TUHAN MEMBENARKAN ORANG YANG BERSERU KEPADANYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-161:1, Tangihon Anggukanggukhon
Tangihon anggukanggukkon asirohaM Jahowa!
Mansai tarponjot rohangkon dibaen godang ni dosa.
Tung sura dibaloshon Ho luhut na sala dompak Ho, tung ise tartahansa!

PEMBACAAN FIRMAN
Yer. 3 : 6-14 (Pagi)
Mat. 5 : 27-36 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 18 : 7 – Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

TUHAN MEMBENARKAN ORANG YANG BERSERU KEPADANYA
Cerita ini merupakan perumpamaan Tuhan Yesus tentang hakim yang tidak benar yang mengadili perkara seorang janda. Pada akhirnya janda itu mendapatkan apa yang dituntutnya dari hakim yang tidak peduli kepadanya. Ia mendapatkannya bukan karena hakim itu adil dan berbelas kasih. Bukan pula karena hakim itu takut reputasinya jelek, karena menolak janda tersebut. Janda itu mendapatkan pembelaan hakim itu, karena hakim itu merasa terganggu dengan sikap merongrong janda tersebut.

Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus agar murid-murid Tuhan di dalam berdoa memiliki ketekunan seperti yang dimiliki janda tersebut. Tentunya ketekunan berdoa itu dialaskan pada hal-hal yang jauh lebih mulia. Allah bukan hakim yang masa bodoh. Allah adalah Bapa dan Hakim yang adil, yang akan membela perkara anak-anak-Nya terhadap kelaliman dunia.

Persoalan apapun yang kita hadapi di dunia ini, Allah mengetahui dan melihatnya. Ia mengenal kita di dalam kelemahan kita. Lebih jauh lagi, Allah bukan hanya membela perkara dari anak-anak-Nya, Dia akan bersegera menolong kita. Pertolongan Tuhan pasti bagi yang percaya kepada-Nya. Namun Tuhan Yesus menyisakan pertanyaan buat kita. Apakah kita beriman untuk menantikan pertolongan Tuhan datang? Doa yang tidak putus-putusnya adalah perwujudan iman sejati kepada Allah yang pasti menolong. Tetaplah berseru kepada-Nya, jangan kendor kehidupan doamu! Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ- 454:3, Indahnya saat yang Teduh
Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya kuyakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s