HAL MEMBERI DAN MENERIMA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:2 Asi Ni RohaM Hupuji
Sai ramoti ma rohangku asa boi gohanMu au. Sai mabaor ma pasupasu, nang marhite sian au. IngananMu roha nami, TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolu nami gabe ula-ulaMi

PEMBACAAN FIRMAN
Rom. 12:6-8 (Pagi)
Ul. 15:7-11 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Para Rasul 20:35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

HAL MEMBERI DAN MENERIMA
Melalui ayat ini Paulus ingin menekankan agar kita semua tidak menggantungkan hidup kita kepada orang lain, sebaliknya dengan talenta, kemampuan dan kekuatan yang ada dalam diri kita mari masing-masing kita bekerja dan berkarya untuk mencukupkan kebutuhan hidup kita. Secara khusus kepada orang-orang yang sudah terpanggil dan terpilih menjadi pelayan di ladang Tuhan, kita dituntut untuk tidak melakukan tugas panggilan kita dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan materi. Paulus tidak sekedar mengucapkannya tetapi dia sendiripun melakukannya, di mana selain memberitakan firman Tuhan, kita juga tahu bahwa Paulus juga bekerja sebagai tukang kemah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Kis. 18 : 3).

Di dalam Amsal 11:24-25 dikatakan “ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” Artinya kita tidak akan jatuh miskin hanya karena kita mau memberi dan membagikan berkat yang kita terima kepada orang lain. Kesusahanlah yang akan semakin ringan atau sedikit ketika kita membaginya kepada orang lain, sebaliknya berkat akan semakin melimpah ketika kita mau membagikannya kepada orang lain. Sebagai umat Kristus, apakah yang sudah kita lakukan bagi sesama kita? Sebagai contoh adalah korban bencana gempa bumi yang melanda Lombok ? Apakah cukup kita hanya mengungkapkan keprihatinan kita tapi tidak melakukan apapun? Mari kita menolong mereka dan juga saudara-saudara yang lain yang sedang membutuhkan bantuan. Bantulah mereka dengan rasa bersyukur, tulus, dan jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2Kor. 9:7).

BERDOA

BERNYANYI NKB 200:1 Di Jalan Hidup yang Lebar, Sempit
Di jalan hidup yang lebar, sempit,orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;bawalah sinar terang!
Pakailah aku, jalan berkat-Mu, memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat, bagi siapa yang risau penat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s