ANAK YANG DIKASIHI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 72:1-7. 10-14.
Malam : Matius 2:1-12.

03. Renungan: Matius 3:17.
Lalu terdengarlah soara dari sorga mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,” adalah sebuah pernyataan yang kongkrit tentang sebuah pribadi dan pribadi itu adalah “Anak-Ku”. Ada suatu kebanggaan tersendiri yang diakui oleh si pembuat pernyataan tentang pribadi yang diakuiNya sebagai “Anak-Ku”. Pernyataan ini tidak berhenti sampai di sini, tapi dilanjutkan dengan sebuah pernyataan lainnya, yaitu “kepada-Nyalah Aku berkenan”. Kepada siapakah si pembuat pernyataan menyatakan perkenaanNya? Perkenaan itu diberikan kepada anakNya. Apakah landasan perkenaan itu? Perkenaan itu diberikan atas landasan pilihan dan bukan prestasi, karena pernyataan itu dibuat dihadapan publik sebelum Tuhan Yesus memulai pelayananNya.

Bagaimana dengan kita sekalian selaku orang tua, bukankah pernyataan kita terhadap anak-anak kita dihadapan publik muncul berdasarkan prestasi yang diperoleh mereka? Apakah kebanggaan kita terhadap anak-anak kita konstan dengan pengertian bahwa kebanggaan kita terhadap mereka bukan tergantung dari prestasi yang diperoleh mereka? Jika kebanggaan hanya berdasarkan prestasi, maka dengan berkurangnya prestasi, maka kebanggaan kita terhadap merekapun akan sirna. Sedangkan Bapa Surgawi telah memberikan sebuah contoh yang sangat baik, dimana Bapa Surgawi telah terlebih dahulu membuat pernyataan “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” sebelum Tuhan Yesus memulai pelayananNya, dengan demikian pernyataan Bapa Surgawi bukan berdasarkan prestasi yang dicapai oleh anakNya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s