Cemerlang Engkau daripada Pegunungan


Minggu Exaudi, 17 Mei 2015
Maz. 76:2-13
Asaf menuliskan nyanyian mazmur ini dengan tujuan memuji kebesaran Allah dan meminta respon umat untuk membayar nazarnya kepada Tuhan Allah. Dia memakai kata terkenal, masyhur, cemerlang, mulia, dan dahsyat untuk memuji nama Tuhan. Tuhan terkenal di Yehuda dan masyhur di Israel lebih menunjukkan bahwa Tuhan Allah Israel lebih besar dari allah yang ada di luar Israel, yang pada waktu itu menyembah para dewa-dewi.

Nyanyian Sion ini mengangungkan kecemerlangan dan kedahsyatan Tuhan yang mematahkan segala kekuatan yang paling gagah dan perkasa sekalipun apabila mereka mau menyerang Sion, tempat kediaman-Nya. Allah menyatakan diri-Nya sebagai yang cemerlang, dahsyat dan menggetarkan di Sion untuk membebaskan orang-orang-Nya yang tertindas.
Dewasa ini, nyanyian ini tidak mudah dinyanyikan oleh kelompok-kelompok umat Kristen yang telah lama menderita, mendapat tekanan dan ancaman dari musuh-musuhnya. Di manakah Allah yang cemerlang dan dahsyat itu? Hanya iman yang mendalam yang bisa menjawab persoalan tersebut. Iman ini dipupuk oleh ingatan yang berulang-ulang akan karya Kristus yang menyatakan kekuasaan-Nya yang menyelamatkan semua orang yang ada di sekeliling-Nya. Iman ini membuat orang yang teguh berharap dan hidup kembali secara sehat. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33).

Asaf juga mengajak agar umat bersyukur kepada Tuhan dengan membayar nazar kepada Tuhan Allah. Orang yang telah mendapatkan keselamatan dari Tuhan hendaknya bersyukur dengan merespon karya penyelamatan Allah sebagai buah dari keselamatan tersebut. Nazar itu merupakan ungkapan sewaktu orang mengalami malapetaka, sesudah mendapatkan keselamatan maka dia hendaknya membayarnya.

Minggu Exaudi ini mengajak setiap umat untuk berseru kepada Tuhan Allah yang telah bertahta di surga melalui pujian, harapan dan kerinduan setiap umat. Dia telah berkuasa di surga dan neraka. Kiranya kita semakin bersandar dan fokus kepada-Nya selalu dalam hidup ini. Percayalah setiap seruan kita didengar-Nya. (Pdt. Kristopurus Nababan – HKBP Cisauk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s