Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN MAHA PENGASIH


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Filemon 1:1-25.
 Malam : Rut 1:1-18.

03. Renungan: Yesaya 30:19.
Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihi engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

Ayat Renungan hari ini merupakan perkataan nabi Yesaya terhadap Umat Israel yang akan kembali ke Yerusalem dari pembuangan Babel. Bangsa Israel diingatkan oleh Nabi Yesaya supaya tetap percaya kepada Allah semata, walaupun nantinya banyak allah-allah lain yang disembah oleh masyarakat yang tinggal di Yerusalem. Dan hanya dengan berseru-seru kepada Allah, mereka akan mendapatkan belas kasihan dari Tuhan. Dalam kehidupan saat ini juga kita mengalami banyak tekanan kehidupan, baik itu tekanan yang berasal dari dalam keluarga sendiri, seperti kurangnya biaya untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, kondisi kesehatan keluarga, hubungan antara suami dan isteri yang sering berkonflik, hubungan anak-anak dengan orangtua yang kurang harmonis dan kurang nyambung maupun yang berasal dari luar keluarga seperti, tekanan dari beban pekerjaan di tempat kerja, kondisi lingkungan yang tidak kondusif dan tidak sehat, ancaman kejahatan di jalanan, ancaman bahaya narkoba dan pergaulan bebas di kalangan anak muda. Kondisi permasalahan tersebut dapat membuat kita benar-benar terpuruk bahkan terjatuh dengan perasaan yang sangat menyesakkan dan terkadang hampir putus asa. Semua permasalahan tersebut hanya bisa kita selesaikan dengan mengandalkan belas kasihan yang dari Tuhan, dengan cara kita datang kehadiratNya dengan hati yang tulus dan berlinang air mata, berseru-seru meminta tolong kepadaNya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

INKARNASI YESUS


MINGGU IV SETELAH EPIPANIAS
Topik: Orang yang berbahagia menurut Yesus
(Halak na martua mangihuthon Jesus)

Warna Tutup Altar : Bontar (Putih)
Warna Kekudusan

Ev. Matius 5:1-12
Ep. Mika 6:1-8

INKARNASI YESUS

Kata inkarnasi berasal dari bahasa Latin “In Carne” yangdalam bahasa Yunaninya en sarki yang artinya “dalam daging”. Jadi inkarnasi bisa diartikan “masuk ke dalam daging”. Tentu saja yang dimaksud dengan “daging” bukan hanya tubuh, tetapi seluruh manusia. Inkarnasi Tuhan Yesus yakni pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang mengambil bentuk kemanusiaan, atau dengan kata lain Anak Allah menjelma dan menjadi daging. Siapakah yang Berinkarnasi?

Bukan Allah Tritunggal yang berinkarnasi, tetapi pribadi kedua dalam Allah Tritunggal, yang mengambil natur manusia. Tetapi juga harus diingat bahwa setiap pribadi dalam Allah Tritunggal ikut aktif dalam inkarnasi (Mat 1:20 Luk 1:35 Yoh 1:14 Kis 2:30 Ro 8:3 Gal 4:4 Fil 2:5-7).

Alkitab sendiri dengan tegas mengatakan bahwa Firmanlah yang menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Allah menjadi manusia tidak salah mutlak karena Yesus adalah Allah. Tetapi mungkin sebaiknya kita berkata bahwa Allah Anak/Firman/Logos menjadi manusia. Allah mencakup ketiga pribadi tersebut.

CARILAH TUHAN SANG PENOLONG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 103:1-8.
 Malam : 1 Timotius 2:1-7.

03. Renungan: Amos 5:4.
Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Ayat Renungan diatas merupakan pernyataan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan, bukan hanya menjalankan ritual keagamaan secara rutin tapi tanpa makna. Hal ini dikatakan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka jangan binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal. Di saat ini juga banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen telah menjalankan ritual agamanya dengan baik, rajin menghadiri kebaktian di Gereja tiap minggunya, aktif dalam kumpulan paduan suara gereja, rajin mengikuti persekutuan doa dan rajin membaca Firman Tuhan. Namun tetap mereka tidak merasakan suatu kepastian akan keselamatan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mereka sering menjadi kuatir atau panik ketika menghadapi permasalahan dalam kehidupan ini.

Terkadang mereka terdesak untuk melakukan jalan pintas atau dosa untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mereka, namun mereka malah terjebak kedalam suatu lingkaran permasalahan yang sulit cari jalan keluarnya. Dan bisa hal tersebut terjadi dalam suatu rumah tangga, dimana permasalahan ekonomi menghampiri keluarga tersebut, sehingga keluarga tersebut tidak mampu menutupi biaya kehidupan keluarga tersebut. Malah sang suami dan isteri sering bertengkar, saling menyalahkan dan sampai menelantarkan anak-anaknya. Terkadang sampai terjadi perpecahan dalam keluarga bahkan sang suami bercerai dengan si isteri. Untuk itu marilah kita cari Tuhan sang pemilik kehidupan itu, berdoalah kepadaNya agar kita dikuatkan dan dimampukan dalam perjalanan hidup ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SETIA MENJADI HAMBA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Ulangan 17:1-7.
 Malam : 1 Timotius 5:17-24.

03. Renungan: 2 Korintus 4:5.
Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

Kehidupan modern saat ini membuat manusia suka menganggap dirinya superior. Apalagi ketika manusia dengan kemampuan yang superior itu mendapatkan pujian, maka manusia itu menjadi mabuk dan lupa diri. Bahkan gerejapun kadang ikut-ikutan memuji secara berlebihan kepada manusia yang mempunyai jabatan tinggi di masyarakat, kekayaan berlimpah dan keberhasilan duniawi lainnya. Setiap kehendak Tuhan kepada diri kita manusia adalah rancangan Tuhan, dan rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Lalu bagaimana dengan kegagalan? Ada lagu rohani populer berjudul “Jangan Pernah Menyerah” yang kata-katanya: “Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai”; “Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata, tetapi Dia berjanji berikan kekuatan”. Jadi, setialah menjadi hamba Tuhan meskipun itu terasa berat, kelak keberhasilan dan kebahagiaan akan kita peroleh. Nats ini juga dapat menjadi bagian dari orientasi HKBP di tahun 2020 ini yaitu Tahun Zending. HKBP dan seluruh jemaatnya diminta memberitakan kabar keselamatan yang dari Tuhan Yesus Kristus. Tentu, kita tidak perlu berteriak-teriak di muka umum, “Bertobatlah…bertobatlah!”, tapi tunjukkanlah dan lakukanlah sifat-sifat Yesus dalam diri kita kepada sesama kita, di lingkungan kerja kita, dan di lingkungan tempat tinggal kita. Dengan berprilaku sebagaimana sifat-sifat Yesus tersebut, orang lain akan semakin menghargai orang Kristen. Kita tidak hanya diutus menjadi pemberita-pemberita keselamatan, tetapi juga menjadi pemberi semangat, harapan dan jalan keluar kepada berbagai lapisan masyarakat khususnya kepada orang sakit, orang teraniaya, orang terpenjara, orang miskin, dan orang-orang dalam kondisi yang tidak seberuntung kita. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PENJALA MANUSIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
 Pagi : Ulangan 16:18-20.
 Malam : 1 Petrus 3:13-22.

03. Renungan: Lukas 5:10b.
Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Pernahkah kita merasa takut untuk berjuang menjalani hidup, terlebih ketika sedang menghadapi berbagai masalah yang pelik? Sebagai manusia, rasa takut itu tentulah yang wajar. Namun, ketika sedang menghadapi pergumulan yang berat, kita sering kali tidak dapat mengendalikan rasa takut kita untuk tetap melihat secuil harapan. Kita justru terkurung pada rasa takut itu, bahkan merasa bahwa harapan kita telah sirna. Situasi hidup penuh ketakutan itu dialami oleh bangsa Israel ketika berada di pembuangan. Mereka sampai kehilangan harapan karena penderitaan yang mereka alami. Dalam situasi penuh ketakutan dan kehilangan harapan itu, Allah mengingatkan bahwa mereka adalah umat kepunyaan-Nya. Allah menyatakan kembali kehadiran-Nya, menguatkan hati, membangun kembali harapan dan membebaskan mereka dari ketakutan melalui firman-Nya yang disampaikan oleh nabi Yesaya. Allah berkata kepada mereka supaya jangan takut dalam penderitaan yang mereka alami karena Allah yang menolong mereka. Kehadiran dan pertolongan yang Allah berikan adalah wujud komitmen Allah kepada umat-Nya.
Karena rasa takut yang begitu besar, kita sering kali melupakan kehadiran Allah dalam hidup kita. Padahal, hal itulah yang justru semakin memupuskan harapan kita. Karena itu, ingatlah bahwa Allah selalu hadir bagi kita dan tangan-Nya selalu menggenggam kita untuk memberikan pertolongan. Karena Dia adalah Allah kita, dan kita adalah umat-Nya. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Lam gogo
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

YESUS SUMBER HIKMAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walau pun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Hakim-hakim 7:1-8.
 Malam : Lukas 1:67-79.

03. Renungan: Lukas 4:15.
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Banyak orang datang kepada Yesus dari banyak daerah yang jauh. Yesus mengajar dengan kuasa dan wibawa, tidak seperti para ahli kitab. Pengajaran-Nya sangat menarik banyak orang. Kata-kata-Nya muncul dari hati yang terdalam. Sedangkan para ahli kitab mengajar dengan menyampaikan rumus-rumus yang sudah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Ajaran Yesus dianggap sebagai ajaran baru, karena: a) Cara Yesus mengajar tentang Allah berbeda dengan para ahli kitab. b) Yesus mengusir setan hanya dengan kata. c) Yesus mengerjakan apa yang Ia katakan dan mengatakan apa yang Ia kerjakan; tidak munafik seperti orang-orang Parisi. Umat Kristen sering menggunakan istilah “memuji Tuhan,” dan istilah Ibrani bagi “pujian” adalah yadah, yang berarti “memuji, bersyukur, atau mengaku.” Kitab Mazmur adalah koleksi lagu pujian-pujian bagi Allah. Salah satunya adalah Mazmur 9, yang berkata, “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi” (ayat 2). Mazmur 18:3 menyatakan bahwa Allah “yang patut dipuji”. Selama nafas masih berhembus tidak ada alasan untuk tidak memuji Tuhan, sebab memuji Tuhan bukan berbicara tentang bakat, suara bagus atau jelek, suka atau tidak suka lagunya, namun berbicara tentang pengakuan seseorang kepada Tuhan dan persetujuan mengenai keberadaan-Nya sebagai Pribadi yang layak menerima pujian dari umat ciptaan-Nya. Memuji Tuhan tidak cukup hanya di dalam hati, tapi kita perlu memiliki pujian di mulut, harus diucapkan dan disuarakan, yang keluar dari lubuk hati terdalam, bukan sebatas ucapan atau lips service, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataMa di hami be, asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JALAN DAMAI SEJAHTERA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walau pun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Hakim-hakim 7:12-22.
 Malam : Filipi 2:12-18.

03. Renungan: Lukas 1:68.
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.

Zakaria dan istrinya adalah orang- orang benar dihadapan Allah dan yang hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan.Di usia yang lanjut,Tuhan menggaruniakan kesempatan kpd istrinya Elisabeth yang mandul melahirkan seorang anak laki-laki yakni Yohannes si Pembaptis. Dalam sukacita yang berlimpah dan penuh Roh Kudus, Zakharia bernubuat dalam sebuah nyanyian yang indah tentang keagungan dan kemuliaan Tuhan. Tuham melawat umatNya dan memberi kelepasan bagi umat Nya, yakni melalui Tanduk Keselamatan Israel yang sdh dijanjikan Tuhan kepada Abraham ribuan tahun yang lalu,yaitu dengan lahir dan hadirnya Yesus Kristus Tuhan Sang Juruselamat dunia. Zakharia juga menkonfirmasi peran bayi Yohannes yang baru lahir sbg Nabi Allah yang akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,untuk memberikan pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa , rahmat dan belas kasihan Allah (Sola Gratia). Bagaikan Surya pagi dari tempat tinggi yang akan menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada Jalan Damai Sejahtera. Ya, sesuai dengan nubuatan Zakharia bahwa sinar kehidupan manusia adalah Yesus Kristus Tuhan Sang Juruslamat yang akan membawa dan memberkati kita hidup didalam Kasih KaruniaNya dan Jalan Damai Sejahtera NYa.Memberkati sesama dan diberkati Tuhan senantiasa. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataMa di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.