Hidup untuk kebenaran


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-260 : 1, Holan Jesus do hubaen donganku
Holan Jesus do hubaen donganhu, ai Ibana pasonanghon au.
Ingkon sai tongtong tiur langkangku, molo raphon Jesus i au lao;
molo raphon Jesus i au lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Jer. 22 : 1-9 (Pagi)
Luk. 6 : 43-45 (Malam)

RENUNGAN
1 Petrus 2 : 24 – Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

HIDUP UNTUK KEBENARAN

Menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung. Mempunyai urusan kerja atau usaha dengan seorang yang tidak baik dan bukan peramah alias bengis. Hal-hal ini adalah situasi penderitaan yang sangat tidak kita sukai, namun sering terjadi. Reaksi spontan dan normal adalah kita menjadi tidak nyaman, marah atau berontak bahkan menyerang.

Dan jika situasi tidak memungkinkan, sesorang mungkin saja akan menjadikan situasi ini sebagai motif utk membalas dendam di kemudian hari. Inilah dinamika hidup dan Hukum dunia: Hidup berbalas balasan (Taken-give). Dimana, penderitaan adalah bagaikan sesuatu yang ‘haram” dan harus dilawan atau dihindari.

Namun, bagi seseorang yang sudah menerima kasih karunia Allah di dalam pengorbanan dan kematian Yesus Kristus di Kayu Salib maka penderitaan hanya dapat kita terima sebagai Kasih karunia. Mengapa? Karena mereka memandang penderitaan itu (yang berasal dari orang lain) sebagai kehendak Allah saja. Namun, mereka mensyukuri karena Allah turut hadir dalam seluruh pergumulan hidup kita, maka kita dapat dengan cakap menanggung segala bentuk penderitaan yang datang. Selanjutnya, bagaimanakah sikap kita jika penderitaan itu sudah menjadi sengsara? Rasul Paulus menyampaikan dalam Roma 5:3, bahwa kita yang telah dibenarkan karena Iman, pun akan dapat bermegah di dalam kesengsaraan. Demikianlah sebagai umat tebusan Allah dan melalui teladan penderitaan Kristus kita dapat menjalani hidup bukan untuk pola hidup dunia yang sia-sia tetapi kita mau Hidup untuk Kebenaran. Dalam Yohanes 14: 6a, Yesus berkata: Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-402 : 3, Kuperlukan Jurus’lamat
Kuperlukan Jurus’lamat dalam langkah juangku;
Siang malam, suka duka dengan Tuhan kutempuh.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
Bila Tuhan ku membimbing, ’ku di malam pun tentram.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi ] 2x
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s