BERSYUKUR MERUPAKAN TANDA IMAN YANG KUAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-754:1, Gok Las ni Roha do au
Gok las ni roha do au dingolungkon, di ngolungkon, di ngolungkon.
Gok las ni roha do au dingolungkon, tongtong di rohangkon.
Mauliate gok las ni roha maringan holongMi Tuhan di au.
Mauliate gok las ni roha maringan holongMi Tuhan di au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yeh. 36 : 24-28 (Pagi)
Mar. 11 : 27-33 (Malam)

RENUNGAN
1 Tesalonika 5 : 18 – Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

BERSYUKUR MERUPAKAN TANDA IMAN YANG KUAT
Ciri tulisan rasul Paulus di dalam suratnya ke jemaat Tesalonika selalu menuliskan mengucap syukur. Ciri ini menjadi salah satu identitas orang percaya karena mengucap syukur merupakan kehendak Allah. Ketika seseorang mampu mengucap syukur dalam segala hal maka dapat dipastikan bahwa dia memiliki iman yang kuat.

Sebagian orang sangat gampang mengucap syukur pada saat keadaan kita baik dan sukses.  Sebaliknya, saat mengalami kegagalan dan di masa sulit maka sangat sulit untuk mengucap syukur. Mengapa bisa seperti itu? Karena dasar penilaiannya adalah dari sudut untung-rugi atau enak-tidak enak. Firman Tuhan hari ini mengatakan agar kita senantiasa mengucap syukur dalam segala hal. 

Ayub menantang kita dengan berkata: “Apakah kita hanya mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? (Ayub 2:10). Hal senada disebutkan juga di 1 Tawarikh 16:34; Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ucapan syukur merupakan suatu keadaan yang dinamis semakin giat bersyukur maka kita semakin beriman dan dekat pada Tuhan.

Mengucap syukur menjadi sebuah kekuatan yang efektif untuk terus berpengharapan. Sebaliknya, sikap bersungut-sungut, marak, gelisah dan sebagainya akan memadamkan harapan tersebut. Seperti kisahnya Ayub yang mampu bersyukur dalam kehidupannya, yang sedang menghadapi tantangan hidupnya, tanpa mau menuduh Allah dan berbuat dosa ( Ayub 1, 22).

BERDOA

BERNYANYI, KJ-287a:1, Sekarang B’ri Syukur
Sekarang b’ri syukur, hai hati, mulut, tangan!
Sempurna dan besar segala karya Tuhan.
Di b’rinya kitapun anugrah dan berkat, yang tak terbilang t’rus semula dan tetap.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s