1. Mengambil sikap saat teduh
2. Pemimpin ibadah membacakan, “Panggilan beribadah: Kita Hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin!”
3. Menyanyikan pujian bersama sesuai lagu yang ditentukan
4. Membaca Firman Tuhan (salah seorang anggota keluarga yang telah ditentukan), dengan berkata: Bacaan Firman Tuhan tertulis pada …, marilah kita membacanya secara responsoria
5. Pemimpin ibadah membacakan ayat renungan dengan berkata, “Ayat Firman Tuhan yang menjadi renungan bagi kita pada hari ini tertulis dalam …“ (membaca ayat bagian kanan atas)
6. Pemimpin ibadah melanjutkan dengan pembacaan penjelasan ayat renungan
7. Pembacaan penjelasan ayat renungan diakhiri dengan kata, “Amin!” Kemudian dilanjutkan dengan berdoa oleh salah seorang anggota keluarga)
8. Setelah selesai berdoa, pemimpin ibadah kembali mengajak bernyayi
9. Selesai bernyanyi, pemimpin ibadah mengajak bersama-sama mengucapkan Doa Bapa Kami
10. Setelah, “Amin!” Semua menyanyikan lagu nyanyian bagian akhir
11. Ibadah selesai
12. Seluruh anggota keluarga bersalaman dalam kehangatan berjumpa dalam Tuhan!
Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar
MENJADI SAKSI KEADILAN ALLAH
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE No. 14:1 Puji Hamu Jahowa Tutu
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.
PEMBACAAN FIRMAN
Kol. 3:1-4 (Pagi) Maz. 118:5-9 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Senin 30 April 2018
Mazmur 9:2
Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib
MENJADI SAKSI KEADILAN ALLAH
Pemazmur bersyukur karena pertolongan Tuhan pada masa lampau. Sebab Tuhan telah mengalahkan musuh-musuhnya. Pemazmur yakin, bahwa Allah akan bertindak adil kepada setiap orang yang bersandar kepada-Nya. Dari segala keadilan yang telah dilakukan oleh Allah membuat pemazmur senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala perbuatan tangan Allah. Pemazmur menaikkan permohonannya kepada Tuhan atas segala kebaikan yang telah Tuhan berikan.
Kenyataan hidup memang tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Realitas hidup tidak selalu mulus, tidak berjalan dengan lancar, tidak ada masalah sedikitpun dalam hidup ini, ada musuh, ada penyakit. Akan tetapi buat anak-anak Tuhan ada jaminan bahwa Tuhan tetap dapat diandalkan. Sebagaimana pengalaman pemazmur di masa lalu, pemazmur tetap hidup dalam pengharapan hanya kepada Tuhan untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Demikian jugalah yang harus kita lakukan, kita harus mampu menjadi saksi akan keadilan Tuhan dalam kehidupan kita ini. Sebab, pertolongan kita hanya datang dari Tuhan. Oleh karena itu, senantiasa berharap dan mengarahkan segala hidup ini hanya kepada Tuhan. Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ-450:1 Hidup Kita Yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. Dalam susah pun senang; dalam segala hal aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya!
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
Amin
Amin dalam bahasa Ibrani: אָמֵן, Standar amen Tiberias ʾāmēn; bahasa Yunani: ἀμήν, amen; Arab: آمين/أٰمِيْنَ, ʾāmīn; bahasa Inggris: Amen) merupakan sebuah kata yang dalam bahasa Ibrani berarti pasti atau tentu. Kata ini menjadi jawaban liturgis yang dengannya para penyembah mengidentifikasi diri dengan doa pujian atau doa permohonan sebelumnya. Kata ini diucapkan di belakang ucapan-ucapan yang khidmat, misalnya ucapan berkat atau memuliakan Allah.[ Kata Amin tersebut sering mengawali wacana Yesus dalam Injil Yohanes dan merupakan ungkapan keyakinan Yesus akan kekuasaan-Nya. menggunakan kata ini untuk menekankan ucapan-Nya. Kata Amin juga sering dipakai sebagai penutup doa. Jika di dalam doa, kata ini berarti “Allah pasti mendengarkan doa ini”.
Dalam Perjanjian Lama, kata Amin dipakai untuk sebuah ungkapan persetujuan (1 Raj 1:36; Yer 11:5), ungkapan mengumpat (Bil 5:22; Ul 27:15-26 dan lain-lain); juga dipakai untuk ungkapan pengukuhan (Yer 28:6). Dalam arti akhir dipakai sebagai pujian Allah, dalam sebuah doksologi atau sebuah permohonan (1Taw 16:36; dan penutupan Kitab Mazm pertama dan ke empat; (Mazm 1:1-4:8). Dalam PB, ungkapan persetujuan dalam upacara liturgi (1Kor 14:16; Wahy 5:14). Diungkapkan pula dalam penutupan doa dan doksologi (Mis.: Rom 1:25; 9:5; 11-36) bukan sebagai persetujuan, melainkan sebagai permohonan, agar dipenuhi perjanjian-perjanjian Tuhan. Yesus sendiri adalah satu-satunya yang mendahului putusannya dengan ~A. (: sungguh demikian) dan dengan demikian Yesus menjamin kebenaran sebutannya dengan kata ~A. itu.
Minggu Kantante, 30 April 2018
Minggu Kantante
Nyanyikanlah, Nyanyian Baru Bagi Tuhan (Maz. 98:1)
Topik: Nyanyikanlah Pujian Syukur Bagi Tuhan
(Endehon ma Ende Hamauliateon Tu Debata)
Warna Tutup Altar : Putih (Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat
Ev. : 1 Tawarikh 16:7-13
Ep. : Matius 11:25-30
Berkarya Lewat Ucapan Syukur
MINGGU 29 APRIL 2018
(1 Tawarikh 16:7-13)
Semua orang harus mengucap syukur, bahkan langit dan bumi beserta segala ciptaan turut memuji Tuhan. Mengucap syukurlah dengan cara:
1. Memanggil nama-Nya yang Kudus. Ketika kita memanggil seseorang, kita harus menyebut namanya. Begitu juga pada saat kita memanggil nama Tuhan, kita harus menyebut nama-Nya dan fokusnya harus jelas yaitu kepada Tuhan dan Daud mempraktekkan hal ini. Jangan kita fokus kepada hal-hal lain atau kepada orang lain untuk dapat menolong kita atau persoalan kita tetapi fokuslah kepada Allah.
2. Mempercakapkan Segala Perbuatan-Nya (ay-9). Mazmur berkata percakapkanlah perbuatan-
Nya yang ajaib dan kelahiran kita pun adalah sebuah keajaiban dari Tuhan. Sebagai orang Kristen kita harus mempercakapkan tentang perbuatan Tuhan saat kita sakit, atau ketika Tuhan menolong kita dalam keadaan sulit. Dengan demikian, orang lain pun akan merasakan tentang kebaikan Tuhan.
3. Selalu Bermegah Di dalam Tuhan (ay-10). Pada saat kita bangga pada seseorang, kita pasti akan membicarakannya terus menerus. Begitu juga pada saat kita bangga memiliki Tuhan, kita akan membicarakan Tuhan secara terus menerus tanpa rasa takut. Pada saat kita bangga kepada Tuhan, kita sedang mengucap syukur kepada-Nya. Yesaya 45:25 berkata “Tetapi
seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam Tuhan”. Artinya seluruh manusia di muka bumi ini akan bermegah di dalam Tuhan dan kita adalah orang-orang yang ada di dalamnya, yaitu orang-orang pilihan-Nya. Dan kita dapat berkata bahwa bukan karena kuat kita melainkan Allah yang ada dalam hidup kita.
4. Mau Dipimpin Oleh Tuhan (ay-11). Dalam 1 Tawarikh 14:10-14, dikisahkan bahwa Daud sebelum berperang melawan orang Filistin, ia bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan dan Tuhan menjawabnya. Sehingga Daud mengalami kemenangan. Hidup kita juga harus seperti demikian, mencari Tuhan selalu. Orang yang mencari wajah Tuhan adalah ciri orang yang mau dipimpin oleh Tuhan dan Daud melakukannya. Untuk melakukan segala sesuatu, kita perlu bertanya kepada Tuhan. Sebab hanya Tuhan saja yang akan memberikan jawaban pasti kepada kita.
5. Ingatlah akan Tuhan (ay-12). Mengingat artinya tidak lupa dan saat kita mengingat Tuhan, kita tidak lupa akan perbuatan-Nya kepada kita. Jangan lupa akan kebaikan-Nya dan ingatlah atas pertolongan-Nya kepada kita.
Sebab itu marilah kita mengucap syukur kepada Allah sebagai tanda kita berkarya maksimal bagi Dia dalam kehidupan kita sehari-hari lewat memanggil nama Tuhan, memperkenalkan perbuatan-Nya, mempercakapkan segala perbuatan-Nya, mau dipimpin oleh Tuhan, dan ingat akan Tuhan. (Pdt. Rohara Panjaitan)
BERJUANG DENGAN SUKACITA
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Diganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.
PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 5:15-19 (Pagi) Zef. 3:9-15 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Sabtu 28 April 2018
1 Tesalonika 1:6b
Dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
BERJUANG DENGAN SUKACITA
Ayat renungan di atas, merupakan bagian dari surat Paulus ke jemaat di Tesalonika yang sudah pernah dia layani sebelumnya. Paulus sangat berbangga terhadap jemaat di sana, karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus Kristus bertumbuh dengan baik. Dalam berbagai masalah yang terjadi di kota Tesalonika saat itu, banyak jemaat pengikut Kristus mengalami penindasan dari rezim Romawi, namun mereka tetap berjuang dengan sukacita untuk setia pada iman mereka dan memberitakan injil kepada semua orang melalui sikap mereka yang penuh kasih. Dan sikap mereka itu menjadi teladan yang baik bagi warga kota Tesalonika.
Kondisi Tesalonika pada masa itu tentunya masih relevan dengan kondisi zaman now. Banyak orang Kristen menghadapi permasalahan hidup yang semakin sulit saat ini. Hari demi hari, beban terasa semakin berat, begitu banyak jenis masalah yang kita hadapi antara lain masalah kesehatan, biaya hidup, pekerjaan, kriminal, hubungan antar-anggota keluarga dan masalah lainnya yang mana semuanya serasa menindas kehidupan kita. Bagaimana kita harus menyikapinya? Tentu belajar dari ayat renungan di atas, kita harus tetap setia kepada Tuhan Yesus, Sang Juruselamat, karena hanya dengan demikian Roh Kudus bisa berkarya dalam kehidupan kita untuk mengatasi seluruh permasalahan hidup tersebut. Dan proses selanjutnya beban tersebut akan terasa ringan dan kita dapat bersukacita senantiasa. Dalam Mazmur 28:7 dikatakan bahwa “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah! Sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin
TUHAN TOLONGLAH KAMI
PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE No. 569:1 O Debata Tung Longang Do Rohangku”
O Debata tung longang do rohangku, molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho.O, Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O, Debata, sangap do Ho
PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 9:22-26 (Pagi) Kej. 41:37-42 (Malam)
RENUNGAN HARIAN, Jumat 27 April 2018
Wahyu 19:7a
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!
TUHAN TOLONGLAH KAMI
Penderitaan bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya penyakit, larangan beribadah, kemiskinan, dikucilkan, tekanan kerja, dan sebagainya. Pada saat hal-hal tersebut terjadi, manusia stress, kelesuan, depresi, dan bisa jadi akhirnya putus asa. Pengalaman pahit juga dialami Kristen mula-mula di kekaisaran Roma pada sekitar tahun 70 M. Hal itu terjadi karena tekanan politik, perintah menyembah kaisar dan bukan menyembah Tuhan. Mereka diancam dibunuh jika tidak menyembah kaisar, karena kaisar dianggap sebagai Tuhan pada masa itu. Apa yang saudara lakukan pada saat hal tersebut menimpa saudara?
Rasul Yohanes memberikan penghiburan bagi orang Kristen agar dalam penderitaan tetap setia. Kemudian Yohanes mendengar suara dari Tuhan melalui malaikat-Nya bahwa Kristus akan memberikan kehidupan kekal. Kristuslah Tuhan dan bukan kaisar, Kristuslah Alpha dan Omega yang memberikan hidup kekal di sorga. Walaupun ada ancaman maut tetaplah bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Tuhan. Bersukacitalah karena Tuhan Yesus ibarat pengantin laki-laki akan menyongsong pengantin perempuan, yaitu umat yang setia pada-Nya. Renungan ini mengingatkan kita agar walaupun ada tekanan atau penderitaan sebesar apapun, tetaplah berharap dan setia pada Tuhan Yesus, jangan murtad. Biarlah mata rohani kita fokus pada-Nya Sang Juruselamat kita. Bahkan hendaklah kita setia bersaksi melalui kata dan karya unggul di setiap kesempatan. Akhirnya, bersukacita senantiasa dan mintalah pada Tuhan agar kita ditolong-Nya sekarang dan selamanya. Amin.
BERDOA
BERNYANYI KJ No. 246:1 Ya Allah yang Mahatinggi
Ya Allah yang Mahatinggi, Kau Pencipta dunia ini;
Kami juga Tuhan ciptakan, agar Dikau tetap dipuji.
Engkau Bapa yang memberkati tiap orang yang rendah hati. Tolonglah kami sekarang ini dan selamanya.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin
