SPIRITUALITAS KEADILAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-279 : 5, Pasahat ma sudena
Pasombu ma Ibana pature langkami. Na pistar do rohaNa patupa sasude.
Tung sungkot pingkiranNa lao paluahon ho? Sai naeng patarhononNa gogoNa i tu ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 12:27-36 (Pagi)
Pengk. 3:1-8 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 94 : 15 – Sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

SPIRITUALITAS KEADILAN
Spiritualitas keadilan bersumber dari Tuhan Allah. Tuhan adalah Allah yang adil dan pembela keadilan. Petunjuk keadilan Tuhan itu dapat dilihat pada Taurat-Nya. Mazmur 119 disebutkan bahwa orang yang hidup menurut Taurat Tuhan hidupnya berbahagia, karena mereka akan beroleh keadilan Tuhan, salah satunya. Oleh karena itu, Pemazmur berusaha untuk belajar mengerti, memelihara dan menghidupi Taurat Tuhan. Dan si pemazmur bersaksi bahwa dia dihidupkan karena keadilan-Nya dan bagian si pemazmur adalah dengan percaya dan memelihara Taurat-Nya.

Mazmur 94 ini memberi makna bahwa keadilan Tuhan jauh dari tindakan-tindakan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang fasik dan congkak dengan menindas kaum janda, anak yatim, miskin, orang asing, lemah dan sebagainya. Semuanya itu bagian dari perlawanan terhadap Taurat Tuhan dan kehendak Tuhan Allah. Nas hari ini menyebut “hukum akan kembali kepada keadilan”, maka teringat pada ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus: Kasihilah Tuhan Allahmu dan sesamamu manusia (Mat. 22:37-40). Selanjutnya, 1 Yoh. 4:7-21 disebutkan bahwa Allah adalah kasih. Dengan demikian, hukum akan kembali kepada keadilan dan keadilan itu sendiri adalah Tuhan Allah. Oleh karena itu, si pemazmur mengajak agar semua orang melakukan hukum Tuhan dengan tulus hati.

Saudara, banyak orang yang merasa kecewa pada lembaga keadilan produk dunia ini. Hal itu bisa dimungkinkan terjadi karena keterbatasan manusia. Hanya, pada Allah saja keadilan itu sempurna. Pemazmur menghibur agar kita datang pada Allah dan Dia akan menyatakan keadilan-Nya segera. Namun, setiap orang pun harus dengan tulus hati untuk melakukan hukum Tuhan dan berlaku adil sebagaimana kehendak Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-309 : 3, Biar ‘ku tumbuh di batang-Mu
Dengan-Mu saja ‘ku bersatu, tak tercerai sesat pun.
Kasih-Mu pandu di jalanku, ‘ku hidup oleh hidup-Mu.
Dengan salib-Mu ‘ku menang, jikalau Kauberi terang.

DOA BAPA KAMI

BERNYANYI, BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s