Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

LIDAH SEORANG MURID


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 383:1. “Sungguh indah kabar mulia”
Sungguh indah kabar mulia hai percayalah! Yesus Kristus tak berubah s’lama-lamanya!
darahNya tetap menghapus dosa dan cela. Ia hibur yang berduka puji namaNya.
Baik kemarin hari ini, s’lama-lamanya. Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya
Puji namaNya! Puji namaNya! Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:11-16.
Malam : Yeremia 28:1-17.

03. Renungan: Yesaya 50:4.
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Ada peribahasa yang mengatakan “mulut mu harimau mu” yang artinya segala perkataan yang kita ucapkan tanpa pikirkan terlebih dahulu akan dapat merugikan diri sendiri. Dan untuk zaman sekarang bukan hanya mulut atau lidah saja yang perlu kita jaga tetapi juga jari tangan kita, karena kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk berkomunikasi menggunakan aplikasi wa, fb, instagram, line dan applikasi lainnya. Melalui ayat ini kita diingatkan untuk selalu dapat mengontrol diri kita sehingga orang lain tidak akan terluka, merasa dihina dan disakiti atau mendapatkan masalah akibat perkatatan kita. Sesaat kita bisa merasa puas telah menyakiti orang lain, tapi percayalah pada akhirnya semuanya akan membawa masalah bagi diri kita sendiri. Seperti halnya Yesaya yang mengumpamakan dirinya sebagai seorang murid Tuhan yang dikaruniakan lidah seorang murid dan dipertajam pendengarannya setiap hari, sehingga melalui perkataannya dia dapat memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu dengan memberitakan kebenaran akan Firman Tuhan yang disampaikan dengan lemah lembut. Kesetiaannya sebagai seorang murid di tengah-tengah tekanan yang berat membuat dia dilayakkan menjadi orang yang benar di hadapan Allah. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.440:1. Sai puji ma Tuhanta
Sai puji ma, Tuhanta Jesus Kristus.
Pasangapma, lomoNa ma patulus Pinujima, goarNa da.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP JUJUR


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yakobus 3:13-18.
Malam : Yeremia 27:1-11.

03. Renungan: Amsal 16:17.
Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.

Banyak orang yang berani berdusta atau berkata tidak jujur karena mereka lebih takut kepada manusia, sekedar menyenangkan hati orang lain, daripada takut kepada Tuhan. Mereka berpikir lebih mudah berdusta kepada Tuhan yang tak dilihatnya daripada berdusta di hadapan manusia. Cepat atau lambat setiap ketidakjujuran atau kebohongan pasti akan terungkap. Manusia mungkin saja tidak tahu dan bisa dikelabui dengan kebohongan kita, tetapi Tuhan yang duduk di atas takhta-Nya adalah Mahatahu, bahkan. Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.” (1 Taw 28:9). Apa pun yang kita pikirkan, rancangkan, cita-citakan, Tuhan tahu secara persis. “Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibr 4:13).

Di masa sekarang ini dunia penuh dosa dan kejahatan yang begitu merajalela sehingga semakin sulit hidup dalam kejujuran. Haruskah orang percaya mengikuti arus dunia ini untuk hidup dalam ketidakjujuran? “…siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5:17). Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus kita harus meninggalkan tabiat lama. Hidup menurut kehendak Tuhan berarti harus menjadi orang jujur. Daud menulis: “…orang-orang benar akan memuji nama-Mu, orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu (Mzm 140:14).” Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Terimalah hikmat dari Allah


Minggu ke IX Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

Topik: Terimalah hikmat dari Allah
(Janghon ma habisuhon sian Debata)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna simbol: Pertumbuhan dan Kasih
Yesus memberi pertumbuhan dan memelihara umatNya

Ev. 1 Raja-raja 4:29:34 (Bhs Indonesia)
Ep. Roma 11:33-36

Asal dari Dosa
(Konfesi 1951: Pasal 5 Tentang Dosa)

Iblislah asal mula dari dosa. Ia menghendaki supaya semua orang berdosa, yaitu berbalik dari Allah. Yoh. 8: 44; Kej 3: 1 – 7; Wahyu20: 10. Jadi walaupun manusia yang pertama (Adam dan Hawa) sempurna adanya, yaitu yang dapat melakukan kemauan Allah, mereka melanggar hukum yang diberikan Allah kepadanya karena godaan Iblis, serta mereka berbalik dari Allah. Dosa ialah pelanggaran kemauan Allah. 1 Yoh 3: 4; Yak 1: 15.

Dosa Warisan (Konfesi 1951: Pasal 6)
Kita percaya dan menyaksikan : Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dosa itu masuk kepada semua turunannya. Oleh karena itu semua manusia lahir di dalam dosa dan diperbudakkan dosa dengan melanggar hukum Allah. Dan dosalah yang mengakibatkan hukuman maut yang kekal.

Mzm 51: 7; 58: 4; Kej 8: 21; Roma 5: 12; 3: 12; 3: 23; Tit 3: 5; Yoh 3: 5; Yoh 6: 63. Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang menyatakan : Bayi yang baru lahir tidak berdosa. Juga ajaran yang bertentangan dengan Firman Allah yang mengatakan : Dosa hanyalah akibat kemiskinan, kekurangan dan kesengsarasn dan karena itu dosa tidak begitu diberatkan.

Demikian pula ajaran yang mengatakan bahwa hati orang adalah bersih seperti kertas yang tidak bertulisan pada waktu lahirnya.

HIDUP SETIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 16:10-13.
Malam : Yeremia 51:59-64.

03. Renungan: 2 Tesalonika 3:3.
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.

Kesetiaan adalah cerminan integritas pribadi yang kuat. Banyak pegawai tidak setia (loyal) pada perusahaannya. Karena diiming-iming uang ia langsung pindah ke perusahaan lain. Banyak rumah tangga hancur karena suami atau istri tidak setia pada pasangannya. Banyak orang yang tadinya sahabat karib, jadi berlawanan karena yang satu tidak setia kepada yang lainnya. Anggota gereja juga banyak yang tidak setia. Karena tidak puas dengan gerejanya ia lalu pindah ke gereja lain. Bagaimana kita bisa menjadi orang Kristen yang berkualitas dan berdampak, bila terkena masalah sedikit saja kita langsung down? Ingatlah, pribadi yang tangguh tidak dihasilkan melalui kemudahan dan kenyamanan, tetapi dibentuk melalui masalah, kesukaran, tantangan, keringat dan air mata. Kita begitu mudah berjanji setia kepada Tuhan saat dalam masalah, namun setelah ditolong Tuhan kita lupa dengan janji dan komitmen kita sendiri. Kita tidak lagi setia kepada Tuhan. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya. Tuhan selalu menolong umatNya, tapi Ia membutuhkan sarana untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya, dan sarana itu adalah iman kita, sebab tanpa iman tak seorang pun berkenan kepada Tuhan ( Ibr 11:6), dan dalam iman ada unsur kesetiaan menantikan Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KESEPAKATAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Pengkhotbah 9:13-18.
Malam : Yeremia 24:1-10.

03. Renungan: Matius 18:19.
Dan lagi aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu sepakat meminta apa pun juga, permintaan-permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga.

Kata “sepakat” diambil dari bahasa Yunani “sumphoneo” yang artinya harmonis, bersamaan, kompak, setuju. Dari kata inilah kita dapatkan kata “simfoni”, suatu kelompok paduan suara yang indah. Kesepakatan berbicara tentang kesatuan dari beberapa hal yang berbeda (unity), tetapi bukan berarti keseragaman (uniform). Bayangkan bila semua pemain di orkestra adalah berasal dari sekumpulan pemain alat musik yang sama, yang memukul pada nada yang sama dan pada ketukan yang sama. Betapa membosankannya. Kesepakatan dalam satu komunitas besar harus dimulai dari diri sendiri, dalam Yoh.17:21 dikatakan, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dalam Matius 18:19 juga dikatakan, “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” Ketika mereka sepakat dalam Tuhan, lalu sepakat juga bersama anak-anak mereka, maka ada janji Tuhan bahwa permohonan doa mereka akan dikabulkan oleh Bapa di sorga. Betapa pentingnya kesepakatan dimulai dari suami isteri, kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan antara orangtua dengan anak. Kesepakatan dengan jemaat Tuhan adalah ketika Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus (Kisah 1:14). Tuhan merindukan adanya kesepakatan, dan biarlah kesepakatan itu dimulai dari diri kita dengan Tuhan, lalu bersepakatlah dengan keluarga dan sesama. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN PASTI DATANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 21:18-22.
Malam : Yeremia 36:1-19.

03. Renungan: Hosea 6:3.
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar; Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Mustahil kita meraih semua yang kita impikan jika kita hanya berpangku tangan dan tidak melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan. Jangan sekali-kali kita mengkambinghitamkan orang lain sebagai penyebab kegagalan, tapi biarlah kita belajar untuk mengevaluasi diri dan membuat sebuah perubahan. Barrack Husein Obama, presiden Amerika ke-44 mengatakan, “Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu. Diri kitalah yang ditunggu-tunggu. Diri kitalah perubahan yang dicari-cari.” Sebagus dan secemerlang apa pun rencana dan ide yang ada di otak kita, apabila tidak disertai dengan tindakan yang sungguh untuk mewujudkannya maka semuanya hanya tinggal angan-angan dan tidak pernah menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Begitu juga dalam bekerja, studi, beribadah, berdoa dan melayani pekerjaan Tuhan, jika tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh hasilnya pun tidak akan maksimal. Bersungguh-sungguh berarti melakukan dengan segenap hati, pikiran, tenaga, kemampuan, serta penuh tanggung jawab; bersungguh-sungguh berarti tekun, setia, disiplin dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Tuhan menghendaki anak-anak-Nya memiliki kehidupan yang di atas rata-rata supaya keberadaannya benar-benar berdampak bagi dunia. Kerjakanlah segala sesuatu dengan sungguh-sungguh. “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,” (Ibrani 6:11).

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH HAKIM YANG ADIL


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 12:27-31.
Malam : 1 Petrus 5:5-11.

03. Renungan: Roma 2:16.
Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan injil yang kuberitakan akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia oleh Kristus Yesus.

Kata menghakimi mempunyai suatu pekerjaan untuk memberikan suatu penilaian atau mengadili atau menyalahkan atau membenarkan orang lain. Dalam menghakimi orang lain terkadang kita lupa untuk terlebih dahulu mengkoreksi diri kita sendiri atau menganggap diri kita sudah bertindak dengan benar. Ibarat pepatah mengatakan semut diseberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak dilihat. Hal inilah yang diperlakukan orang Jahudi kepada non-Jahudi dimana Jahudi menganggap lebih hebat karena mempunyai hukum taurat sehingga akan luput dari penghakiman Allah. Padahal orang Jahudi banyak melanggar hukum Taurat. Rasul Paulus mengajarkan dalam Roma 2:1-16 ini bahwa Allah menghakimi manusia menurut perbuatan-perbuatannya sama seperti Ia menghakimi manusia menurut kebenarannya, sebab Allah tidak memandang bulu (ayat 11), semua orang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa dibawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat (ayat 12). Allah memang penuh kasih sayang, tapi Ia tidak membiarkan orang berdosa atau orang bersalah tidak memikul hukuman akibat kesalahannya. Melalui nas ini kita diajak untuk memegang teguh kebenaran firman Tuhan dan berusaha hidup baik, sebab akan tiba waktunya Tuhan akan menghakimi dunia dan segala isinya. Kita boleh bersembunyi dihadapan manusia tetapi dihadapan Tuhan tidak, sebab segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati baik itu baik atau jahat semuanya nyata dihadapan Tuhan. Setialah kepada Tuhan! Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 559:1 “Debata na Songkal jala na badia”
Debata na songkal Sitolusada, di sogot ni ari hupuji GoarMi,
Debata na songkal siparasi Roha Sitolusada, Nabadia i. Amen

06. Doa Bapa kami – Amin