Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN RAJA YANG BERKUASA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di Tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya,
aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar.
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus
aman pelukanNya, dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Markus 12:41-44.
Malam : 2 Korintus 3:1-6.

03. Renungan: Mika 4:7.
Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya

Nas ini menuliskan tentang harapan umat Tuhan akan masa depan ketika sedang mengalami kehancuran. Selain kehilangan sebagian besar sukunya, Israel juga terancam kehancuran total karena Yehuda sedang berada di dalam bahaya ditaklukkan juga oleh Asyur. Ternyata Tuhan tidak murka untuk selamanya (Mi. 7:18). Dia menyatakan kembali bahwa Israel adalah milik-Nya dan Yerusalem adalah kota pilihan-Nya. Tuhan mengumpulkan umat-Nya kembali dengan mendeklarasikan bahwa Dialah Raja atas Israel dan atas segala bangsa. Maka Yesaya mengatakan, “alangkah indah kedatangan orang yang membawa berita bahwa Tuhan telah mengampuni umat-Nya.” Inilah berita paling indah bagi orang-orang yang rindu kembali kepada Tuhan. Mereka sangat rindu bisa kembali beribadah kepada Tuhan di Yerusalem (Mzm. 42:5). Umat yang sejati menantikan saat di mana Tuhan akan memulihkan umatNya. Tetapi kapankah ini terjadi? Kapankah berita sorak sorai ini dinyatakan? Maka sebenarnya sorak sorai ini baru bisa digenapi ketika Tuhan Yesus datang sebagai Raja atas umat-Nya. Yesuslah Sang Raja keturunan Daud. Yesus akan menghibur umat-Nya bahkan memberikan nyawa-Nya. Tetapi, sebelum memberitakan Injil Kristus, sudahkah kita menjadi orang-orang yang bersukacita dan bersorak-sorai sebab Sang Raja, yaitu Kristus, telah datang dan telah menjadi penebus dan penyelamat. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

Na hona RPP


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
Na hona RPP.

Sipinsangon ni huria do angka namangalaosi, partohonan manang ruas ni huria, i ma parpangalaho na maralo tu Hata ni Debata na mangulahon dosa na patar manang na buni. Alai maol do botoon taringot tu dosa na buni. Masuk tuson do angka hasalaan na manggagat songon burbur, gabe songon tasik ni bosi na maol longkangan, na pola tahe sai diampini halak hasalaan i. Mansai jorbut do panghorhon ni dosa na buni, pola dipartahanhon jala dihalomohon halak laho mangulahonsa ai gabe utang i dihilala rohana molo so diulahon hasalaan i. Sipata do angka halak sisongon on martopenghon kebudayaan manang ekonomi laho mangulahonsa, ai sai adong do hagogoon na manait rohana, gabe lam madabu jala mago ma haporseaon dohot ngolu partondion dohot ngolu parhuriaonna. Debata do na manguhumi pangalaosion na buni.

Siingoton ni na mandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon. Ia angka na mandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon, naeng ma na mangalehon tingkina dohot rohana songon parmahan na pauliulihon tondi ni pangalaosi i unang ma songon panguhum. Ndang sintong pardalan ni Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon, ia pintor dihudus mandabu paminsangon so jolo ditopot jala ditangkasi hasalaan i (hurang hatorangan na tangkas/bukti). Unang ma dipaujung paminsangon i marhite na holan sahali marrapot, alai naeng ma dua tolu hali. Molo maol dihatai, unang tompu, ai dokdok do ulaon manguhumi. Asa tagan so diputushon dope paminsangon i, naeng ma jolo tangkas dapot hatorangan pambahenan ni pangalaosi i ro di alana umbahen dilaosi ibana patik ni Debata. Jumolo ma begeon hatorangan i sian pangalaosi i sandiri, ndang sian halak na asing. Unang ma masidokdoki didalanhon paminsangon i. Unang mamilimili manang marnida bohi laho padalanhonsa. Unang ma dipangke (diperalat) Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon I laho pasombu tagas mamaloshon manang paduruhon dongan, tarlobi molo adong parsalisian dohot hamaolon di huria. Ingkon di bagasan holong ni roha ma angka na mandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangoni.

MILIKILAH IMAN YANG KUAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 10:40-42.
Malam : 2 Korintus 2:12-17.

03. Renungan: Matius 8:26.
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? “Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Dalam nas ini kita membayangkan bagaimana Yesus membentak angin ribut yang sedang mengamuk di Danau Galilea, dan danau pun menjadi teduh sekali. Sangat luar biasa! Kita dapat membayangkan betapa besarnya kuat-kuasa yang dimiliki oleh Yesus atas alam semesta. Kita juga diingatkan akan makna cerita ini bagi kita sekarang, bahwa Yesus bukan hanya meredakan angin ribut di Danau Galilea, melainkan “di mana saja Yesus berada, maka badai-badai kehidupan menjadi reda/teduh. Artinya, dalam kehadiran Yesus, maka angin badai yang paling hebat pun akan diubah menjadi suasana penuh kedamaian. Manakala angin kencang kedinginan hati, atau angin kesedihan bertiup, maka ada ketenangan dan rasa nyaman dalam kehadiran Yesus Kristus. Ketika angin panas penderitaan sengsara bertiup kencang, maka ada damai-sejahtera dan rasa aman dalam kehadiran Yesus Kristus. Ketika angin badai keragu-raguan berupaya untuk mencabut akar atau fondasi iman-kepercayaan kita, maka ada rasa aman yang tetap dalam kehadiran Yesus Kristus.

Dalam badai kehidupan ada ketenangan dan kedamaian bersama Yesus. Janganlah melupakan pelajaran dari peristiwa ini, yaitu bahwa apabila berbagai badai kehidupan menggoncang jiwa kita, maka Yesus Kristus ada di sana, dengan kuasaNya maka badai akan diubah-Nya menjadi damai-sejahtera. Jangan pernah merasa takut lagi, karena setiap kali badai kehidupan datang mengancam, Tuhan senantiasa hadir. Dia adalah sang Imanuel, Allah yang senantiasa bersama kita. Terpujilah namaNya, sekarang dan selama-lamanya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No.194:2. Mauliate ma di Ho, O Debata
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERDOA DALAM IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Zakaria 2:1-13.
Malam : 2 Korintus 2:5-11.

03. Renungan: 1 Yohanes 5:15.
Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya

Kita berharap saat berbicara kepada Tuhan dalam doa, maka permohonan kita didengar dan dijawab sebagaimana yang Ia janjikan melalui firman-Nya: “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Mat 7:8). Namun ternyata tidak semua doa kita didengar dan dijawab Tuhan. Agar doa kita efektif kita perlu mengoreksi diri dan belajar meminta menurut kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Suatu ketika Filipus berkata kepada Tuhan Yesus, “‘Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?'” (Yoh 14:8-10). Meskipun telah bersama-sama dengan Tuhan Yesus sekian lama, makan sehidangan dengan-Nya, dan melakukan tour pelayanan bersama, Filipus masih belum juga memahami siapa sesungguhnya Tuhan Yesus.

Seringkali kita memiliki iman seperti Filipus, iman yang didasarkan pada hal-hal yang terlihat kasat mata. Iman kita bangkit ketika kita melihat mujizat dinyatakan secara langsung atau melihat cahaya menyinari kita saat sedang berdoa di kamar. Kita selalu ingin melihat sesuatu yang spektakuler untuk menguatkan iman kita. Namun Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan sikap doa yang demikian, sebab jika doa dan iman bergantung pada hal-hal yang terlihat mata jasmani, kita pasti akan kecewa. Percayalah! Bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik bagi kita sesuai keinginanNya bukan keinginan kita, sesuai kehendakNya dan bukan kehendak kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.162:1. O Debata, mansai
O Debata mansai balga, huhut dokdok dosangku
Na so adong di tano on, na tau haporusanku.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN JAMINAN HIDUP


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 4:38-44.
Malam : 2 Korintus 1:12-22.

03. Renungan: 2 Samuel 7:11.
Sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

Janji Tuhan bukan hanya sekedar melepaskan umat-Nya dari tawanan bangsa Babel, melainkan pemulihan disetiap aspek kehidupan umat yang dibebaskan-Nya, yaitu pemulihan dari segi keamanan: tidak akan ada lagi ketakutan dan penindasan; secara ekonomi: dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan bangsa, tanpa ada tekanan; segi politik: rakyat Yehuda akan mendapatkan kembali kedaulatan mereka sebagai bangsa yang merdeka dan jati diri sebagai umat milik Allah; dalam kebudayaan: umat akan melaksanakan kewajiban sebagai bangsa penyembah Allah dan tidak ada lagi ketakutan dan saling curiga seperti waktu di Babel. Semua keindahan janji Tuhan itu akan dialami oleh rakyat Yehuda setelah mereka dididik dan dibentuk Tuhan selama 70 tahun dalam penawanan bangsa Babel.

Jika kita memprioritaskan Allah, dalam kerendahan hati, berkat yang datang pada kitapun akan mengalir terus sampai kepada anak cucu kita. Allah tak pernah dusta. Apapun yang dijanjikan itu pasti akan ditepati. Untuk itu kita harus belajar mempercayai janji-janji Allah. Dan untuk mengetahui janji-janji Allah bagi hidup kita ini, maka kita harus rajin membaca Kitab Suci dan merenungkannya setiap saat. Kita meyakini dengan pasti bahwa semua yang dijanjikan Allah itu pasti ditepati jika kita memiliki iman, memiliki kasih kepada Allah dan memiliki kerendahan hati seperti Daud. Dengan demikian kita belajar untuk tidak khawatir akan apapun dalam kehidupan ini karena Allah berjanji bekerja untuk kebaikan kita, dan akan digenapi. Allah itu setia. Biarlah iman kita kepada Yesus Kristus semakin kokoh. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 127:1. Lam Gogo
Lam gogo, Lam gogo, Lam gogo, mardalan ho,
Sion tu Banua ginjang Nang satongkin unang so,
PalitoM baen marsinondang Di na tiur i mardalan ho Lam Gogo, Lam Gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERBALIKLAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 8:14-17.
Malam : 2 Korintus 1:8-11.

03. Renungan: Zakaria 1:4.
Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Tema utama Pemberitaan Nabi Zakaria adalah: “Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat!” Ada juga suatu istilah yang menarik yang dipakai oleh nabi Yoel tentang panggilan pertobatan, yaitu: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Istilah ini penting agar tidak hanya pertobatan dari kulit luar saja tetapi pertobatan dari dalam hati yang sungguh-sungguh. Jika seorang menyesal dan melihat sesuatu yang tidak dapat di terima dalam hatinya maka seseorang mengoyakkan jubahnya sebagai tanda menyesali keadaan. Itu suatu cara menyesali keadaan dan keadaan serupa takkan terulang lagi. Panggilan pertobatan itu bukan hanya manusia dewasa, tetapi seluruhnya anak-anak, pemuda, kaum bapak dan kaum ibu. Bukan hanya mereka yang dianggap moralitasnya tidak benar seperti preman di pasar dan dijalanan, tetapi panggilan pertobatan juga kepada imam-imam, pelayan-pelayan dan pelayan di altar.

Nabi Zakaria hendak mengumumkan bahwa totalitas kesalahan sudah berjemaah bahkan pada orang yang seharusnya penjaga moral seperti imam dan pelayan justru dipanggil untuk bertobat. Di hari Tuhan tidak ada yang tersembunyi, tiada yang ditutup-tutupi dan manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Apa yang kita baca hari ini adalah mengingat hari Tuhan kita semua menyadari begitu jauhnya hidup kita dari Tuhan. Satu-satunya hal yang dilakukan mengingat hari Tuhan adalah pertobatan. Hukuman segera datang dan akan tiba, berbalik dan bertobat adalah sati-satunya jalan untuk memperoleh pengasihan dan kasih karunia Tuhan. Tinggalkanlah segala perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

YESUS TUHAN SANG MESIAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 9:27-31.
Malam : 2 Korintus 1:1-7.

03. Renungan: Matius 16:16.
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”.

Orang banyak memandang Yesus sebagai inkarnasi dari seorang nabi, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia dan juga Yeremia. Tetapi Petrus memiliki jawaban yang berbeda, jawaban yang merupakan penantian orang Yahudi yaitu “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus menerima pengakuan Petrus dan membenarkannya. Kepada Petrus dan murid-muridNya telah dinyatakan kunci kerajaan sorga sebagaimana pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup. Dari Yesus kita menerima kebenaran ilahi, sehingga yang menjadi dasar ataupun landasan dari kebenaran adalah Yesus Kristus. Firman yang disampaikan oleh Yesus adalah kebenaran sorgawi yang dititpkan pada murid-muridNya, sehingga “Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”.

Inilah hikmat sorgawi yang telah di nyatakan pada kita, bahwa firman Tuhan membawa kita kepada kelepasan dari kuasa dosa. Jika pada kita saat ini di tanya “Siapakah Yesus dalam hidupmu?”, bagaiamana kita mengenal Yesus dalam kehidupan kita? Mungkin kita bisa memberi jawaban yang tepat sebagaimana yang tertulis dalam Injil. Tetapi sudah sejauh mana pengenalan kepada Yesus mempengaruhi kehidupan kita? Tuhan Yesus meminta kita melalui perbuatan bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengenalan yang benar-benar kita alami bersama Dia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.