BELALANG PELAHAP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-275 : 1, O Jesus Tuhanki
O Jesus Tuhanki. Ho siparmonang i, Raja tongtong.
Ndang namargogo au, molo so Ho di au.
Ipe dongani au di tano on.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 5:13-21 (Pagi)
Hak. 5:12-21 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 33:4 – Orang mengumpulkan jarahan seperti belalang pelahap menelan makanannya; mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang

BELALANG PELAHAP
Belalang pelahap memakan makanannya tiada pernah merasa kenyang. Ibarat seorang kaya raya yang hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan, namun masih mengambil yang bukan haknya, yang istilah kerennya disebut koruptor. Segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, dia tidak perduli dan bahkan dengan penuh kebanggaan, dia tertawa terbahak-bahak saat ditayangkan di televisi, seolah-olah dia tidak punya malu lagi.
Seseorang pernah bersaksi ketika memasuki masa pension, dia mengucap syukur mengenang gaji pertama dan terakhirnya, yang sepenuhnya dipersembahkannya ke gereja. Demikian juga saat dia mengenang jabatannya, dia menghadapi tantangan, pada saat menjabat sebagai direktur yang mengelola dana ratusan milyaran rupiah, diminta oleh seorang menantu menteri untuk dipindahkan ke bank tertentu supaya, yang bersangkutan mendapat komisi, dengan tegas dia menolaknya.

Nas renungan hari ini, firman Tuhan menampilkan kerakusan manusia dan diperhadapkan dengan pengalaman seseorang yang juga manusia namun dapat mengontrol kebutuhannya. Karena keduanya sama-sama manusia, sudah barang tentu masing-masing pihak dapat saling mempengaruhi. Siapakah dari antara mereka yang mempengaruhi? Yohanes Pembabtis berkata kepada para serdadu ketika bertanya apakah yang harus kami perbuat?: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Kata cukup mengacu kepada keperluan yang berarti orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan (Kel. 16:18). Demikianlah anda, saya, dan kita semua yang diberkati Tuhan kitalah pemenang yang mempengaruhi belalang pelahap itu sehingga meninggalkan perbuatannya. Semoga!

BERDOA

BERNYANYI KJ- 438 : 3, Apapun juga menimpamu
Dipelihara-Nya hidupmu; Tuhan menjagamu. Dan didengar-Nya doamu; Tuhan menjagamu. Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang, Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s