Bertahan


ADVENT II, 06 Desember 2015
Filipi 1:3-11

Pada dasarnya untuk membuat sebuah keputusan tidaklah terlalu sulit, atau mungkin tingkat kesulitan dalam mengambil keputusan tidaklah sesulit, namun untuk mempertahankan keputusan yang dipilih tersebutlah yang mungkin sulit. Sebab, dalam prosesnya akan banyak tantangan serta cobaan yang dihadapi untuk mempertahankan keputusan tersebut. Umumnya kegagalan manusia bukan pada mengambil keputusan, namun kegagalan lebih sering di tengah perjalanan ketika keputusan telah diambil. Bertahan dalam situasi yang demikian sangatlah sulit, belum lagi banyak orang akan menyalahkan kita terhadap keputusan yang kita ambil. Pada dasarnya keputusan tersebut tidaklah salah, namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita setia terhadap keputusan tersebut. Mungkin seolah-olah lebih mudah jika kita langsung beralih dari keputusan yang kita ambil dan mengambil keputusan lain, tetapi apa yang terjadi pada akhirnya, itu akan membayangi hidup kita terus menerus.

Paulus memberikan gambaran bagaimana Jemaat Filipi bertahan dalam iman kepada Kristus Yesus, bukan hanya itu, mereka tetap di dalam pekerjaan yang diberikan para Rasul serta setia dalam Pekabaran Injil. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Kata kunci yang kita lihat adalah “kamu sekalian”, artinya mereka lebih dari satu. Apa yang Paulus rindukan, apa yang Paulus banggakan dari jemaat Filipi adalah “mereka” secara bersekutu tetap di dalam iman dan perbuatannya. Ini menjadi kata kunci yang pertama bagaimana mereka dapat bertahan. Seorang yang bijak berkata demikian: “Bara api yang menyala oleh arang kayu hanya dapat bertahan jika mereka bersama-sama, seandainya ada yang memindahkan satu arang yang berisi bara api dan terpisah dari kumpulan arang lainnya, tentunya ia akan mati”. Kalimat ini menjadi gambaran bagi kita, bagaimana bara api pada arang dapat bertahan ketika arang tersebut bersama-sama, tentunya bara api tersebut akan saling menyalakan bara api yang lemah, sehingga bara api tersebut akan terus menyala. Artinya, kesatuan hati dalam sebuah persekutuan untuk memelihara keputusan yang sudah dibuat, dalam hal ini memelihara iman pada Yesus Kristus.

Demikian juga dengan iman kita, tanpa mengesampingkan banyak orang yang mampu bertahan di dalam iman secara individu, namun pada dasarnya setiap orang beriman akan dimampukan untuk bertahan dalam iman ketika ia bersama-sama dengan orang-orang seiman lainnya. Artinya hidup dalam sebuah persekutuan. Ketika iman kita melemah, kita dikuatkan oleh saudara-saudari kita, ketika hidup kita melenceng jauh, kita diingatkan oleh mereka, kita diajak untuk kembali ke dalam iman serta kebaikan. Firman Tuhan saat ini, mengingatkan kita untuk terus bertahan di dalam kesucian. Pada Advent ke II ini bagaimana kita bertahan bersama-sama mempertahankan hubungan kita dengan yang kita kasihi dan bagaimana bertahan memelihara iman percaya kita pada Tuhan Allah. Amin.
(Pdt. Kadir Manullang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s