar yang kuat dan anak sulung = pertama dua-duanya diusahakan menjadi utama guna menentukan gerak langkah berikutnya.Berkaca dari dua hal tersebut di atas tidaklah terlalu berlebihan apabila diambil alih memadukannya dengan nas renungan ini. Yesus adalah yang pertama dan utama dalam segala sesuatu kehidupan kita. Dengan memaknai hal tersebut secara sadar dan filosofi kita dapat kuat dan menuju keberhasilan dalam kehidupan keluarga kita. Kita sadar bahwa Kristus adalah kepala dalam keluarga. Sebagai kepala keluarga tentu kita akan tunduk akan apa yang diperintahkan-Nya. Yang sulung dan yang pertama bangkit dari antara orang mati. Karena apabila Dia tidak bangkit maka sia-sialah kita percaya kepada-Nya, dan kita akan tetap tinggal dalam dosa kita. Melalui Dia yang pertama dan utama jadilah kita kuat dan keberhasilan berada di tangan kita yang kesemuanya itu membuat Tuhan mulia dalam keluarga kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin.

AKHIR JAMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian NKB. No. 3:1. “Terpujilah Allah”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar
Sehingga di b’rilah PutraNya kudus, mengangkat manusia serta menebus
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:25-35.
Malam : Mazmur 1:1-6.

03. Renungan: Markus 13:7.
Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus percaya bahwa pada saatnya Tuhan akan segera datang. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik, selalu waspada dan berjaga-jaga. Dikatakan, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.” (2 Pet 3:9-10a). Jika kita memperhatikan keadaan dunia saat ini, tanda-tanda kedatangan Tuhan kali yang ke-dua sudah amat sangat dekat. Alkitab menyatakan tanda-tanda itu di antaranya adalah munculnya mesias-mesias palsu, “…banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Mat 24:5). Lalu akan ada deru perang dan kabar-kabar tentang perang terdengar di mana-mana: bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan (Mat 24:6-7a); akan ada bencana kelaparan dan gempa bumi (Mat 24:7b); banyak anak Tuhan mengalami aniaya karena Kristus namun tidak sedikit pula orang Kristen yang meninggalkan Tuhan dan menjadi murtad (Mat 24:9, 10); kedurhakaan kian meningkat dan kasih menjadi dingin (Mat 24:12); Kejahatan di dunia ini kian memuncak dan masih banyak lagi. Manusia tidak lagi mengasihi Tuhan dan kasih antara kebanyakan orang pun semakin dingin. Marilah kita bersiap-siap menyambut kedatangan Tuhan dengan sikap dan perilaku yang baik. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:3. Sai tiop ma tanganku
Ianggo hasusaan godang do i, alai panghilalaan sonang do i.
Na tiur do rohangku nang pe holom, ni ida ni matangku di tano on.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KITA HANYA MERENCANAKAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 10:17-24.
Malam : Yeremia 2:1-13.

03. Renungan: Amsal 16:9.
Hati manusia yang memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya

Tidak sedikit manusia merasa kecewa dalam hidupnya ketika dia menemukan hidupnya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Pada kondisi yang seperti ini mulailah orang tersebut bertanya mengapa Tuhan tidak menjawab doa permintaan saya? Apa salah dan dosaku sehingga Tuhan tidak memberkati hidupku? Seorang ayah melihat bakat anak sangat mahir di bidang keteknikan sehingga dia dengan segenap hati berusaha membimbing sang anak belajar matematika, fisika dan cabang-cabang ilmu eksakta lainnya. Si anak merasa sedikit dipaksa oleh ayahnya untuk mengikuti keinginan ayahnya padahal dia sendiri ingin menjadi seperti seorang penyanyi yang popular dan memiliki harta banyak. Si Anak ogah-ogahan menyelesaikan studinya dibidang Teknik dan dengan segala usaha dia mati-matian belajar menjadi penyanyi. Sayangnya, sebagai penyanyi dia tidak pernah mencapai hit dan penghasilannya seperti yang dia bayangkan. Lama-lama dia sadar bahwa dirinya sesungguhnya tidak terlalu istimewa di bidang tarik suara, kalaupun dia bisa nyanyi itupun karena dia sudah melakukan usaha yang mati-matian. Lalu si anak bertanya kepada Ayahnya, mengapa Ayah dulu bersikeras menyuruh saya belajar Teknik? Lalu Ayahnya menjawab, karena bakatmu sejak kecil Ayah lihat di keteknikan, semua barang-barang dirumah kamu bongkar, rusak dan pasang kembali dan berhasil. Si anakpun paham lalu mengikuti arahan Ayahnya, dan benar si Anakpun dapat berhasil dengan luar biasa dan menikmati hasilnya dengan bahagia. Sering manusia hanya berpikir untuk memenuhi keinginan dirinya sendiri tanpa bertanya apa yang Tuhan siapkan dan inginkan untuk dirinya? Oleh karena itu lakukanlah Tuhan maka Ia akan menuntun perjalanan hidupmu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDENGAR FIRMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Timotius 4:1-5.
Malam : Yeremia 1:11-19.

03. Renungan: Lukas 4:21.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.

Tuhan Yesus dalam menutup perumpamaan-Nya berkata; “Barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar”. Jika kita tidak mempunyai cara mendengar yang baik dan benar kita tidak dapat apa-apa, bahkan apa yang ada pada kita akan diambil (Luk 8:18). Pada saat Allah memanggil Samuel sampai tiga kali agar imam Eli dan Samuel tahu bahwa Allah yang memanggil Samuel. Dan samuel menjawab “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Yang dapat kita pelajari dari peristiwa itu adalah ; bahwa dalam mendengar harus ada unsur kesengajaan, ekspestasi, penantian, dan postur yang tepat dalam mendengar dan membaca firman. Kita juga bisa belajar dari cara Maria mendengar Yesus. Maria memberi perhatian yang penuh, fokus kepada Yesus, posisi yang tepat duduk dekat kaki Yesus (Luk 10:38-39). Paul Tilic berkata: Mengasihi dan menghargai seseorang terlihat dari cara dia mendengarkan. Jika kita sayang pada orang di sekeliling kita, anak, istri, suami, perhatikan bagaimana cara kita mendengar mereka. Untuk menghargai sesama, kita harus fokus pada ucapan-ucapan mereka. Kita sering berkata saya cinta kamu, pada hal yang utama adalah aku mengerti kamu, saya mendengar kamu. Mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita itulah yang membuat kita intim, dekat, dengan Tuhan. Beberapa tips menjadi pendengar yang baik dan benar yang perlu kita lakukan yaitu: fokus pada individunya, bukan pada kata-katanya, buka telinga, singkirkan segala penghalang-penghalang, mendengar untuk mengerti, bukan untuk di mengerti atau menjawab. Amen.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 197:1-2. Na marmahani hita
Na marmahani hita parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan na lilu do sude, na lilu do sude.

06. Doa Bapa kami – Amin