KASIH-NYA TELAH NYATA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-210:4, O Tuhan Na Marasi Roha
Mauliate ma rohangku dibaen na pinarbagaMi.
Ndang olo asi ni rohaMu mansohot salelengna i.
Sai hot do padan binaenMi, nang pe na sego sasude.

PEMBACAAN FIRMAN
Zef. 3 : 14-20 (Pagi)
Rom. 13 : 11-14 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 15 : 20b – Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

KASIH-NYA TELAH NYATA
Kisah seorang anak perempuan yang tidak dihargai di keluarganya. Semuanya berawal ketika menyuruh adiknya untuk menolong dia, namun adiknya tidak menuruti apa yang ia pinta, terjadilah perkelahian antara dia dan adiknya. Namun karena ia perempuan, ayahnya justru marah kepadanya, bahkan terang-terangan ayahnya membela adiknya, yang laki-laki. Akhir dari semuanya itu hanya diam dalam beberapa minggu. Ia berpikiran bahwa seisi rumahnya itu tidak ada lagi yang mengasihi dia, jika pulang kerja, ia akan memilih untuk mengurung diri di kamar, bahkan ia menganggap ayah, ibu dan adiknya tersebut tidak lagi keluarganya. Sampai suatu malam ayahnya mengetuk pintu kamarnya, namun ia masih bersikeras untuk tidak membukanya, ayahnya berkata: “Ayah akan tunggu di sini sampai kamu membuka pintu boruku”, ia hanya diam lalu tidur. Pagi-pagi, ketika ia bangun, ia membuka pintu, ia melihat ayahnya tertidur di depan pintu dengan memangku sebuah kue ulangtahun, ternyata semalam adalah ulangtahunnya. Ia menangis dan memeluk ayahnya yang tertidur itu.

Saudaraku, pernahkah kita membayangkan ketika kita tidak dihargai? Situasi dan kondisi tidak berpihak kepada kita? Tiba-tiba dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang datang kepada kita lalu berkata: “Saudaraku, aku mengasihimu!” Mungkin saat itu adalah saat yang paling bahagia dan paling sedih dalam hidup kita. Hal yang sama juga terjadi dalam hidup beriman kita, kita adalah manusia yang memberontak kepada Allah kita, sama seperti seorang anak yang memberontak kepada ayahnya. Namun Allah kita terus menunggu kapan hati kita akan kembali, Allah akan terus menunggu kapan Ia dapat memeluk kita. bahkan, kali ini Tuhan dalam Kristus mengunjungi kita di dalam dunia. Sungguh indah kasih Allah, seperti bapa yang menyambut anaknya, demikianlah kita disambut kembali oleh Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-106:3 Bernyanyilah Merdu
Pada-Mu yang lembut ‘ku datang bertelut.
Kau menanggung dosa seluruh umat-Mu dan Kauberi sentosa mengganti kemelut.
Ku sembah sujud, Ku sembah sujud.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s