Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-435 : 1, Marolop-olop tondingki
Marolopolop tondingki, ai naung di tobus Jesus i.
Hamu sude bege ma i, sai las rohangku mandok i.
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.
TondiNa mangajari au, tarbaen marlas ni roha au.
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 16 : 16-24 (Pagi)
Es. 9 : 5-15 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 118 : 21 – Aku bersyukur kepada-Mu sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

BIARLAH SEGALA YANG BERNAPAS MEMUJI TUHAN

Sedikitnya ada empat cara mengucap syukur, yang dapat kita temukan dalam Alkitab, mereka masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Pertama, mengucap syukur setiap hari. Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi. Mengucap syukur membutuhkan disiplin, ketekunan, dan kepekaan.

Bersyukur juga harus dikerjakan secara rutin bukan musiman, kita diundang melihat kebaikan dan kesetiaan Tuhan melalui hal-hal yang tampaknya sepele dan remeh. Kedua, cara panorama (panoramic approach). Kesaksian Alkitab di Roma 8:28 berkata: “Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Jika cara hari demi hari memakai “mikroskop” untuk menjumpai kebaikan Tuhan, cara “Panorama” memakai “Teleskop” untuk menyimpulkan kasih setia Allah. Ketiga, cara monument (Monumentalist approach). 1 Samuel 7:12. “Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya di antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya; EBEN-HAEZER, Katanya: “Sampai di sini Tuhan menolong kita. Keempat, Mata Elang (Bird’s eyes approach). Jika cara Panorama membantu kita melihat seluruh kehidupan kita secara horizontal, cara mata-elang ini memampukan kita melihatnya secara vertikal- dari atas, dari persfektif kekekalan. Roma 7:24-25. Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Paulus menegaskan bahwa seluruh hidupnya, sebagai seorang “manusia celaka” namun pada akhirnya ia mengucap syukur karena keselamatan kekal yang dianugerahkan Allah dalam Kristus Yesus yang mengangkat manusia dari dosa dan maut cara ini menuntut iman, keyakinan bahwa kekekalan merangkul manusia, yang berdosa serta menawarkan keselamatan kepadanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-376 : 1, Ikut Dikau saja Tuhan
Ikut dikau saja Tuhan, jalan damai bagi-Ku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengapdi pada-Mu:
Dalam Dikau, Juru s’lamat, ku bahagia penuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, o Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s