Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Luluhon ahu ale Jahowa, PERFICIT, QUI PERSEQUITUR


MINGGU JUDIKA
Luluhon ahu ale Jahowa

Topik: Hasintongan ni Debata paluahon
(Keadilan Tuhan yang menyelamatkan)

Ev. 2 Petrus 1:1-9
Ep. Zepanya 2:1-3

PERFICIT, QUI PERSEQUITUR

Perficit, Qui Persequitur yang artinya yang berhasil adalah dia yang terus bertahan. Walaupun ada kerikil, bukit batu, tebing cadas, badai gelombang yang kita alami dalam memuliakan Tuhan, haruslah kita lalui dengan tekun, sabar dan penuh kesetiaan serta jangan menyerah kalah. Yang pasti di ujung derita itu ada bahagia dan sukacita. Bagaimana seorang dapat teguh dalam Tuhan tanpa kesusahan. Untuk mendapat kekuatan, kita harus berolah raga atau latihan.
Untuk memperoleh iman yang kuat, kita harus ditempatkan di tempat yang sukar. Hanya melalui banyak kesusahan kita dapat memasuki Kerajaan Allah. Kita mendapat hak istimewa menjadi kuat dalam kekuatan Allah di dalam segala situasi dan untuk memuji Allah karena salib Kristus. Amin.

BERSERU DAN TEMUKANLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walau pun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yehezkiel 36:8-15.
 Malam : Lukas 24:44-53.

03. Renungan: Mazmur 130:7.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab TUHAN adalah kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan

Kesusahan adalah sesuatu yang sangat sering kita lihat dan alami. Susah karena merasa tidak aman, selalu gelisah dan kuatir, sedih atau serba kekurangan. Pada umumnya penyebab kesusahan adalah karena kesalahan. Dari kesalahan kecil dengan kesusahan biasa sampai kesalahan yg berakibat kesusahan besar penderitaan atau aniaya. Segala kesalahan akan membuat orang semakin jauh dari hidup sukacita dan damai sejahtera. Raja Daud adalah pribadi yang sangat mengasihi dan dikasihi Tuhan tetapi tidak luput dari kesalahan dan kesusahan. Banyak intrik dan konflik yang membawa banyak kesusahan bahkan tragedi yang mengenaskan dalam kehidupan keluarga dan pemerintahannya. Dan dalam semuanya itu ia tetap teguh, setia dan sangat mengasihi Tuhan dengan selalu mengandalkan KuasaNya. Di akhir setiap kesusahan dan kesulitannya, Daud sangat bersukacita karena merasakan penyertaan dan pembelaan Tuhan yang luar biasa. Melalui Firman Tuhan hari ini, mari temukan hidup berkemenangan dengan selalu berseru dan berharap HANYA pada Tuhan sebab pada Tuhan ada Kasih Setia. Serahkanlah kesusahanmu dan berserulah pada Tuhan, maka temukan dan rasakanlah kebaikanNya. Tuhan memberkati kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataMa di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Iman & Perbuatan


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yehezkiel 33:10-16.
 Malam : Wahyu 11:15-19.

03. Renungan: 1 Yohanes 2:3.
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Didalam sebuah tulisan ,”tanda baca” seperti titik, koma atau tanda tanya berfungsi hanya untuk menunjukkan struktur atau susunan sebuah tulisan , intonasi dan waktu jeda baca. Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan suara atau kata dan kalimat dalam suatu bahasa. Sehingga dengan tanda saja, kita tidak menemukan makna dan tujuan dari sebuah tulisan. Sebagai orang Kristen, kita juga dikenal melalui tanda misalnya tanda seperti Salib Kristus,Alkitab yang kita bawa, ritual beribadah minggu, dan gedung Gereja. Kita juga sering terbuai mengenal dan bangga memiliki kekristenan hanya melalui tanda atau simbol. Rasul Yohanes, mengingatkan bahwa Kristus adalah pengantara kita kepada Bapa yang Maha Mulia. Yang mengampuni dosa, menebus kita dari hukuman dosa bahkan maut sehinga kita beroleh Anugerah dan Keselamatan. Firman Tuhan menyapa kita hari ini bahwa tanda pengenalan kita kepada Allah bukan sekedar simbol tetapi dengan cara menuruti perintah-perintahNya. Dalam Yoh.15:16, Rasul Yohanes menyampaikan perintah Yesus kepada kita umatNya : “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.” Pergi dan menghasilkan buah dalam Kristus. Itulah tanda pengenalan, makna hidup dan juga kerinduan kita untuk hidup berbahagia dan memuliakan Allah. Tuhan memberkati. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MENGUTUS ORANG PERCAYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kejadian 24:1-27.
 Malam : 2 Yohanes 1:1-13.

03. Renungan: Keluaran 3:3-10.
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel, keluar dari Mesir.
Musa merupakan seorang Ibrani yang hidup dan bertumbuh di tengah-tengah orang Mesir, dia terlatih untuk berperang dan bertarung layaknya seorang pejuang. Akan tetapi suatu ketika Allah memilih dia dan mengutusnya untuk melepaskan umat Israel dari perbudakan terjadi setelah ratusan tahun. Pemilihan dan pengutusan Allah ini bukan karena kemampuannya untuk berperang dan berunding dengan Firaun (11; 4:1-17) akan tetapi karena Allah berkenan kepadanya dan berjanji akan menyertainya hingga membawa kembali umatNya untuk beribadah kepadaNya. Semua orang percaya ketika menerima baptisan Kudus dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, maka dia pun bertanggungjawab mengemban tugas untuk membawa setiap orang yang berada dalam belenggu dosa untuk keluar dan menikmati kebebasan yang telah Allah persiapkan bagi siapa saja yang mau menerimanya. Bukan karena status sosial kita, bukan karena inteligensi yang tinggi, kecakapan berbicara maka kita dipilih dan dipakai oleh Tuhan. Akan tetapi, kita hanya mengandalkan anugerah dan kasih setia Allah yang bisa menguatkan dan kita pakai dalam setiap pelayanan membawa jiwa-jiwa yang baru untuk menikmati anugerah keselamatan yang dari Allah. Ikutlah juga dalam perjalanan iman itu, jangan hanya menjadi agen yang tidak sampai kepada tujuan, hanya mengarahkan tapi tidak ikut di dalamnya. Sama seperti Musa yang hanya bisa melihat umat Israel masuk ke tanah Kanaan dari tempat yang jauh. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

DOMBA ALLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 222b:1. “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Yesus Tuhanmu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 16:27-35.
 Malam : Yohanes 4:1-6.

03. Renungan: Mazmur 95:7.
Sebab Dialah Allah kita, kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekirannya kamu mendengar suara-Nya.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel sejak Abraham sampai zaman ini, mereka hanya menyembah satu Allah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Mengapa kita meyembah Allah? Dialah ‘gunung batu keselamatan’ kita, hal itu berarti gambaran sifat Allah yang melindungi dan memelihara umatNya. Allah adalah pelindung dan pemelihara kita, Dia akan memenuhi segala keperluan kita. Dia akan melindungi kita dari rasa ketakutan, kelaparan, kegelisahan. Yang harus kita lakukan adalah datang ke hadiratNya dalam ibadah kita dengan penuh penghormatan. Mencari allah lain untuk perlindungan merupakan penghinaan terhadap Allah dan akan mengundang amarahNya. Ada banyak allah-allah lain di zaman ini, tetapi yang terbesar dari allah lain itu adalah uang. Banyak orang yang mencari uang sebagai tepat perlindungannya, dan merasa jika memiliki uang maka hidupnya akan terpelihara, hari-hari hidupnya hanya uang, uang dan uang. Sehingga orang itu mengabaikan Allah yang sesungguhnya telah memelihara dia. Memberi dia kesehatan untuk dapat mencari uang, memberi dia rejeki. Umat Israel pada zaman dulu pernah tergoda untuk menyembah allah-allah lain dan mereka mendapatkan hukuman dari Allah. Nats ini merupakan peringatan kepada kita bahwa kita hanya boleh menyembah satu-satunya Allah, yaitu YAHWE. Uang sering memanggil kita untuk lari dari ibadah dan penghormatan akan Allah, uang seringkali menyesatkan kita, uang bisa menjadi allah lain dalam hidup kita. Perlu kita ingat, kita adalah domba tuntunan tanganNya (ayat 7). Domba hanya mendengar suara Gembalanya dan tidak akan mengikuti suara-suara lainnya, termasuk uang. Allah bukan untuk ditakuti seperti ketakutan kita mengahadapi kematian tetapi Allah harus dihormati dalam keseharian hidup kita, terutama saat kita sedang menghadap kepadaNya dalam setiap ibadah kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho nama diringku, ro di nasa langka ki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP KARENA IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 289 : 1 . “Tuhan, Pencipta semesta”
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah yang Maha mulia;
Sungguh besar karunia yang Kau beri.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 16:9-21
 Malam : Efesus 2:11-22.

03. Renungan: Ibrani 11:11
Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Penulis kitab Ibrani khusus di pasal 11 memaparkan dengan rinci mengenai iman. Kata ‘iman’ sudah tidak asing lagi bagi kita, namun terkadang iman dalam pengaplikasiannya bisa dikatakan semu tentang apa dan bagaimana sebenarnya iman itu. Karena ternyata iman sering terjadi hanya sebatas pengakuan. Penulis Ibrani memberikan dua petunjuk mengenai definisi iman. 1.Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (2) bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah kita sudah mendasari pemikiran, perkataan, perbuatan dalam hidup kita ini kepada Firman Tuhan? Jika ‘ya’ mengapa masih saja ada orang Kristen yang mendasari pemikirannya atas logikanya sendiri; mengapa masih ada orang yang mendasari perkataan dan perbuatannya atas emosinya. Mengapa pula orang yang telah mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan masih ‘ngotot’ meminta pembuktian yang lahiriah atas doanya? Namun di pihak lainnya ada pula ada orang yang tidak memperlihatkan bukti keyakinannya pada Tuhan. Iman merupakan dasar yang berkepastian sebab iman memampukan manusia untuk berpegang pada pengharapan yang tidak kelihatan, dimana pengharapan itu merupakan keyakinan orang percaya akan janji-janji Allah. Dalam hal ini perlu sikap rendah hati dan ketaatan. Ketaatan dan kesetiaan kepada Allah adalah sikap untukselalu memegang kebenaran. Allah dalam segala persoalan kehidupan, mendasarkan segala sesuatu pada kebenaran. Allah. Iman disertai dengan perbuatan. Hidup beriman tidak sekedar bicara tentang percaya saja, tetapi dikaitkan dengan perbuatan (Yak 2:17)

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 36:1 “Pasu-pasu Hami”
Pasu pasu hami O Debata nami
Sai sondangkon bohiMi tu na pungu on sude

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANJI DAN PENYERTAAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 16:1-8.
 Malam : Kolose 1:15-23.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 7:7
Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Ku hukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepadaKu di tempat ini.

Menghina tempat kudus dan hukum Taurat” adalah dakwaan yang diajukan oleh musuh Stefanus untuk memperhadapkan dia ke depan Mahkamah Agama. Stefanus adalah seorang yang memiliki kerohanian yang baik dan sangat dihormati di kalangan gereja di Yerusalem Ia telah dipilih menjadi diaken karena memiliki kualitas kerohanian yang tinggi. Tangan Tuhan beserta Stefanus dalam cara yang sangat istimewa sehingga ia seperti kedua belas murid yang lain dapat melakukan mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Khotbahnya juga memiliki kuasa sehingga tidak ada seorang pun yang sanggup membantah dia.
Dari Stefanus kita belajar tentang dua hal: pertama, keyakinan seseorang terhadap Injil melahirkan kesetiaan dan keberanian. Di hadapan Mahkamah Agama, Stefanus bukan berjuang untuk membela dirinya, tetapi dia melakukan pembelaan bagi Injil yang diberitakannya. Kedua, bahwa keyakinan terhadap Injil juga harus diikuti dengan pemahaman yang benar tentang doktrin Alkitab. Kita, orang-orang Kristen masa kini, mungkin mempunyai keyakinan Injil seperti yang dimiliki Stefanus. Tetapi apakah pemahaman yang kita miliki tentang firman Tuhan sama dalamnya dengan Stefanus? Pemahaman seperti ini harus pula dimiliki oleh orang-orang Kristen masa kini sehingga melalui kebenaran sejati yang kita ungkapkan mampu membungkam mulut orang-orang “Sanhedrin” masa kini yang menentang kebenaran Injil Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.