Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
(Na mangonai tu Patik Paualuhon)

  • Ima na mamogo tongosan, pardasing na mangansi, pencopet, na matorbanghu pabungahon hepengna, panangko, terpidana, dohot na korupsi.
  • Na somal manangko, manjalo natinangko, mamogo hepeng ni halak, satahi dohot panangko, penodong, pambongkar, penyandera dohot penculik.

(Na mangonai tu Patik Pasiahon)

 Parhata tundal, pargabus, manghatindangkon naso tutu di jolo ni jolma
 Na papeolpeol uhum dohot manolonnolon, dohot mambahen surat kaleng.

JADILAH TERANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 453:1. “Yesus kawan yang sejati”
Yesus kawan yang sejati bagi kita yang lemah
Tiap hal boleh dibawa dalam doa padaNya
Oh betapa kita susah dan percuma berlelah
Bila kurang pasrah diri dalam Doa padaNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 15:11-17.
Malam : Amsal 14:26-35.

03. Renungan: Kejadian 1:3.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Kalau kita menyimak proses penciptaan Allah, atas alam semesta dengan segala isinya, yang dapat kita baca dalam kitab Kejadian, kita akan merasakan satu kenyataan yang sangat mengagumkan yang membuat kita takjub terhadap kuasa kebesaran Allah. Ketika Allah menciptakan segala sesuatu untuk memenuhi bumi ini, proses penciptaan itu hanya dilakukan dengan Firman yaitu perkataan dimana Allah mengatakan “jadilah” maka apa yang dikatakan Allah itu terjadi. Saat Allah mengatakan “Jadilah terang.” Maka terang itu jadi. Dan hal itu dilakukan juga oleh Allah kepada semua benda lainnya yang dilihat baik oleh Allah untuk mengisi langit dan bumi yang diciptakan-Nya. Implementasi dalam kehidupan kita yang pertama sekali yang harus kita peroleh adalah Hidup dalam Terang.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menjadi terang. Dan itu jelas, sebab kita saat ini hidup di dunia yang penuh kegelapan, dunia yang penuh dengan kejahatan. Menjadi terang artinya, melakukan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kita tahu bukan dunia ini yang kita inginkan, bukan dunia ini tujuan hidup kita, sebab tujuan hidup kita hanya satu yaitu Tuhan dan Kerajaan-Nya. Dan selama kita hidup di dunia ini, kita tahu bahwa panggilan hidup kita adalah menerangi dunia ini dengan kebenaran, dan membawa jiwa-jiwa datang kepada Tuhan. Menjadi Terang yang dimaksudkan disini adalah cara hidup kita berdampak terhadap lingkungan dimana kita tinggal sehingga orang-orang yang melihat cara hidup kita, dan nama Yesus makin dimuliakan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
Ima Tuhanta Jesus, Silelehon tua i, silehon tua i.

06. Doa Bapa kami – Amin

ANAK SULUNG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 392:1. “Ku berbahagia”
‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku!
Aku warisNya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 15:1-5.
Malam : Amsal 8:11-31.

03. Renungan: Ibrani 1:6.
Dan ketika Ia membawa pula AnakNya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia”.

Dahulu Allah berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi. Ia sering berbicara kepada mereka dengan cara yang berbeda-beda. Dan sekarang Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya. Allah telah menciptakan seluruh dunia ini melalui Anak-Nya. Dan Dia sudah memilih Anak-Nya untuk memiliki semuanya. Anak yang dikasihi-Nya itu selalu menunjukkan kemuliaan Allah. Ia duduk di tempat yang paling terhormat di surga, Allah memberikan kepada Anak itu kuasa yang jauh lebih besar daripada semua kuasa malaikat. Dan Dia jauh lebih besar daripada malaikat-malaikat. Semua malaikat adalah roh yang melayani Allah dan mereka diutus menolong orang yang akan menerima keselamatan.

Semua malaikat Allah wajib menyembah Anak itu, Dialah Yesus Anak Allah yang Hidup, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Rasul Paulus memberikan gambaran bahwa dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi termasuk para malaikat juga harus menyembah Yesus. Sebagai pengikut Yesus, kita harus membangun kehidupan didalam doa dan keyakinan. Percaya dengan sepenuh hati karena Dialah pemilik hidup kita, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i
Sai songgopi, sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin.

TEGUHKANLAH HATIMU!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 299:1. “Besyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 5:1-6.
Malam : Amsal 6:6-19.

03. Renungan: 1 Korintus 1:8.
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam sebuah penelitian, Ada seratus orang pegawai diwawancara untuk mengetahui unsur yang hilang dalam produktivitas mereka. Penelitian itu menyimpulkan bahwa penghargaan dan peneguhan merupakan dua hal utama yang paling diinginkan para pegawai dari atasan mereka. Riset ini secara tidak langsung menyatakan bahwa peneguhan merupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia. Rasul Paulus tampaknya menyadari kebutuhan dasar ini dalam jemaat Korintus. Jadi sebelum menghujani mereka dengan kata-kata disiplin yang tegas, ia melimpahi mereka dengan kata-kata yang meneguhkan dahulu. Sebagai pemimpin rohani mereka, Paulus memulai suratnya dengan ucapan syukur kepada Allah atas kasih karunia yang dianugerahkan-Nya dalam hidup mereka.

Orang-orang percaya itu dahulu pernah jauh dari Allah, tetapi sekarang mereka telah menerima anugerah-Nya melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Setelah dipersatukan bersama Yesus, mereka menjadikan-Nya sebagai sumber kehidupan rohani mereka, dan persekutuan dengan Kristus ini menghasilkan pertumbuhan rohani dalam diri mereka (1Kor. 1:4-7). Dengan sungguh-sungguh, Paulus senantiasa mengucap syukur kepada Allah atas karya-Nya dalam hidup jemaat Korintus. Saya membayangkan kini mereka dapat menerima tegasnya kritik Paulus karena sudah terlebih dahulu mendapat peneguhan yang penuh kasih darinya. Ketika kita menjumpai orang yang menaati Allah, marilah kita menyediakan waktu untuk memberikan peneguhan kepada mereka dan sekaligus juga mengucap syukur kepada Allah atas karya-Nya melalui diri mereka, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:1. Yesus ngolu ni tondingku
Yesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkaki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIBENTUK OLEH TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.345:1. “Sertai kami Tuhan”
Sertai kami Tuhan dengan anug;rahMu
Berilah pertolongan, melawan si set’ru

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 9:19-25.
Malam : Amsal 3:27-35.

03. Renungan: Roma 9:20.
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapa engkau membentuk aku demikian?”

Kita yang berdosa sebenarnya sudah kehilangan kemuliaan Allah seperti bejana yang sudah rusak biasanya akan dibuang oleh orang. Namun tidak sama dengan Allah kita, ketika kita sudah rusak, ia akan tetap memakai kita, Ia akan memproses kembali hidup kita menjadi manusia yang menyerupai Kristus. Di dalam proses pembentukan itu ada banyak hal yang Tuhan izinkan terjadi dan mungkin berbagai persoalan yang rasanya sangat menyakitkan. Firman Tuhan mengatakan, “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapa engkau membentuk aku demikian?”

Jadi kalau saat ini kita harus menghadapi banyak persoalan hidup maka itu merupakan bagian dari pembentukan karakter kita supaya menjadi sempurna, maka kita tidak perlu bersungut-sungut, apalagi sampai berpikir “mengapa Tuhan ijinkan ini semua terjadi dalam hidupku?” tetaplah ingat bahwa, penderitaan yang kita hadapi belum sampai membuat kita mencucurkan darah sama seperti Kristus menderita untuk kita. Tuhan tidak akan membentuk orang-orang yang hanya mau mencari kesenangan diri sendiri sama seperti orang dunia pada umumnya, tetapi Ia akan membentuk orang-orang yang hidupnya takut akan Dia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 319:2. Sai tiop ma tanganku
Sai sesa nasa dosa ale Amang! Ho na marholong roha asi rohaM
Paias ma rohangku na ramun i, pagirgir au mamuji, Ho Tuhanki

06. Doa Bapa kami – Amin

TABITA (DORKAS)


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Matius 17:24-27.
 Malam : Amsal 3:1-12.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 9:36.
Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

Dorkas bukan perempuan yang luar biasa. Satu-satunya keterampilan yang dimilikinya adalah menjahit. Tidak banyak orang yang menghargai kemampuannya dalam hal menjahit karena menurut anggapan umum, kemampuan menjahit memang sudah sewajarnya dimiliki oleh seorang wanita. Oleh karena itu, mudah bagi Dorkas untuk berpikir, “Aku bukan nabi dan aku bukan seorang perempuan yang akan memegang peranan besar. Namun, ada satu hal yang membuat Dorkas melebihi semua perempuan lain adalah ia disebut murid, pengikut Yesus. Inilah yang membuat beda dan menimbulkan dampak besar. Dorkas membuka hatinya bagi Yesus, lalu mengikut Dia. Dorkas menerima Yesus menjadi Juru Selamat dan Tuhannya. Ciri khas yang menonjol dan yang patut dicontoh dari Dorkas adalah ia mewujudkan imannya dalam bentuk pelayanan yang tulus. Ia mengembangkan kemampuan/talenta yang dimilikinya untuk menjadi berkat bagi sesama. Benar!

Ketika Dorkas sakit dan meninggal banyak orang merasa sangat kehilangan. Saat Petrus dan Yohanes sedang melayani di Lida, mereka meminta Petrus untuk datang ke rumah Dorkas dan menghidupkannya kembali. Setelah Petrus menyuruh semua orang itu keluar, ia berdoa dan Allah membuat Dorkas hidup kembali. Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Dorkas menjadi berita sukacita bagi kita. Dorkas telah memotivasi dan menginsfirasi kehidupan kaum perempuan sampai saat ini supaya setia kepada Yesus baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan. Hendaklah kita semakin bertumbuh seperti Dorkas, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.