Kekuatan dari perbuatan


RENUNGAN
Matius 13 : 31-32 – Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

KEKUATAN DARI PERBUATAN
Penulis merefleksikan nas ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Pertama, Tuhan memperhatikan manusia di manapun berada. Dimanapun manusia berada atau berkativitas atau pada waktu kapanpun dan usia berapapun, Tuhan senantiasa dan pasti memperhatikan.
Di keindahan alam, kemegahan gedung, kebesaran kota, tempat kumuh dan kotor, gereja, dan tempat hiburan malam, pasar, dan sebagainya di situ Tuhan hadir. Dia memperhatikan setiap pergerakan manusia dan ciptaan lainnya.

Kedua, setiap talenta adalah anugerah dari Tuhan. Manusia sering menganggap bahwa suatu pekerjaan yang penting adalah kalau pekerjaan itu menghasilkan uang banyak dan kalau pekerjaan itu membuat orang kagum dan bertepuk tangan. Namun, Tuhan menilai kita penting apabila kita dapat melakukan pekerjaan Tuhan dengan menggunakan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita. Siapapun orangnya apabila setia memakai dan mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan maka dia disayangi Tuhan.

Ketiga, berbuat baik secara pribadi. Artinya, Mulailah dari diri kita sendiri dengan berbuat segala sesuatu yang baik, rajin ke gereja, setia memberikan persembahan, berdoa, bertutur kata dan bertingkah laku sopan. Anak-anak dan orang lain, akan lebih mudah mengerti dan meneladaninya ketimbang sederet kata-kata, sekalipun kata-kata itu baik adanya. Kita tidak perlu menilai orang lain salah dan kitalah yang benar. Untuk itu, kita tidak perlu memaksa, atau berteriak-teriak dan mengatakan, “kamu berdosa, bertobatlah”. Dengan demikian, biarlah perbuatan pribadi kita memancarkan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, dan orang akan melihat dan tergerak untuk percaya kepada Tuhan, bukan karena terpaksa atau takut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s