JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-69 : 1, Ungkap bahal na ummuli
Jesus sai urupi hami Dohot di taon baru on
Paimbaru gogonami Mangihuthon Ho tongtong
Pasupasu ma muse Na porsea sasude.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 6:43-45 (Pagi)
Yes. 5:1-7 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 5 : 21 – Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar!

JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI
Pintar dan bijaksana merupakan elemen penting untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Pintar saja tidak cukup tanpa menjadi bijaksana, begitu pula sebaliknya. Hanya saja, kebijaksanaan memiliki elemen penting lainnya agar dapat terorganisir dengan baik. Pintar dan bijaksana, dua perkataan ini memiliki penekanan yang berbeda, karena dapat menimbulkan sesuatu makna yang berbeda.
Manusia yang berusaha menjadi pintar adalah manusia yang memiliki daya intelektual dan mampu menyerap segala macam informasi yang diterima, menjadi sebuah rangkaian semantik yang kemudian mampu dipahami olehnya, dan menghasilkan pengetahuan. Pertanyaannya, setelah menjadi pintar apakah seseorang dapat menjadi bijaksana? Orang pintar belum tentu dapat menjadi bijaksana, karena pintar saja tidak cukup untuk menjadi bijaksana tanpa memiliki faktor pendukung lainnya seperti emosi, akal sehat, wawasan yang luas dan sebagainya. Jika orang pintar ini tidak mampu mengendalikan emosinya dan tidak mampu menggunakan akal sehatnya maka berdampak pada orang lain. Apakah orang yang bijaksana itu memiliki yang iman kuat? Itu pasti karena kebijaksanaan itu datangnya dari Tuhan. Tetapi Orang pintar itu belum tentu mempunyai iman.

Nas renungan hari ini mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan tidak mempergunakan kepintaran itu untuk mempengaruhi orang lain ke arah yang tidak baik. Pergunakanlah kebijaksanaan dan kepintaran itu seturut dengan ajaran dari Tuhan dan sesuai dengan keinginan Tuhan, supaya kita tidak celaka dan masuk neraka. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-9 : 1, Pujilah hai jiwaku pujilah Tuhan
Puji hai jiwaku, puji Tuhan, selagi ada nafasmu!
Allahku patutlah kuagungkan, sepanjang umur hidupku!
Hayatku, Dia yang beri, Dia ku puji tak henti, Haleluya, haleluya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s