Masa kemurahan Allah


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-464 : 1, Huboan ma diringku
Huboan ma diringku, Tuhan hibul tu Ho
Ai au do tinobusMu, umbaen tarbaen au ro
Pagalak ma rohangku, dison managam au
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ul. 7 : 1-11 (Pagi)
1 Tim. 6 : 11-12 (Malam)

RENUNGAN
2 Korintus 6:2 – Sebab Allah berfirman: “Pada waktu berkenan, Aku akan mende-ngarkan engkau, dan pada hari Aku menye-lamatkan, Aku akan menolong engkau”. Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

MASA KEMURAHAN ALLAH

Sebagai pengikut Kristus, sudahkah kita mengakui bahwa seluruh hidup kita adalah kemurahan Allah dan segala sesuatu ada waktunya, yang pada suatu waktu pasti akan berakhir? Sesungguhnya dengan dan dalam berbagai cara Allah menyatakan kasih setia-Nya kepada manusia, supaya manusia diselamatkan. Tetapi manusia sering tidak mau mendengarkan dan menerima kasih Allah dalam hidupnya.
Di dalam kasih dan setia-Nya, Allah mau supaya manusia menyadari keberadaannya sebagai ciptaan yang sudah jatuh ke dalam dosa, yang semestinya tunduk dan taat kepada pencipta-Nya, yaitu Allah. Melalui nas hari ini, ada beberapa hal yang dapat kita petik:
1. Allah kita adalah Allah yang Mahakuasa.
2. Allah kita adalah Allah yang Mahakasih.
3. Allah kita adalah Allah yang Hidup dan Raja yang kekal.
Ketiga-Nya terwujud dalam diri Yesus Kristus yang sanggup mengasihi kita hingga mati, bangkit, dan memberikan kehidupan kepada setiap orang percaya. Itulah kemurahan Tuhan kepada kita yang seharusnya beroleh kematian tapi kini beroleh kehidupan dalam Yesus Kristus. Kini, Allah memberikan kesempatan sepanjang hidup kita untuk menerima dan menjawab kasih dan anugerah-Nya dengan benar.

Karena itu, mari kita belajar memahami bahwa setiap hari kehidupan kita adalah masa kemurahan Allah supaya kita semakin mengenal, berserah, taat dan melakukan kehendak-Nya. Itulah yang dimaksud dengan: “Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. Setelah meninggal, manusia tidak mempunyai kesempatan lagi untuk menerima dan menjawab kasih dan anugerah Allah, selain menunggu hari penghakiman.” Karena itu, manfaatkanlah masa kemurahan Allah. Amin.

BERDOA
BERNYANYI, KJ-235 : 5, Kudengar berkat-Mu turun
Amat lama tak ‘ku sadar menyedihkan hati-Mu
Pada dunia ‘ku bersandar, o s’lamatkan diriku!
Aku pun, aku pun, o s’lamatkan aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s