BERSAMA ANUGERAH-NYA MERAIH MASA DEPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-68 : 5, Masilelean Angka Taon
O Jesus sai urupi au di taon na ro mamboan, parbue angka na sai tau padaohon hamagoan.
Sai pargogoi ma au tongtong pasangap Ho di ngolungkon.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 8:16-21 (Pagi)
Ayub 42:10-17 (Malam)

RENUNGAN
Efesus 3 : 7– Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.

BERSAMA ANUGERAH-NYA MERAIH MASA DEPAN
Selamat Tahun Baru! Resolusi saudara di tahun 2016 tentu sudah ditetapkan dan sebagian sudah bergelora untuk meraihnya. Bagi mereka yang mengalami kegagalan di tahun lalu, jangan bersedih, harapan dan yang terindah selalu ada bagi Tuhan, di tahun ini bagi saudara.
Bulan Januari, kata Januari berasal dari kata Janus yaitu dalam mitologi Romawi disebut dewa permulaan, yang memiliki dua wajah, yang satu menoleh ke belakang dan yang satu ke belakang. Jadi dewa ini penghubung, pintu, jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Masa lalu penting tapi kita tidak bisa tinggal di masa lalu, kita harus melangkah meraih masa depan. Kita jalani hari-hari ini untuk mencipta masa depan yang lebih baik.
Jemaat Efesus sebelum mengenal Injil masih menjalani kehidupan sebagaimana mereka belum mengenal Kristus. Setelah mereka mendengar dan menerima Injil, yang diberitakan Paulus, mereka bersemangat melayani. Anugerah Tuhan memenuhi jemaat Efesus dan memberkati mereka. Paulus pun berdoa khusus pada jemaat di Efesus agar mereka kuat (3:16). Paulus sebelum bertobat juga masih melakukan pekerjaan di luar terang Kristus. Setelah dia dilayakkan Tuhan, melalui anugerah-Nya, maka Paulus pun dengan semangatnya melayani. Meski, dia banyak mengalami penderitaan dan hambatan, seperti: di penjara, difitnah, dianiaya, kelaparan, terdampar, digigit ular dan sebagainya dia tetap kuat. Anugerah Kristus pun melayakkan Paulus menjadi rasul dan memberitakan Injil. Bahkan, siapa saja baik orang Yunani, Yahudi, Mesir; mereka yang mau menerima Injil dilayakkan Tuhan untuk menjadi penginjil, alat dan saluran berkat Tuhan.Saudara, firman Tuhan ini mau mengajak kita untuk melangkah pasti bersama anugerah Tuhan meraih masa depan, seperti Paulus dan jemaat Efesus.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-120 : 1, Hai Siarkan di Gunung
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua. Hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
Di waktu kaum gembala menjaga dombanya, terpancar dari langit cahaya mulia.
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua. Hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s