Selubung dosa


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-224 : 1, Jalo tanganku
Jalo tanganhu tiop au o Tuhan, ai na gale au so mardongan Ho.
Rap dohot Ho hipas do au mardalan, mamolus parmaraan sonang do.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 12 : 12-27 (Pagi)
Kej. 11 : 1-9 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 59 : 1-2 – Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menye-lamatkan, dan pendengaran-Nya tidak ku-rang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mende-ngar, ialah segala dosamu.

SELUBUNG DOSA

Kematian Yesus di kayu Salib telah membuka selubung hubungan kita dengan Tuhan yang ditandai dengan terbelahnya tirai di dalam Bait Suci menjadi dua dari atas ke bawah. Hal ini memberikan gambaran bahwa sesungguhnya Allah mudah untuk dijumpai di mana pun juga dan kapan pun juga.

Namun sering sekali kita melupakan kita yang berdosa tidak mampu berjumpa secara langsung dengan Allah yang suci. Syukurlah Tuhan senantiasa melayakkan kita untuk berjumpa dengan-Nya karena Dia bersedia menguduskan kita. Kita adalah orang yang berdosa sekaligus yang dikuduskan Allah.

Ayat ini berbicara tentang selubung dosa yang menutup segala permohonan kita dari Allah. Yakobus 5:16 memberikan keterangan yang pasti: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Dari ayat ini kita melihat, bahwa mengaku dosa sebelum melontarkan permohonan kepada Allah adalah jalan terbaik untuk memperoleh apa yang diinginkan dari Allah. Kata ‘orang benar’ merujuk kepada hati dan perilaku, artinya doa tidaklah berkuasa jika orang tersebut tidak hidup dalam kebenaran Allah. Karena itu, kuantitas doa tidak menunjukkan doa tersebut diterima, tetapi kualitas doa yang penuh kerendahan hati dan tertuju kepada Allah, semuanya juga tampak juga dalam kehidupan, inilah yang menghasilkan doa yang berkuasa. Ketika kita berdoa dalam kebenaran Allah, maka “tidak ada yang mustahil bagi Allah” dan ketidakmustahilan itu pun akan nyata dalam kehidupan kita. Kita dimampukan untuk berbuat segala sesuatu sekalipun orang mengatakan itu tidaklah mungkin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-235 : 2, Kudengar Berkat-Mu Turun
Bapa, jangan Kaulewati aku, walau ‘ku cemar;
‘ku tak layak Kau dekati namun rahmatMu besar.
Aku pun, aku pun, kasihani aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s