Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

KUAT DAN BIJAK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 12:3-8.
Malam : Yeremia 38:1-6.

03. Renungan: Mazmur 147:5.
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

Saat kita mengalami begitu banyak pergumulan, persoalan ataupun masalah seringkali iman kita menjadi lemah sehingga kita kehilangan kekuatan di dalam menjalani hidup ini. Tetapi sebenarnya saat mengalami banyak persoalan, harusnya kita tetap kuat dan jangan mudah menyerah. Sebab kita memiliki Tuhan sebagai sumber kekuatan kita dan kebijaksanaanNya tak terhingga. Karena di dalam Tuhan sajalah kita pasti akan kuat. Dan bersama Dia kita akan tangguh menghadapi apapun dan tidak akan goyah. Ketika kita mengalami persoalan yang berat jangan pesimis ingatlah segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepada kita. Agar selalu mendapatkan kekuatan dari Tuhan kita perlu memiliki hubungan yang erat denganNya, sebab hanya Tuhan sajalah sumber kekuatan kita, bersama Dia kita tidak akan mudah goyah. Kekuatan dapat kita peroleh ketika kita membaca serta dapat merenungkan FirmanNya. Jangan pernah meremehkan Firman Tuhan sebab di dalamnya juga berisikan janji-janji Tuhan yang akan memberikan kita kekuatan, bahkan kelegaan yang baru. Di dalam kesesakan apapun tetaplah memuji, serta merenungkan akan kebenaran FirmanNya. Walaupun di dalam hidup ini ada banyak persoalan, jangan merasa kita lemah tetaplah menjadi kuat dan jalanilah segalanya bersama Tuhan serta mengandalkanNya sebagai sumber kekuatan kita. Bersama Dia kita akan menanggung segala perkara dan keluar sebagai pemenang. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 303:6. Jahowa, Tuhanki
Sai pasupasu ma sude pambahenanku, o Tuhan Debata, nang nasa pingkiranku
Sai naeng marsangap Ho dibaen hatangku pe, Paboa na di Ho do gogongki sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SEMUA ATAS KARUNIA TUHAN


Saat Teduh……………..

01. Nyanyian KJ. No. 453:1. “Yesus kawan yang sejati”
Yesus kawan yang sejati bagi kita yang lemah. Tiap hal boleh
dibawa dalam doa padaNya. O’ betapa kita susah
dan percuma berlelah. Bila kurang pasrah diri dalam berdoa padaNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 21:1-21.
Malam : Yeremia 37:11-21.

03. Renungan: Yohanes 3:27.
Jawab Yohanes: Tidak dapat seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Tanggapan Yohanes disampaikan dalam bentuk pepatah kata. Dia mengerti bahwa dia dipanggil oleh Allah yang berkedaulatan, pada suatu pelayanan yang khusus, bukan pada keberhasilan yang duniawi. Dia tidak bersaing dalam popularitas dengan seorang pun juga, apa lagi dengan Tuhan Yesus yang dia beritakan. Dia tidak akan digoda untuk berdosa mengingini popularitas atau pujaan yang dikaruniakan kepada orang lain. Ungkapan ini mirip apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada Pontius Pilatus dalam pasal 19:11, “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas”. Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” Di dunia ini, setiap orang tentu ingin dirinya diposisi yang lebih utama atau yang lebih tinggi. Karena itu untuk meraih dan mendapatkan posisi yang lebih tinggi banyak orang berjuang dengan berbagai upaya. Terkadang benar atau salah tidak lagi dihiraukan. Tak sedikit orang mengabaikan dan menurunkan standar kebenaran, menutup mata hati nurani, mengorbankan sesama hanya karena ingin menempati posisi yang lebih utama. Dalam bagian ini mari melihat dan belajar bagaimana Yohanes Pembaptis bersikap dan bagaimana ia menyadari posisinya dihadapan Yesus? Dengan kata lain, Yohanes ingin mengatakan bahwa Allah yang telah mengaruniakan seluruhnya itu kepadanya atau singkatnya bahwa Allah yang telah mengutusnya. Kita dapat dikatakan hidup dalam kasih karunia sebab kita dipilih untuk menjadi anak-anak Allah. Allah memberi kuasa kepada orang percaya untuk dapat melakukan kehendak Allah atau berkenan kepada Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
Ima Tuhanta Jesus, Silehon tua i, silehon tua i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tentang MAKANAN


Konfesi HKBP: Pasal 14
Tentang MAKANAN

Kita percaya dan menyaksikan :
Semua yang diberikan Allah adalah baik, kita tidak memantangkan, asal diterima dengan hati yang penuh syukur, sebab pemberian-pemberian itu menjadi suci karena Firman Tuhan dan doa.

Manusia tidak menjadi suci karena mengindahkan bermacam-macam pantangan-pantangan terhadap makanan. Sebab imanlah yang mensucikan pemberian Allah. Manusia tidak menjadi suci karena mengindahkan hukum-hukum tentang makanan. Oleh sebab itulah Rasul Paulus melawan aturan-aturan bangsa Yahudi tentang makanan. Tidak boleh Injil terbelakang karena pantang makanan, hadis atau tradisi. Mat 15: Rom 14; Kol 2; Kisah 15; 1 Tim 4 : 4 – 5.
Dengan ajaran ini kita menolak ajaran orang-orang yang menyebarkan paham-paham yang sesat mengenai makanan

SUMBER PENGETAHUAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 299:1. “Besyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 2:1-7.
Malam : Yeremia 37:1-10.

03. Renungan: 2 Timotius 2:7.
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Tuhan memiliki rancangan yang sempurna, dan manusia tidak dapat meyelami pikiran Tuhan. Sekalipun rancangan kita tidak terwujud tetaplah bersyukur, sebab di dalam segala keadaan Tuhan memiliki rencana yang terbaik buat kita. Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang buruk buat kita. Paulus mengatakan bahwa TUHAN bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Artinya, setiap perkara yang terjadi tidak pernah terjadi secara kebetulan, selalu ada maksud dan tujuan Tuhan. Nabi Yeremia menyampaikan bahwa rancangan Tuhan itu adalah rancangan yang penuh dengan kebaikan dan memberikan hari depan yang penuh pengharapan (Yer 29:11). Jadi, jangan pernah keadaan buruk membuat kita menyerah, atau menjadi pesimis. Di dalam kondisi apapun kita harus tetap kuat sebab rencana Tuhan atas kita itu baik. Ayub yang secara tiba-tiba mengalami ujian dalam hidupnya. Ayub mungkin tidak memahami maksud Tuhan, namun setelah Tuhan memulihkan keadaan Ayub, akhirnya Dia menyadari bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanaNya yang gagal.

Saat kita berserah maka Tuhan akan bekerja secara luar biasa dalam hidup kita, dan Ia akan menyatakan rancanganNya yang sempurna. Marilah kita tetap berfokus pada Tuhan, sampai Ia menyatakan rancanganNya yang terbaik bagi kita. Tuhan akan menyatakan semua indah pada waktuNya. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkaki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA YANG ABADI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Nehemia 4:1-15.
Malam : Yeremia 34:1-7.

03. Renungan: Yesaya 25:8.
Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan TUHAN Allah akan menghapus air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.

Berbagai macam janji yang kita temui dalam kehidupan kita sehari hari. Janji itu penting dan mengikat serta sebagai penghubung terhadap siapa kita berjanji. Namun tidak jarang kita temui orang yang mengingkari janjinya. Berbeda dengan Allah, apabila Allah sudah berjanji pasti ditepati. Apabila Tuhan berfirman, Dia pasti melakukan apa yang Dia firmankan. Nas ini mengingatkan kita tentang janji setia Tuhan Allah untuk kehidupan yang penuh sukacita di sorga kelak dan rancanganNya yang ajaib yang telah ada sejak lama yakni kehidupan yang kekal. Di sana kita tidak menemui penderitaan dan kesengsaraan asalkan kita tetap setia sampai akhir hidup kita kepada Tuhan Allah.

Kenyataan sungguh banyak masalah dan penderitaan yang dialami setiap orang dalam kehidupan di dunia ini seperti ketidakadilan, dikucilkan, penindasan, dukacita, kesepian, tekanan ekonomi, kemajuan dan perkembangan teknologi dan lain-lain yang membuat manusia terbelenggu dan menangis sehingga tidak sabar menanti janji setia Tuhan. Firman Tuhan hari ini memberi pengharapan akan keselamatan karena umat-Nya akan bebas dari maut dan air mata. Walaupun kita harus menghadapi penderitaan, kesusahan dan persoalan dan beban yang teramat berat, yakinlah bahwa Allah akan menolong, mengangkat, menggendong serta menyelamatkan kita dari beban dan ancaman bahaya, kesulitan dan kesusahan, kesedihan, kematian dan dari maut yang merajalela yang kita hadapi dalam hidup ini. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Untuk itu tetaplah setia dan senantiasa memandang janji setia Allah. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP BERIMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 12:46-50.
Malam : Yeremia 29:24-32.

03. Renungan: 1 Korintus 16:13.
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

Rasul Paulus menasihatkan agar semua umat Tuhan saat itu untuk berjaga-jaga dalam segala kemungkinan yang akan terjadi. Karena saat itu timbul anti Kristus tentu sentimen anti Kristus juga akan terjadi pada anti Kristen atau anti murid-murid Kristus. Tuhan Yesus pun sudah menubuatkan bahwa akan terjadi penganiayaan pada murid-muridNya. Maka rasul Paulus mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang buruk pada orang kristen. Pada jaman sekarang ini dengan suhu politik lagi meningkat kemungkinan isu Sara (suku, agama, ras dan antar golongan) adalah hal yang seringkali dimunculkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan teror, intimidasi serta ketakutan yang berlebihan terhadap anak-anak Tuhan. Tapi kita tidak perlu takut dan gentar karena kalau Allah dipihak kita siapa lawan kita? Tidak ada. Berdirilah teguh dalam iman! Iman adalah dasar segala sesuatu yang belum kita lihat dan percaya ( Ibr 11 : 1-6 ). Dengan iman baru orang berkenan di hadapan Allah. Jangan gentar menghadapai berbagai pencobaan dan ujian sebab Tuhan yang setia selalu bersama-sama dengan kita. Yesus sendiri mengatakan, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena Allah akan memberikan Kerajaan Sorga ( Mat 5 : 10).”

Tidak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya dan tidak lagi giat melayani Tuhan: Menarik diri dari pelayanan, karena masalah atau penderitaan yang dialaminya. Namun justru ketika berada dalam ujian seharusnya kita makin melekat kepada Tuhan Yesus sebagai pokok anggur, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5b). Mari kita koreksi kehidupan kita, apakah kita sudah makin jauh dari kehendak Tuhan? Mari kita perbarui komitmen kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 277:1. Las situtu rohangku
Marsada roha hita, sitanda Jesus i. Tatiop tong jamita, pasonang roha i
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TEKUN MENCARI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 10:16-23.
Malam : Yeremia 29:1-23.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 8:39b.
Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Nats hari ini menceritakan pelayanan Filipus di daerah Samaria. Ia sedang mengajarkan firman Tuhan kepada seorang sida-sida dari Etiopia. Sida-sida adalah orang yang bekerja pada pemerintah pada saat itu. Sida-sida tertarik akan pengajaran firman Tuhan, dan ia banyak belajar dari Filipus dan rela berjalan jauh dari Etiopia ke Yerusalem. Dalam perikop ini sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya 53; tentang penderitaan Tuhan Yesus. Yang paling menarik adalah dia berterus terang atas ketidakpahamanya atas Fiman yang dia baca dan meminta bimbingan Filipus. Bahkan sida-sida tersebut meminta untuk dibaptis setelah mendapat pengajaran dan dia bersuka cita. Kehidupan sida-sida ini menjadi hal yang perlu kita tiru dalam kehidupan kita. Kita harus bertekun mencari Tuhan. Jangan kita merasa yang sudah paling mengenal Tuhan karena kita sudah menjadi HKBP sejak lahir. Padahal kita jarang membaca Alkitab, dan malas untuk datang ke kebaktian wijk. Kita diminta bertekun mencari Tuhan dengan membaca firmanNya. Karena bagaimana kita bisa makin mengenal Dia, sementara membaca Alkitab juga kita jarang? Tidaklah cukup hanya mengandalkan bahwa kita rajin datang ke gereja setiap hari Minggu. Adalah baik untuk perkembangan rohani kita selain mendengar kotbah, membaca kembali firman tersebut. Kegigihan sida-sida untuk belajar Firman Tuhan dan dibaptis, dapat menjadi inspirasi kita untuk tetap bertekun mencari Tuhan. Amin. .

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.267:1. O, Tuhan sulingkit
O Tuhan sulingkit ma au! Sondangi rohangku tangkas
Gogongku soada di au! Tu Ho au paringgas, tu Ho au padonok,
Di Ho na ma au. Gogongku soada di au!:

06. Doa Bapa kami – Amin.