Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERPEGANG PADA PERINTAH-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 612: 1 Sai paherbang ma habongmu
Sai paherbang ma habongmu angka pardisurgo i. Baritahon nunga tubu Sipalua jolma i. Beta hita lao manomba Raja Sipalua

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 21.1-27 (Pagi) Yes. 49.5-15 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 29 Desember 2017
Yesaya 57.15
Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

BERPEGANG PADA PERINTAH-NYA
Ayat ini dalam konteksnya ditulis untuk Israel pada pemerintahan Raja Manasye. Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah, yang tidak jauh dari mereka, di langit, melainkan dekat. Ia adalah Allah yang dekat dengan pergumulan hidup setiap orang, kepada mereka yang “remuk” hatinya dan yang rendah hati. Allah tidak sama dengan dewa-dewa yang mereka sembah.
Kasih Tuhan tetap selamanya. Dia mengutus Anak-Nya sebagai jalan bagi orang yang berdosa untuk datang kepada-Nya dengan mengalahkan kuasa dosa, yang selama ini menjadi penghalang. Kasih Allah itu seharusnya direspon dengan sikap rendah hati dan merenungkan segala dosa-dosa yang meremehkan anugerah Tuhan dalam hidup kita.
Setelah diberikan pengampunan, sekarang apa yang harus kita lakukan? Datanglah hai yang remuk hatinya dan lakukanlah firman-Nya dalam segala gerak hidup kita. Pujilah Dia dan hanya Dia. Hendaklah tidak menyandarkan diri dan berlindung pada kekuatan-kekuatan dunia. Jangan terlena dalam hiburan dan rayuan gemerlap untuk mendapatkan kebahagiaan sesaat. Pergunakanlah kemajuan teknologi sebagai anugerah untuk memuliakan Tuhan dan kebaikan manusia, bukan malah mendewakannya dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan merusak hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI PKJ 138 : 3 Setia Mu Tuhanku
Ampunan dosaku, damai abadi. Kehadiran-Mu dan bimbingan-Mu. Kini kekuatan dan besok harapan, hujan berkat Kau beri padaku. Setia-Mu Tuhanku mengharu hatiku. Setiap pagi bertambah jelas, yang kuperlukan tetap kau berikan. Sehingga aku pun puas lelas.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KASIH ITU MENGALIRI KEHIDUPAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-462:2 Na Sian Ginjang do Au ro
Naung tubu do sabornginon Anakni na marbaju on. Anak nauli situtu, na gabe las ni rohamu

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 20.1-15 (Pagi) Yer. 31.15-17 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 28 Desember 2017
Galatia 4.4-5
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

KASIH ITU MENGALIRI KEHIDUPAN KITA
Dasar pekabaran Injil yang diterangkan oleh Paulus ini adalah supaya pelayanan yang telah tertanam pada jemaat Tesalonika, tidak rusak akibat tuduhan-tuduhan orang Yahudi, yang iri tentang dirinya, yang menyatakan ajarannya adalah suatu tipu daya, kebohongan dan juga memberikan ajaran dengan maksud lain. Sikap Paulus adalah memotivasi dirinya untuk memberitakan Injil seperti perbuatan “seorang ibu mengawasi dan merawati anaknya” (ay. 7). Bagaimana seorang ibu yang mengasihi anaknya akan mencurahkan kasih sayang dengan ketulusan dan kemurnian yang akan mengarahkan dan mendidik anaknya kejalan yang benar. Motivasi memberitakan Injil tidak lahir dari keinginan untuk menyukakan hati manusia, tetapi hanyalah untuk menyukakan hati Allah.

Nas ini, Paulus ingin menyatakan bahwa kelayakannya memberitakan Injil lahir dari responnya atas kasih Tuhan yang telah dinyatakan atas hidupnya. Sehingga yang dilakukannya hanyalah untuk menyukakan hati Allah sebagaimana dia telah menjadi saksi akan kasih Allah yang besar. Motivasi pelayanan Paulus ini mengingatkan kita akan panggilan Tuhan bagi umat-Nya untuk menjadi saksi-saksi-Nya di dunia. Kita akan seperti pohon di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya demikian juga kita akan memuliakan Tuhan karena kasih Tuhan itu mengaliri kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-300:5 Andaikan Yesus, Kau Bukan Milikku
Aku bersyukur dan memuji Tuhan, kar’na diriku ikut Kaumasukkan dalam kawanan domba tebusan-Mu oleh darah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ALLAH PENGHUKUM YANG TAK TERBATAS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-595:1 Ai Ise Do Pososo on
Dibahen i tama pujion ni rohanta
Tuhanta Debata, nang Jesus pe anakNa
Nang pangondian i, naung ro tu hita on
Manggonti Jesus i, pujion do tongtong.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 19.1-21 (Pagi) Kel. 33.18-23 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 27 Desember 2017
Mazmur 105.7
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

ALLAH PENGHUKUM YANG TAK TERBATAS
Memasuki akhir tahun 2017 hendaknya setiap kita mengintrospeksi dan merekonstruksi diri untuk mengambil sikap apa yang akan dilakukan di tahun 2018. Persoalan kehidupan silih berganti mulai dari persoalan hukum, ekonomi, politik, iman percaya tidak luput dari kehidupan kita. Sebagai akhir dari suatu masalah tentunya kita akan bertanya, siapakah yang mampu memberikan hukuman atau vonis terhadap semua persoalan ini? Ketika seorang hakim memutuskan sebuah perkara, pasti terjadi pro kontra, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Persoalannya di akhir tahun ini ketika kita membawa semua perkara yang kita hadapi selama tahun 2017 ini, siapakah yang mampu memutuskannya? Mampukah seorang Hakim Agung memutuskan perkara seluruh umat manusia sepanjang tahun 2017 ini? Mari kita renungkan.

Siapakah pengadil yang mampu mengadili setiap persoalan yang kita hadapi? Bagaimanakah caranya dia memvonis perkara kita? Mungkin tak satu pun manusia di dunia ini mampu memutuskan persoalan yang kita hadapi, namun sebagai umat Kristiani setelah disegarkan suasana Natal pastinya kita akan mengingat, oh ia Kristus yang Sang Juru selamat merupakan jawaban dan solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Nas hari ini meyakinkan kita bahwa Allah adalah Tuhan yang menjadi penghukum, yang tak terbatas dalam dunia ini. Sebagaimana Allah adalah Allah yang tak terbatas, demikian juga Dia sebagai Allah Sang pengadil yang mampu menyelesaikan setiap perkara yang kita hadapi. Jangan pernah ragu akan hal itu, tidak ada yang mustahil bagi Allah (Lukas 1:37).

Saudara, marilah kita merenungkan kasih setia Tuhan, yang menguatkan kita untuk menjalani tahun 2018. Kita memang terbatas tapi Dia tidak. Datanglah pada-Nya dan Dia pasti berlaku adil pada siapapun karena Dia adalah Allah yang adil. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-110:2 Di Betlehem T’lah Lahir Seorang Putera
Hatiku kubenamkan di dalam kasih-Nya; pada-Nya kuserahkan diriku s’lamanya, sungguh, sungguh, diriku s’lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Refleksi Kehidupan {Bagian 2}


Refleksi Kehidupan {Bagian 2}
Doa Bapa Kami

JANGAN katakan BERILAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI,
Jika kamu tidak ‘peduli’ terhadap orang yang sedang kesusahan.
JANGAN katakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI,
Jika kamu masih menyimpan ‘dendam’ dengan orang lain.
JANGAN katakan JANGAN MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN,
Jika kamu tidak berniat ‘berhenti berbuat dosa dan bertobat’.
JANGAN katakan TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT,
Jika kamu sungguh – sungguh tidak tegas ‘menolak kejahatan’.
JANGAN katakan AMIN,
Jika kamu ‘tidak sungguh – sungguh dengan doa BAPA KAMI’ ini

Renungan merayakan natal


Allah Menjadi Manusia

Ini cerita tentang sepasang suami istri di saat natal. Sang istri sangat antusias merayakan natal di gereja. Dia mempercayai Allah yang sudah menjadi manusia melalui Yesus Kristus, namun suaminya tidak. Sang suami berpikir natal hanyalah peristiwa biasa dan tak memiliki arti khusus baginya. Saat malam natal, sang istri mengajak suaminya ke gereja, namun suaminya menolak dan ingin di rumah saja. Karena udara sangat dingin, sang istri memakai pakaian tebal dan pergi ke gereja seorang diri. Sang suami hanya duduk di depan perapian dan meminum kopi hangat, dan tertidur. Tiba-tiba terdengar suara benturan yang keras. Sang suami kaget dan terbangun. Dia mencari asal suara tersebut.

Ternyata itu adalah suara burung yang menabrak jendela. Burung itu merasa kedinginan dan hendak masuk ke dalam rumah yang hangat itu. Burung itu kini ada di tengah-tengah salju dan kedinginan. Sang suami yang merasa iba, ingin sekali membawa masuk burung itu. Saat sang suami mendekati burung itu untuk membawanya masuk, malah burung itu takut dan pergi menjauh. Sang suami berpikir dalam hati: “Aku hanya ingin menolong kamu. Aku hanya ingin mengajak kamu ke dalam, supaya tidak mati kedinginan.” Sang suami mendapatkan ide. Dia memecah-mecahkan roti dari depan rumahnya hingga ke dekat perapian, supaya burung itu tertarik dan masuk ke dalam rumah. Kelihatannya rencananya akan berhasil, sang burung tertarik dan makan roti itu. Namun ketika melihat manusia, burung itu ketakutan dan malah terbang menjauh ke luar rumah.

Sang suami sedih melihat hal itu. “Aku hanya ingin menolongnya, supaya dia tidak mati sia-sia karena kedinginan.” Dia menutup pintu rumahnya dan kembali duduk ke dekat perapian untuk menghangatkan badannya. “Andaikan aku seekor burung, pasti itu akan menjadi pekerjaan mudah. Aku dapat dengan mudah menuntunnya kepada tempat yang aman supaya dia tidak mati. 

”Sesungguhnya itulah yang dilakukan Allah untuk menyelamatkan manusia. Allah telah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh Sang Suami itu. Allah mau menjadi sama dengan manusia, agar manusia itu bisa mengikutinya dan lepas dari kematian kekal.

Saat itulah sang suami itu sadar, dia segera mengenakan pakaian tebal dan bergegas pergi ke gereja, dan menyusul sang istri. Dia ingin merayakan Natal dan mengucap syukur atas kasih Allah kepada manusia.
Demikianlah ilustrasi Natal ini. Lewat ilustrasi Natal di atas, kita dapat belajar bahwa begitu besar kasih Allah kepada manusia. Dia tidak ingin manusia itu mati dalam dosa, namun bisa mendapatkan keselamatan dan hidup yang kekal. Oleh karena itulah, Allah meu menjadi sama dengan manusia, merasakan kesukaran dan kesulitan, penderitaan dan kesakitan, bahkan kematian. Semua dilakukan karena begitu Allah mengasihi dunia ini. Jadi apakah Anda sudah mempercayai-Nya? Kalau belum percayalah dan berdoalah sekarang juga!

Refleksi Kehidupan {Bagian 1}


Refleksi Kehidupan {Bagian 1}
Doa Bapa Kami

JANGAN katakan BAPA,
Jika kamu tidak berlaku sebagai ‘anak’ setiap hari.
JANGAN katakan KAMI,
Jika hidupmu penuh dengan ‘egois’.
JANGAN katakan YANG DI SURGA,
Jika yang kamu pikirkan adalah ‘perkara duniawi’ saja.
JANGAN katakan DI KUDUSKANLAH NAMAMU,
Jika kamu tidak ‘menghormati dan memuliakan’ Allah sebagaimana mestinya.
JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU,
Jika yang kau obsesikan hanyalah ‘keberhasilan duniawi’ saja.
JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU,
Jika yang kamu lakukan hanyalah ‘yang kamu inginkan’.

TEKUN DALAM IMAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-185:2 Holan Sada Do Debatanta
Ndang marmula Debatanta, nang ujungna pe ndang ro. Ndang tarida di matanta, ai rupaNa tondi do. Holan mata ni roham, tau mananda Debatam

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 18.11-24 (Pagi) Hak. 13.2-24 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 23 Desember 2017
2 Petrus 1.9
Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

TEKUN DALAM IMAN
Sebagai orang Kristen kita adalah orang yang dipanggil dan dipilih dengan kuasa Ilahi-Nya. Untuk itu kita diharuskan agar dengan sungguh-sungguh menambahkan kepada iman kita kebajikan, pengetahuan (ay. 5) penguasaan diri, ketekunan, kesalehan (ay. 6) kasih akan saudara-saudara dan kepada semua orang (ay. 7). Kalau ini semua ada pada diri kita, dan kita miliki, maka kita akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita (ay. 8), tetapi jika kita tidak memiliki itu semua, maka kita menjadi buta dan picik, karena kita lupa, bahwa dosa-dosa kita terdahulu telah dihapuskan (ay. 9). Karena itu, kita harus berusaha sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihan itu membuat kita semakin teguh. Sebab, kalau kita melakukannya, kita tidak pernah tersandung (ay. 10) dan kepada kita akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus (ay. 11).

Semua kasih karunia yang telah disebut di atas harus kita miliki, jika tidak, kita tidak benar-benar diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik, untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kita sebagai orang Kristen. Rasul Petrus mengemukakan dua keuntungan khusus yang akan menyertai dan mengikuti ketekunan seorang Kristen dalam melakukan kewajibannya, yakni terus-menerus ada dalam kasih karunia, dan kemenangan untuk masuk ke dalam kemuliaan. Terlebih ketika kita merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Selamat Natal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 376:1 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku; Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu: Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin