Tuhan mencipta kita untuk saling mengasihi


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-246:1 Jesus Urupi
Jesus urupi pamonang hami. Tatap ma gogo ni na holom i. na so mansadi mangonggop di hami, naeng polgahanna do hami sude. Sai dipingkiri si blis dalanna manang beha au tongotng arsahanna.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 13 : 17-25 (Pagi)
Yer. 50 : 1-7 (Malam)

RENUNGAN
Mikha 7 : 8 – Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.

TUHAN MENCIPTA KITA UNTUK SALING MENGASIHI

Saya melihat seorang gadis kecil di pinggir jalan. Ia kedinginan dan gemetar dalam pakaian yang basah. Tampaknya juga kelaparan.

Saya menjadi marah kepada Tuhan dan berkata: “Mengapa Tuhan, Engkau mengizinkan kejadian itu? Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?” pada malam itu saya mendengar suara di dalam hatiku. “Aku telah berbuat sesuatu. Aku telah mencipta kamu. Apa yang sudah kamu buat untuk sesamamu?”

Saudara, cerita di atas dengan nas hari ini sepintas sepertinya tidak nyambung. Tapi jika kita melihat dari sudut Allah bukan korban (bangsa Israel dalam nas) dan si anak (dalam cerita) maka tampak jelas Pribadi Allah yang penuh kasih. Dia mengasihi orang yang teraniaya dan orang yang menganiaya, meskipun Dia membenci perilaku kejahatan itu. Seandainya si pria dalam cerita melihat perilaku musuh bangsa Israel yang memperlakukan bangsa Israel ditindas, apakah Allah membiarkan si penindas itu dibunuh oleh si pria untuk menghentikannya? Maka si pria tidak ubahnya dengan si penindas. Mika menuliskan dengan jelas bahwa Tuhan menolong dan menjadi terang bagi mereka yang jatuh dan berada dalam kegelapan (korban). Artinya, dari perbuatan Allah itu seharusnya membuat si penindas sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Kita dicipta bukan untuk saling menindas tapi saling mengasihi dan membantu. Tuhan akan selalu berada di pihak yang tertindas. Oleh karena itu bertobatlah dan hiduplah dalam kasih. Tapi jika dia tidak mau bertobat maka Allah sendiri nantinya yang akan menghukumnya dengan cara-Nya, bukan kita. Semoga hari ini kasih itu terpancar dari diri kita. Amin!

BERDOA

BERNYANYI, KJ-467 : 1, Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku.
Dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s