Tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah


Minggu III Setelah Trinitatis, 21 Juni 2015
2 Korintus 6:1-13

Paulus sangat berusaha untuk menghadapi para pemfitnahnya yang meracuni jemaat Korintus. Propaganda yang timbul di tengah-tengah jemaat Korintus akhirnya memuncak, pada pertanyaan tentang surat rekomendasi, yang harus dibawa oleh seorang utusan, yang tidak dapat diperlihatkan oleh Paulus.
Paulus memberikan jawaban akan hal ini, bahwa surat itu justru jemaat Korintus sendiri, yang ditulis bukan dari tinta tetapi dari Roh Allah yang hidup.

Perkembangan teologia Kristen saat ini justru sudah semakin jauh dari teologia yang sesungguhnya, beberapa pandangan yang tidak sesuai dengan kehidupan jemaat justru merasuki pikiran jemaat, sehingga tanpa disadari gereja telah beralih dari Kristosentris kepada lembagasentris. Penekanan dunia Kristen sesungguhnya ada pada bentuk perbuatan dan tindakan, dan itu jugalah sebagai bukti iman Kristen. Namun perkembangan saat ini, pola kehidupan yang seperti itu justru telah terkikis, peralihan bukti Kristen tidak lagi kepada perbuatan, tetapi justru kepada secarik kertas (KTP, Blanko, dll). Dalam nas kita, Paulus mengajak agar tidak terpola ke dalam rumusan yang logika, namun sesungguhnya tidaklah logika menurut iman Kristen.

Teologia Kesuksesan yang saat ini sering ditanamkan oleh beberapa gereja, ternyata menyingkirkan teologia salib yang sesungguhnya adalah ajaran murni dari Yesus Kristus itu sendiri. Hidup miskin adalah akibat dari dosa, sedangkan hidup dalam Kristus adalah sejahtera, ajaran ini telah merenggut jiwa orang Kristen, sehingga anggapan bahwa di dalam Yesus ada jalan keluar telah memiliki tema yang baru yaitu tentang harta dan kekayaan serta kesuksesan. Paulus menekankan kepada ajaran yang sesungguhnya yang telah diterima oleh orang-orang Korintus, bahwa iman Kristen memang berbicara tentang kesuksesan, yaitu sukses dalam penderitaan, sukses dalam kemiskinan dan ketertindasan. Dan semua itu harus dilakukan di dalam Roh Kudus dengan tidak munafik atau berpura-pura. Hal ini adalah wujud nyata dari ajaran belas kasihan sebab tanpa penderitaan belas kasihan tidaklah nyata
(Pdt. Kadir Manullang – HKBP Taman Adiyasa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s