Dari mata turun ke hati


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-10 : 3, Hupuji hupasangap Ho
Ndang dung tartading bangsoMi, naung pinillitMu jolo;
Sai Ho do haporusan ni sude na ro na olo.
Ditogu Ho Do sasude. Asa tu hangoluan be. Pinuji ma goarMu.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Kor. 11 : 16-33 (Pagi)
Yeh. 2:8 – 3-11 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 11 : 7 – Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.

DARI MATA TURUN KE HATI

“Dari mana datangnya lintah dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta dari mata turun ke hati”. Ini merupakan salah satu pantun Indonesia yang terkenal yang termuat nasihat penting di dalamnya. Mata berfungsi untuk melihat. Mata melihat setiap perbuatan yang baik dan yang jahat serta berbagai kejadian dan peristiwa yang sulit dijelaskan.

Segala yang dilihat oleh mata dikirimnya ke otak. Kemudian tubuh kita akan merespons dengan melakukan apa yang diperintahkan oleh otak. Nas hari ini mengatakan bahwa oleh mata kita sendirilah, kita akan melihat segala perbuatan besar yang dilakukan oleh Tuhan. Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir ke tanah Kanaan sungguh perbuatan besar Allah sangat banyak dinyatakan. Penglihatan itu tidak sekedar di otak saja tapi menjadi ingatan sampai membatin di dalam hati.

Bila direnungkan nas hari ini, Iman percaya kita akan menuntun dan membukakan mata rohani dan jasmani kita untuk melihat perbuatan Tuhan Allah. Mata jasmani dan iman melihat semuanya, hati kita merespons, dan dari hati akan terpancar kehidupan (Ams. 4:23) yang membuat wajah kita berseri, bersukacita, bersemangat dan bersyukur kepada Tuhan. Sungguh kita senantiasa menyaksikan bahwa Tuhan mengasihi dan memelihara manusia dan dunia ini yang disempurnakan melalui karya Yesus Kristus di kayu salib. Kasih dan pemeliharaan-Nya pun bisa terlihat dalam hidup saudara saat ini. Percayalah dan nantikanlah karya Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, NKB-34 : 1, Setiamu Tuhanku tiada bertara
Setia-Mu, Tuhanku, tiada bertara di kala suka, di saat gelap.
Kasih-Mu, Allahku, tidak berubah, Kaulah Pelindung abadi tetap.
Setia-Mu, Tuhanku, mengharu hatiku, setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan, sehingga akupun puas lelas.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s