Kamu akan menerima Karunia Roh kudus


Minggu PENTAKOSTA I, 24 Mei 2015
Kisah Para Rasul 2:22-38

Pada hari Pentakosta setelah orang banyak mendengar khotbah Petrus di Yerusalem, maka mereka bertanya; apakah yang harus kami perbuat? Petrus menjawab: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”

Petrus berkotbah dengan berani karena dipenuhi Roh Kudus, walaupun di antara pendengar ada orang-orang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit (Kisah 2:5) yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan baik sesuai dengan hukum Taurat Musa namun masih menanti-nantikan kedatangan Mesias. Pertanyaan selanjutnya, setelah menerima baptisan dan dipenuhi Roh Kudus, yaitu apakah yang harus kami perbuat?

Pertobatan dan iman percaya menjadi dasar menerima baptisan dan juga karunia Roh Kudus. Dalam baptisan anak-anak, iman percaya dalam hal ini iman orangtua mereka, cukup menjadi syarat penerimaan baptisan dan Roh Kudus. Pertobatan harus dilakukan dari waktu ke waktu tetapi kita harus menolak baptisan ulang sebab kita cukup dibaptis satu kali untuk selamanya, karena orang Kristen memiliki satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua (Ep. 4:5-6 bd. Roma 6:1-6). Setiap orang yang telah dibaptis berarti dia telah dibaptis melalui kematian-Nya (Rom. 6:3), manusia lama kita turut disalibkan (rom. 6:6). Kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, sekali untuk selama-lamanya, dan kebangkitan-Nya adalah kehidupan bagi semua yang percaya untuk selama-lamanya (Rom. 6:10). Setiap orang juga menyerahkan dirinya kepada Tuhan melalui Baptisan Kudus, iman kita menyaksikan bahwa, mereka beroleh pengampunan dosa, kepenuhan Roh kudus, dan namanya terdaftar di sorga.

Mereka yang telah dibaptis akan beroleh karunia Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus di dunia ini. Karunia Roh Kudus mempersatukan seluruh umat manusia walaupun beragam bahasa, budaya tempat dan latar belakang. Pakailah karunia yang berbeda-beda itu untuk mempersatukan, bukan untuk membeda-bedakan. Karunia yang menyaksikan Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan. (Pdt. Krisman Sianturi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s