PERSEMBAHAN BUAH SULUNG


MINGGU INVOCAVIT, 14 FEBRUARI 2016
Ulangan 26:1-11
Persembahan sulung menjadi kewajiban bagi umat Israel, yakni: hasil pertama dari hasil bumi, misalnya gandum, buah anggur, buah jaitun, dan bulu domba. Dalam Yehezkiel 44:30 “dan yang terbaik dari buah sulung apapun dan segala pesembahan khusus dari apapun, dari segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yg terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat”.

Persembahan adalah jawaban kita atas doa yang telah dikabulkan Tuhan (Ulangan 26:5-11). Umat Tuhan diarahkan untuk memahami bahwa Allah adalah pemberi hidup, Dialah yang menganugerahkan segala yang diperlukan, sehingga ketika umat mempersembahkan hasil pertama mereka di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada mereka, itu merupakan milik Allah, juga sebagai tanda bahwa hanya karena kemurahan dan kebaikan Allah, mereka ada di negeri yang telah dijanjikan oleh Allah. Kenapa kita harus memberikan persembahan? Kita memberikan persembahan karena itu sebuah kewajiban sekalipun itu berupa materi, tenaga, pemikiran, dan berupa pelayanan. Satu keyakinan yang luar biasa dalam perikop ini adalah Bahwa jalan hidup orang percaya adalah jalan berkat. Tuhan yang senantiasa memberikan yang baik, bahkan yang terbaik bagi umat-Nya itu. Jadi, tidak ada keragu-raguan untuk memberi persembahan dalam bentuk apa pun di gereja. Memang, persepuluhan tidak diharuskan di gereja kita tetapi persembahan syukur kepada Tuhan hendaklah disampaikan dengan kerelaan hati. Ingatlah perbuatan Kain yang memberi dengan terpaksa. Ia memberikan hasil tanah yang tidak terlalu bernilai dan merupakan sisa dari hasil panen di ladangnya (Kejadian 4:2-5). Akhirnya ia ditolak Tuhan. Sedangkan Habil adiknya memberi dengan sukacita dari anak sulung dombanya yang gemuk.

Selajutnya, Apakah Janji Tuhan kepada orang yang memberikan Persembahan? Dalam (Amsal 3:2-13) dikatakan: Panjang umur, lanjut usia dan sejahtera, Mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia, Jalan kita semakin lurus, Kesehatan dan kesembuhan secara jasmani maupun rohani, Tuhan akan mengisi penuh lumbung perbendaharaan kita sampai berkelimpahan, Umur panjang, kekayaan dan kehormatan, Hikmat dan kebijaksanaan yang dari Tuhan, dan Tuhan akan berpihak dan membela kita. Paulus mengatakan “Camkanlah ini, Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (Pdt. Rohara Panjaitan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s